Blog yang mengkritisi Islam melalui ayat-ayat Alquran dan juga hadis nabi Muhammad SAW.
Kesalahan di Dalam Al Quran, Maryam dan Miriam
Muslim di seluruh dunia percaya bahwa Al Quran merupakan sebuah kitab suci yang diturunkan oleh Allah langsung ke sekutunya yaitu Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dan Al Quran sebagai turunan langsung dari Allah juga di klaim sebagai kitab yang bebas dari kesalahan. Yah karena ini dari Tuhan kan, mana mungkin bisa salah? Kalau salah berarti bukan dari Tuhan/Allah dong namanya.
Sayangnya klaim tersebut amat sangat fatal dan menjadi tidak berlaku sama sekali apabila kita menemukan satu kesalahan kecil saja di dalamnya. Jika Al Quran yang merupakan perkataan langsung dari Allah itu terdapat kesalahan maka berarti Al Quran bukanlah perkataan dari Allah tapi hanyalah buatan manusia belaka. Salah satu kesalahan Al Quran yang ingin dipaparkan disini adalah kesalahan dalam menjelaskan Maryam yaitu tokoh ibu dari nabi Isa atau Yesus.
Di dalam Al Quran Surat Maryam (19: 27-28) ayat 27 dan 28 disebutkan :
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”
Ayat Al Quran diatas menjelaskan bahwa Maryam yang merupakan ibu dari nabi Isa atau Yesus adalah juga saudara atau adik perempuan dari Harun atau Aaron dalam Bahasa Inggrisnya. Tapi siapakah Harun itu? Di kitab injil tidak pernah disebutkan bahwa Maryam mempunyai saudara lelaki. Lalu darimana muncul tokoh bernama Harun itu?
Ok, biar enggak bingung mari kita lihat ayat Al Quran lainnya yang mungkin dapat membantu kita mengerti siapa Harun itu? Selanjutnya dibawah ini adalah ayat Al Quran surat At-Tahrim (66:12) :
Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.
Ayat Al Quran diatas menyebutkan bahwa Maryam merupakan putri dari orang bernama Imran, tapi sebenarnya nama bapak sebenarnya Maryam adalah Joachim. Loh kenapa bisa salah?
Yang menulis Al Quran (Allah) sepertinya tidak mengerti perbedaan antara tokoh bernama Maryam yang merupakan ibunya Yesus dan Miriam yang merupakan adik perempuan dari Harun dan juga adik dari Musa (Nabi Musa atau Moses). Ketiga bersaudara tersebut (Miriam, Harun dan Musa) mempunyai bapak yang bernama Imran. Miriam sendiri hidup sekitar 1000 tahun sebelum Maryam, jadi si penulis Al Quran ini kayaknya bener-bener enggak ngeh terhadap perbedaan kedua tokoh perempuan tersebut.
Kesalahan yang amat fatal di dalam Quran ini ternyata pada kenyataannya juga di konfrontasi oleh orang-orang Kristen di jaman Nabi Muhammad seperti disebutkan di dalam hadis dibawah ini dimana Nabi Muhammad terlihat mencoba mengelak dari kesalahan tersebut dengan argumentasi yang lemah. Berikut hadis Sahih Muslim 25:5326:
Mughira b. Shu'ba melaporkan: ketika saya datang ke Najran, mereka (orang Kristen Najran) bertanya kepada saya: "Anda membaca" Wahai adik Harun "(i. e. Hadrat Maryam) di dalam Al-Qur'an, sedangkan Musa dilahirkan jauh sebelum Yesus. Ketika saya kembali ke Rasulullah (Shallallahu ' alaihi wa sallam) saya bertanya kepadanya tentang hal itu, lalu dia (Nabi Muhammad) berkata: (orang zaman dahulu) biasanya memberikan nama (untuk orang-orang di kalangan mereka) dengan nama Rasul atau orang-orang suci yang telah meninggal jauh sebelum mereka lahir.
Hahaha bisa aja ngelesnya Nabi satu ini. Dan lagi di jaman tersebut tidak ada catatan historis sama sekali tentang praktek penggunaan nama orang suci tersebut. Bahkan menurut salah satu ahli tafsir Al Quran terkenal Ibn Kathir, Aisha,yaitu istri dari Nabi Muhammad juga pernah di konfrontir dengan hal tersebut dan dia digambarkan hanya terdiam saja, karena tidak tahu mau berkata apa atas kesalahan fatal tersebut (Ibn Kathir: 19:28).
Diriwayatkan dari Ibnu Jarir, Diriwayatkan dari Yaqub, Diriwayatkan dari Ibnu U'laya, Diriwayatkan dari Sa'id Ibnu Abi Sadaqa, Diriwayatkan dari Muhammad Ibnu Sireen yang menyatakan bahwa ia diberitahu bahwa Ka'b mengatakan ayat yang berbunyi, "Wahai saudari Harun (Harun)!" (dari Sura 19:28) tidak merujuk kepada Harun, saudara Musa. Aisyah menjawab Ka'b, "kamu berbohong. " Ka'b menjawab, "Hai Ibu dari orang-orang muslim! Jika nabi, semoga doa Allah berada di atas dirinya, telah mengatakannya, dan dia lebih berpengetahuan dari kita, maka inilah yang dia maksudkan. Selain itu, saya menemukan perbedaan dalam waktu antara mereka (Yesus dan Musa) adalah sekitar 600 tahun. "Setelah mengatakan itu dia (Aisha) kemudian terdiam.
Mungkin karena Maria dan Miriam dalam bahasa Arab keduanya diucapkan mirip, yaitu "Maryam", dan ditambah lagi cerita-cerita Kristen yang banyak tersebar di masa itu, membuat Muhammad mengira kedua orang tersebut adalah orang yang sama saat dia ngarang Al Quran. Nah loh masih percaya sama agama Islam???
Puasa Ramadan Merupakan Budaya Jahiliyah Sebelum Islam
Bulan puasa merupakan bulan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia dimana Allah memberikan rahmatnya yang terbesar kepada budaknya, yaitu kaum muslimin. Di bulan ini Allah mengikat setan jauh-jauh dari muslim dan mewajibkan kaum muslimin untuk menahan lapar dan haus, menahan amarah dan nafsu seks dari sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Bagi yang berdomisili di daerah yang mataharinya terbit atau tenggelam terus selama berbulan-bulan seperti di belahan kutub utara silakan puasa sampai mati karena Allah yang Maha Mengetahui ternyata tidak tahu perbedaan jam dunia.
Tahukah anda bahwa puasa yang anda pikir merupakan ciptaan Islam semata wayang ini sebenarnya adalah hasil kopian dari kebudayaan yang oleh Islam dulunya disebut sebagai budaya jaman jahiliyah? Muslim mempraktikan puasa yang merupakan buah dari kebudayaan pagan sebelum Islam. Hal tersebut ada disebut di hadis nabi Shahih Bukhari 5:58:172 : Diceritakan Aisha: ‘Asyura adalah hari di mana suku Quraish biasa berpuasa di masa Jahiliyah sebelum Islam. Nabi juga biasa berpuasa pada hari ini. Jadi ketika dia pindah ke Madinah, dia berpuasa dan memerintahkan (kaum Muslim) untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhan diperintahkan, itu menjadi opsional bagi orang-orang untuk berpuasa atau tidak berpuasa pada hari Asyura.'
Puasa Asyura (10 Muharram) berasal dari praktik kaum kafir Quraish. Puasa Ramadhan kemudian muncul setelah puasa Asyura dan merupakan tradisi dari kaum Sabian. Kaum Sabian disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an [al-Baqarah 2:62], [al-Haji 22:17], [al-Maa'idah 5:69] bersama dengan orang Kristen dan Yahudi. Sabian, yang merupakan suku Irak non-Muslim, percaya pada monoteisme, menjalankan puasa 30 hari setiap tahun dan berdoa 5 kali sehari. Nah loh kok mirip sama siapa yah???
Orang-orang Sabian, yang merupakan penyembah berhala di Timur Tengah, terdiri dari dua kelompok, yaitu orang-orang Manda dan orang-orang Harran. Orang-orang Manda hidup di Irak selama abad ke-2 M. Sampai saat ini mereka masih menyembah banyak dewa. Dewa-dewa mereka diklasifikasikan dalam empat kategori: "kehidupan pertama," "kehidupan kedua," "kehidupan ketiga" dan "kehidupan keempat." Dewa-dewa lama termasuk dalam kategori "kehidupan pertama". Mereka memanggil para dewa yang, pada gilirannya, menciptakan para dewa "kehidupan kedua", dan sebagainya.
Kelompok lain, yang dianggap sebagai Sabian, adalah orang-orang Harran. Mereka menyembah Sin, bulan, sebagai dewa utama mereka, tetapi mereka juga menyembah planet dan dewa lainnya. Orang-orang Sabian kemudian berhubungan dengan Ahnaf, sebuah kelompok Arab di mana Muhammad bergabung sebelum mengaku sebagai seorang nabi. Ahnaf mencari ilmu dengan pergi ke Irak Utara, di mana ada banyak komunitas Manda. Mereka juga pergi ke kota Harran di distrik al-Jazirah di Suriah utara di perbatasan antara Suriah, Irak dan Asia Kecil.
Di Mekah, Ahnaf disebut sebagai Sabian karena doktrin yang mereka anut. Kemudian, ketika Muhamad mengaku sebagai seorang nabi, ia dipanggil sebagai Sabian oleh penduduk Mekah karena mereka melihatnya melakukan banyak ritual Sabian termasuk sholat lima waktu, melakukan beberapa gerakan dan doa yang identik dengan suku Manda dan Harran, dan melakukan wudhu, atau upacara pembasuhan, sebelum setiap doa. Dalam Alquran, Muhamad menyebut orang-orang Sabian sebagai "orang-orang buku" seperti orang Yahudi dan Kristen.
Ramadan adalah upacara penyembahan berhala yang dilakukan oleh para Sabian, baik itu suku Harran atau Manda. Ramadan pada awalnya adalah merupakan ritual tahunan yang dilakukan di kota Harran, dan ritual milik para penyembah bulan di Arab tersebut terus berlanjut sampai sekarang dan dipercaya sebagai perintah Allah oleh 1.6 milyar muslim di seluruh dunia.
Bukan hanya praktik puasa Ramadan saja yang di kopi oleh Islam, ada juga yang lainnya, seperti doa lima kali sehari menghadap Mekah, suku-suku Zoroaster Persia berdoa lima kali sehari juga, menghadap ke arah Matahari atau kuil api. Sebelum sholat, para Zoroaster membersihkan diri atau melakukan wudhu. Wudhu dan shalat lima waktu bukanlah sesuatu yang diciptakan oleh Islam. Hadis [Sahih Bukhari Buku 8, no. 345] memberi tahu kita bahwa ketika Muhammad bertemu Allah di surga, Allah menuntut 50 doa per hari. Tetapi dengan bantuan Musa, Muhammad melakukan tawar-menawar dengan Allah dan akhirnya dia berhasil menguranginya dari 50 menjadi 5 shalat per hari. Bahkan Al-Quran (4:28) mengatakan, "Tuhan ingin meringankan bebanmu, karena manusia diciptakan lemah".
Ada banyak Hadis yang menyebutkan tentang Ramadan. Yang paling menarik adalah tentang Muhammad mencium istri-istrinya saat puasa dan dia juga mengijinkan para lelaki tua untuk merangkul istri-istri muda mereka tetapi mencegah para lelaki muda untuk merangkul istri-istri muda mereka di saat puasa. Yah maklum, Muhammad sudah tua waktu itu, jadi dia belain yang tua-tua. Berikut hadis-hadis yang agak-agak menjijikan ini:
Hadits. Bukhari, Vol.3: 149, meriwayatkan Aisha, Muhammad biasanya mencium dan memeluk istri-istrinya saat ia puasa dan ia memiliki kontrol hawa nafsu yang lebih kuat daripada manusia biasa.’ (What? Bisa kontrol tapi kok nyosor bininya pas puasa coy?)
Hadits.Bukhari, Vol.3: 151, meriwayatkan Zainab (putri Umme Salma) bahwa ibunya berkata, "Nabi dan aku biasa mandi dari satu panci air dan dia dulu menciumku ketika dia sedang berpuasa."(Asik, hajar terus bro Muhammad.)
Hadits. Buku 13, No.2381, meriwayatkan Abu Hurairah: Seorang pria bertanya kepada Muhammad apakah orang yang berpuasa dapat memeluk istrinya, dan dia memberinya izin; tetapi ketika seorang pria lain datang kepadanya, dan memintanya, dia melarangnya. Orang yang ia beri izin adalah seorang lelaki tua dan yang ia larang adalah seorang pemuda. (Sesama oom2 tua boleh lah grepe2 bini pas puasa).
Hadits. Buku 13, No. 2380, meriwayatkan Aisha: Nabi Muhammad biasanya menciumnya dan menghisap lidahnya, ketika dia sedang berpuasa. (Gak apa-apa dia gak ngaceng, alias bisa kontrol kok....wkwkwkwkwk).
Nah kalau sudah baca artikel ini terus kalian masih mau puasa juga selama 30 hari nahan laper, nahan haus dan nahan konak demi melanjutkan budaya kaum musyrikun pemuja bulan yang di kopi sama Muhammad, silakan aja deh, saya mah ogah.
Sumber: Ramadan and its Roots
Islam Dan Homoseksualitas
Dimanakah posisi Islam dalam menghadapi perilaku homoseksual?
Islam lebih dari sekadar tidak menyetujui homoseksualitas. Syariah mengajarkan bahwa homoseksualitas adalah bentuk perzinahan yang keji, hukumannya adalah mati.
(Perlu disebutkan bahwa ini tidak berarti bahwa setiap Muslim ingin membunuh setiap homoseksual).
Quran
Quran (7: 80-84) - "... Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” .... Dan kami menghujani mereka dengan batu" - Sebuah ceritera yang dipinjam dari kisah Bibel tentang Sodom. Cendekiawan Muslim selama berabad-abad telah menafsirkan "hujan batu" di kota sebagai makna bahwa homoseksual harus dilempari batu. (Entah kenapa, kisah itu juga diulangi dalam tiga surat lainnya: 15:74, 27:58 dan 29:40).
Quran (7:81) - "“Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)."Ayat ini adalah bagian dari teks sebelumnya yang menekankan bahwa homoseksualitas merupakan kegiatan seksual yang berbeda dari (dan jauh lebih buruk dari) perzinaan atau dosa seksual lainnya. Menurut tata bahasa Arab, homoseksualitas disebut sebagai dosa terburuk, sementara referensi dari sumber lain menjelaskan bentuk-bentuk lain dari seks non-pernikahan sebagai "dosa-dosa besar."
Quran (26:165-166) - "Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),, "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
Quran (4:16) - "Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. " Ini adalah terjemahan Yusuf Ali. Bahasa Arab asli tidak menggunakan kata "laki-laki" dan hanya mengatakan "dua diantara kamu." Yusuf Ali mungkin menambahkan kata "laki-laki" karena ayat tersebut tampaknya merujuk pada hal yang berbeda dari yang disebutkan dalam ayat sebelumnya (secara eksplisit dilambangkan sebagai "wanita anda"). Dengan kata lain, karena 4:15 merujuk pada "wanita Anda", 4:16 mungkin ditulis untuk dan merujuk pada pria.
Hadis Nabi
Abu Dawud (4462) - Utusan Allah (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Siapa pun yang kamu temukan melakukan tindakan rakyat Loot, bunuh orang yang melakukannya dan orang yang kepadanya dilakukan. " (Ini adalah hadis sahih)
Abu Dawud (4448) - "Jika seorang pria yang belum menikah ditangkap sedang melakukan sodomi, ia akan dilempari batu sampai mati."
Sahih Bukhari (72: 774) - "Nabi mengutuk laki-laki banci (orang-orang laki yang seperti perempuan dan perempuan yang seperti lelaki, dan dia berkata, 'Keluarkan mereka dari rumahmu 'Nabi ternyata laki-laki ini-dan-itu, dan' Umar ternyata perempuan ini-dan-itu."
al-Tirmidzi, Sunan 1: 152 - [Muhammad berkata] "Siapa pun yang ditemukan bersikap seperti orang-orang Lot, bunuh kedua pelakunya."
Reliance of the Traveller, p17.2 - "Semoga Allah mengutuk orang yang melakukan apa yang dilakukan orang-orang Lot."
Ada beberapa hadis lain yang menyatakan, "jika seorang pria melakukan seks dengan pria, maka mereka berdua adalah pezina," "Jika seorang wanita melakukan seks dengan wanita, mereka berdua adalah wanita pezinah," "Ketika seorang pria menunggangi pria lain, tahta Allah bergetar, "dan" Bunuh kedua pelakunya. " (Abu Dawud 4462 dan al-Tirmidzi 1456)
Catatan
Para homoseksual dipenggal, digantung dan dirajam di negara Arab Saudi dan Iran modern, di mana hukum dari nabi Muhammad diterapkan sebenar-benarnya. Lima negara Muslim lainnya juga memiliki hukuman mati di buku panduan hukum mereka terhadap para perilaku homoseksual. Di masa lalu, kaum gay dibakar.
Seperti yang dikatakan oleh seorang ulama baru-baru ini, satu-satunya pokok perdebatan teologis bukanlah apakah homoseksual harus dibunuh, tetapi bagaimana hal itu sebaiknya dilakukan.
Zafar Bangash, seorang imam dan jurnalis yang juga merangkap sebagai Direktur Pemikiran Islam Kontemporer dan presiden cabang Masyarakat Islam di Kanada, secara terbuka menyerukan kaum gay agar dilempari batu sampai mati: "Saudara dan saudari, ini bukan waktunya untuk tinggal dan hidup berdampingan dengan mereka. Sudah waktunya bagi kita untuk mengambil batu untuk melempari orang-orang ini sampai mati untuk kekejian yang mereka lakukan. "
Pada tahun 2016, seorang imam yang berpendidikan di Tunisia menjelaskan bahwa walaupun mungkin tampak keras, tidak ada ambiguitas dalam Islam:
Tuhan sangat jelas dalam hal ini - bukan kita Muslim, tidak subyektif, Syariah sangat jelas tentangnya, hukuman untuk homoseksualitas, kebinatangan, atau hal seperti itu adalah kematian. Kami tidak membuat alasan tentang itu, itu bukan hukum kami - itu adalah Al-Quran.
Ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an di mana kisah Sodom diulangi, dengan penekanan pada penghancuran kota untuk kejahatan homoseksual. Juga, menurut Serge Trifkovic:
Pengganti pertama Mohammed, Abu Bakar, dilaporkan memiliki seorang homoseks yang dibakar di tiang. Khalifah keempat, menantu Muhammad, Ali, memerintahkan para pelaku sodomi untuk dilemparkan dari menara masjid. Lainnya ia perintahkan untuk dilempari batu. Salah satu komentator Quran yang paling awal dan paling otoritatif, Ibnu Abbas (meninggal tahun 687) memadukan kedua pendekatan tersebut ke dalam dua tahap eksekusi mati di mana “para pelaku sodomi harus dilempar dari gedung tertinggi di kota dan kemudian dilempari batu.
Ayatollah Abdollah Javadi-Amoli dari Iran mengatakan, pada bulan April 2012, bahwa homoseksual lebih rendah daripada anjing dan babi, karena hewan-hewan ini tidak melakukan tindakan itu (homoseksual). Pada bulan November tahun itu juga, seorang ulama di televisi Inggris menyatakan, "Apa yang harus dilakukan terhadap mereka yang melakukan homoseksualitas? Siksa mereka; hukumlah mereka, pukuli mereka dan siksa mental mereka."
Sebuah fatwa di tahun 2014 dari website OnIslam.net menyatakan bahwa homoseksualitas adalah "tidak normal" dan menjijikkan "dan menegaskan bahwa kaum gay harus dibunuh:" Hukuman untuk pria atau wanita yang tidak mau melepaskan homoseksualitas dan karena itu menolak bimbingan Allah Yang Tertinggi sebenarnya adalah kematian menurut Islam. "Seorang imam yang diundang untuk berbicara di sebuah masjid Florida pada tahun 2016 mengatakan bahwa membunuh kaum gay adalah" tindakan belas kasihan ". Pada tahun 2017, pemimpin Chechnya secara terbuka menyatakan bahwa ia akan membela hak keluarga untuk menghormati pembunuhan anggota gay mereka (pada tahun 2019, terungkap bahwa beberapa meninggal di sana di bawah penyiksaan).
Sejak kebangkitan kekhalifahan pada tahun 2014 (Negara Islam di Irak dan Suriah) puluhan homoseksual telah dilempar dari atap rumah. Lainnya telah dirajam sampai mati. Kelompok-kelompok Muslim, seperti CAIR, tidak menawarkan satu pun kecaman atas pembunuhan dan pembantaian yang terjadi pada tahun 2016 di sebuah klub malam gay di Orlando.
Para pemimpin politik Muslim di negeri Barat seringkali membentuk aliansi dengan kaum liberal sosial yang kadang-kadang mencakup dukungan terhadap hak-hak gay. Sayangnya, ini tampaknya lebih merupakan political corretness daripada perhatian yang tulus. Tidak pernah ada upaya nyata dari para pemimpin Muslim di Barat untuk meringankan penderitaan kaum homoseks di negara-negara Islam di luar negeri - di mana pengaruh mereka pasti akan lebih besar daripada sekutu sekuler mereka.
Diterjemahkan dari The Religion of Peace.
Daftar Pembunuhan Yang Diperintahkan Dan Didukung Oleh Nabi Muhammad
Pembunuhan untuk mencapai tujuan politik / agama merupakan bagian penting dari sejarah Arab dan ekspansi agama Islam. Kata "assassin" sendiri memiliki akar sejarahnya dari Arab.
Daftar di bawah ini merupakan hasil dan alasan dibalik pembunuhan yang diperintahkan dan di dukung oleh Nabi Muhammad serta sumber-sumber utama yang menyebutkan insiden-insiden ini.
- 'Asma' bint Marwan, Januari 624, 'Asma' binti Marwan dibunuh karena menentang Muhammad dengan puisi dan memprovokasi orang lain untuk menyerangnya. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Ibn Sa'd, Kitab al-tabaqat al-kabir, Volume 2.
- Abu 'Afak, Februari 624, Penyair Yahudi Abu Afak dibunuh karena menentang Muhammad melalui puisi, dan menurut ibn Sa'd, menghasut rakyat melawan Muhammad. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah dan Ibn Sa'd, Kitab al-tabaqat al-kabir, Volume 2.
- Al Nadr ibn al-Harith, setelah Perang Badr, Maret 624, Menurut Mubarakpuri, Al Nadir ditangkap pada Pertempuran Badr. Sebuah ayat Al Qur'an diturunkan tentang Nadr bin Harith karena mengejek Alquran sebagai "dongeng kuno". Dia adalah salah satu dari dua tahanan yang dieksekusi dan tidak diizinkan untuk ditebus oleh klan mereka karena dia mengejek dan melecehkan Muhammad dan menulis puisi dan artikel yang mengkritiknya. Menurut Waqidi, ia juga menyiksa teman-teman Muhammad. Dia dipenggal kepalanya oleh Ali. Sumber: Quran 83:13, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
- Uqba bin Abu Muayt, setelah perang Badr Maret 624, Uqba bin Abu Muayt ditangkap dalam Pertempuran Badr dan dibunuh bukannya ditebus, karena ia melemparkan isi perut binatang yang mati pada Muhammad, dan melilitkan garmetnya di leher Muhammad saat ia berdoa. Kepalanya dipenggal oleh Ali. Sumber: Sahih Bukhari 1:9:499, Sahih Bukhari 6:60:339, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 9, The last years of the Prophet.
- Ka'b ibn al-Ashraf, September 624, Menurut Ibn Ishaq, Muhammad memerintahkan para pengikutnya untuk membunuh Ka'b karena dia "telah pergi ke Mekah setelah Badr dan melecehkan Muhammad serta menyusun ayat-ayat di mana dia meratapi para korban Quraisy yang telah terbunuh di Badr. Setelah itu ia kembali ke Madinah dan membuat ayat-ayat yang bersifat menghina wanita Muslim ". Ibn Kathir menambahkan bahwa dia menghasut orang-orang untuk melawan Muhammad. Ka'b ibn al-Ashraf akhirnya dibunuh. Sumber: Sahih Bukhari 5:59:369, Sahih Muslim 19:4436, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Ibn Kathir's Sira al-Nabawiyya.
- Abu Rafi' ibn Abi Al-Huqaiq, Desember 624, Abu Rafi 'ibn Abi Al-Huqaiq dibunuh karena mengejek Muhammad dengan puisinya dan juga karena membantu pasukan Konfederasi dengan menyediakan uang dan persediaan. Sumber: Sahih Bukhari 4:52:264, Sahih Bukhari 5:59:370, Sahih Bukhari 5:59:371, Sahih Bukhari 5:59:372, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 7, The foundation of the community.
- Khalid ibn Sufyan, tahun 625, ia dibunuh karena ada laporan tentang rencana dia untuk melakukan serangan terhadap Madinah dan bahwa dia menghasut orang-orang di Nakhla atau Uranah untuk memerangi Muslim. Sumber: Musnad Ahmad 3:496, Sunan Abu Dawud 1244 (Ahmad Hasan Ref), Ibn Hisham, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 9, The last years of the Prophet.
- Abu 'Azzah 'Amr bin 'Abd Allah al-Jumahi, Maret 625, Abu 'Azzah' Amr bin 'Abd Allah al-Jumahi adalah tawanan perang yang ditangkap selama Invasi Hamra al-Asad, ia sempat dilepas oleh Muhammad, tetapi ia mengangkat senjata dan melawan Muhammad lagi, akhirnya mati dipenggal. Sumber: Tabari, Volume 7, The foundation of the community.
- Muawiyah bin Al Mugheerah, Maret 625, Ia dibunuh karena dituduh oleh Muhammad sebagai mata-mata. Dia pergi ke Utsman (sepupunya) untuk berlindung, dan Utsman mengatur untuk kembali ke Mekah, tetapi dia tinggal terlalu lama di Madinah. Setelah Muhammad mendengar dia masih di Madinah, dia memerintahkan untuk membunuhnya. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
- Al-Harith bin Suwayd al-Ansari, Maret 625, karena menurut beberapa tradisi Islam, Allah mengungkapkan Al Qur'an 3: 86-8, yang menunjukkan bahwa mereka yang menolak Islam setelah menerimanya harus dihukum. Al-Harith bin Suwayd adalah seorang Muslim yang berperang di Perang Uhud dan membunuh beberapa Muslim, ia kemudian bergabung dengan Quraish dan meninggalkan Islam. Setelah diancam dengan ayat-ayat itu, Al-Harith mengirim saudaranya ke Muhammad untuk meminta pengampunan. Ada dua laporan yang saling bertentangan : a. Muhammad mengizinkannya kembali tetapi kemudian memutuskan untuk membunuhnya. Al-Harith dipenggal oleh Uthman. b. Allah mewahyukan Qur'an 3:89 dan Al-Harith bertobat dan "menjadi Muslim yang baik". Sumber: Qur'an 3:86-88, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
-
Abu Sufyan, 627, Amr bin Umayyah al-Damri dikirim untuk membunuh Abu Sufyan (Pemimpin Suku Quraish), 3 orang pemuja agama lain dibunuh, Tabari, Buku ke 7.
- Suku Bani Qurayza, Februari-March 627, Nabi Muhammad menyerang suku Banu Qurayza karena menurut tradisi Muslim ia telah diperintahkan oleh malaikat Jibril untuk melakukan hal tersebut. Salah satu sahabat Muhammad memutuskan bahwa "laki-laki harus dibunuh, harta dibagi, dan perempuan dan anak-anak diambil sebagai tawanan". Muhammad menyetujui keputusan tersebut, menyebutnya mirip dengan penghakiman Allah, setelah itu semua anggota suku laki-laki yang telah mencapai pubertas dipenggal kepalanya, sebanyak 2 orang muslim gugur dan sekitar 600-900 orang Banu Qurayza dipenggal (Tabari, Ibn Hisham),
Quran 33:26, Qur'an 33:09 & 33:10, Sunan Abu Dawud 38:4390, Sahih Bukhari 4:52:68, Sahih Bukhari 4:57:66, Tabari Volume 8 Victory of Islam.
- Abdullah ibn Ubayy, Desember 627, pembunuhan Abdullah ibn Ubayy, yang dirujuk oleh ayat 63: 8, dan yang dituduh oleh Muhammad memfitnah keluarganya dengan menyebarkan desas-desus palsu tentang Aisha (istrinya). Putranya menawarkan untuk memenggal kepalanya. Muhammad berkata kepada Umar "jika aku membunuh dia (Abdullah bin Ubai), sejumlah besar pejabat akan dengan giat berperang untuknya" Kemudian dia mengungkapkan sebuah ayat Al-Quran yang melarang umat Muslim menghadiri pemakaman. orang-orang kafir dan "orang-orang munafik". Quran 63:7-8, Sahih Bukhari 6:60:424, Sahih Bukhari 5:59:462, Ibn Hisham, Sirat Rasul Allah.
- Terlalu banyak pembunuhan yang dilakukan atas nama Islam oleh Nabi Muhammad untuk dipaparkan semua disini, untuk selanjutnya silakan klik sumbernya langsung disini.
Hukuman Bagi Yang Murtad Dari Islam
Apakah agama Islam mendukung kebebasan beragama atau memberi hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam?
Mereka yang berpaling dari Islam harus di eksekusi. Ini di tegaskan oleh kata-kata dan contoh perbuatan dari nabi Muhammad. Satu-satunya kebebasan beragama dalam Islam adalah kebebasan untuk menjadi Muslim.
Quran 4:89 - Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong.
Ayat 4:65 mengatakan bahwa mereka yang beriman kepada Allah berada dalam kondisi "penyerahan penuh" pada ajaran Muhammad. Ayat selanjutnya menjelaskan apa yang akan terjadi pada Muslim yang tidak "beriman" dan (bersama dengan ayat 90-91) tidak setuju untuk diasingkan dan ditaklukkan.
Quran (9:11-12) - Dan jika mereka bertobat, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti.
Ayat-ayat Quran lain yang mendukung Hadits dalam penetapan hukuman mati bagi orang yang murtad antara lain adalah ayat-ayat Al-Quran 2: 217, 9: 73-74, 88:21, 5:54, 9:66.
Hadis Nabi
Koleksi hadis-hadis berikut mengisahkan tentang tindakan Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang membunuh orang-orang murtad dari Islam. Menurut ayat 4:80 dari Quran: "Mereka yang mematuhi Rasul mematuhi Allah."
Sahih Bukhari (52: 260) - "... Nabi berkata, 'Jika seseorang (seorang Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.'
Sahih Bukhari (83:37) - "Rasul Allah tidak pernah membunuh siapa pun kecuali dalam salah satu dari tiga situasi berikut: (1) Seseorang yang membunuh seseorang secara tidak adil, terbunuh (di Qisas,) (2) orang yang sudah menikah tapi melakukan hubungan seksual dengan orang lain (3) seorang pria yang berperang melawan Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan Islam dan menjadi murtad. "
Sahih Bukhari (84:57) - [Berkata] "Rasul Allah, 'Siapa pun yang mengubah agama Islamnya, maka bunuh dia.'
Sahih Bukhari (89: 271) - Seorang pria yang memeluk Islam, kemudian kembali ke agama Yudaisme harus dibunuh sesuai dengan "putusan Allah dan rasulnya."
Sahih Bukhari (84:58) - "Ada seorang lelaki terbelenggu di samping Abu Muisa. Mu'adh bertanya, 'Siapakah ini (lelaki)?' Abu Muisa berkata, "Dia adalah seorang Yahudi dan menjadi seorang Muslim dan kemudian kembali ke agama Yudaisme." Kemudian Abu Muisa meminta Mu'adh untuk duduk tetapi Mu'adh berkata, "Aku tidak akan duduk sampai dia terbunuh. Ini adalah keputusan Allah dan Rasul-Nya (untuk kasus-kasus seperti itu) dan mengulanginya tiga kali." Lalu Abu Musa memerintahkan agar orang itu dibunuh, dan dia terbunuh. Abu Musa menambahkan, 'Kemudian kita membahas shalat malam' '
Sahih Bukhari (84: 64-65) - "Rasul Allah: 'Selama hari-hari terakhir akan muncul beberapa orang muda bodoh yang akan mengucapkan kata-kata terbaik tetapi iman mereka tidak akan melampaui tenggorokan mereka (yaitu mereka tidak akan beriman) dan akan keluar dari (meninggalkan) agama mereka seperti anak panah keluar dari permainan. Jadi, di mana pun Anda menemukan mereka, bunuh mereka, karena siapa pun yang membunuh mereka akan mendapat hadiah pada Hari Kebangkitan. '"Ayat dari Hadis ini lebih buruk dari yang terlihat karena tidak berbicara semata-mata tentang murtad saja, tetapi mereka yang mengatakan mereka percaya tetapi tidak mempraktikkan agama mereka.
Sahih Bukhari (11: 626) - "Nabi berkata, 'Tidak ada shalat yang lebih sulit bagi orang-orang munafik daripada shalat Subuh dan shalat' Isya 'dan jika mereka mengetahui jumlah pahala dari shalat ini pada waktunya masing-masing, mereka pasti akan hadir sendiri ( di masjid) walaupun mereka harus merangkak. ' Nabi menambahkan, 'Tentu saja saya memutuskan untuk memerintahkan Mu'adh-dhin (pemanggil azan) untuk mengucapkan Iqama dan memerintahkan seorang pria untuk memimpin shalat, dan kemudian menyulut api untuk membakar semua orang yang tidak mau ikut shalat berikut dengan rumah mereka.
Abu Dawud (4346) - "Apakah tidak ada orang bijak di antara kamu yang akan melawannya ketika dia melihat bahwa aku telah menahan tanganku dari menerima kesetiaannya, dan membunuhnya?" Muhammad menghukum teman-temannya karena membiarkan seorang murtad "bertobat" di bawah tekanan. (Orang yang dimaksud adalah mantan juru tulis Muhammad, yang meninggalkannya setelah meragukan keaslian "wahyu" ilahi - setelah mengetahui bahwa perubahan tata bahasa dapat dilakukan. Dia dibawa kembali ke Muhammad setelah ditangkap di Madinah).
al-Muwatta dari Imam Malik (36.18.15) - "Utusan Allah berkata," Jika seseorang mengganti agamanya - maka serang kepalanya. "
Reliance of the Traveler (Hukum Islam) o8.1 - "Ketika seseorang yang telah mencapai usia puber dan waras secara sukarela murtad dari Islam, ia layak dibunuh." (o8.4 menegaskan bahwa tidak ada hukuman bagi orang yang membunuh seorang murtad).
Hukum Islam:
Ada juga konsensus dari ke empat mazhab Islam Sunni (yaitu, Maliki, Hanbali, Hanafi, dan Shafi), serta ahli hukum Syiah klasik, bahwa orang yang murtad dari Islam harus dihukum mati. Proses menyatakan seseorang sebagai murtad dikenal sebagai takfir dan orang kafir disebut murtad.
Averroes (w. 1198), adalah filsuf dan sarjana ilmu-ilmu alam terkenal, yang juga merupakan seorang ahli hukum Maliki memberikan pendapat tentang hukuman bagi seorang murtad: "Seorang murtad ... harus dieksekusi dengan persetujuan dalam kasus seorang pria, karena perkataan Nabi, 'Bunuh orang-orang yang mengubah din [agama] mereka' ... Meminta orang yang murtad untuk bertobat ditetapkan sebagai syarat ... sebelum eksekusi. "
Akademi Riset Islam kontemporer (yaitu, 1991) Al-Azhar (Kairo) telah mengesahkan manual Hukum Islam, Umdat al-Salik (hal. 595-96) menyatakan: "Meninggalkan Islam adalah bentuk ketidakpercayaan (kufur) yang terburuk dari yang terburuk. .... Ketika seseorang yang telah mencapai pubertas dan waras secara sukarela murtad dari Islam, dia layak dibunuh. Dalam kasus seperti itu, adalah wajib ... memintanya untuk bertobat dan kembali ke Islam. Jika dia melakukannya diterima darinya, tetapi jika dia menolak, dia harus segera dibunuh. "
Catatan
Orang-orang awam di dunia pada umumnya percaya bahwa jika Tuhan menginginkan orang mati karena kepercayaan agama mereka, maka ia (Tuhan) akan melakukannya sendiri, tapi dalam Islam kemurtadan dianggap sebagai masalah yang sangat serius sehingga menyebabkan perang saudara di dalam Islam sendiri.
Segera setelah kematian Muhammad, beberapa suku ingin meninggalkan Islam dan kembali ke agama pilihan mereka sendiri. Dalam sebuah konflik yang dikenal sebagai Perang Riddah (murtad), mereka (para murtadin) dibantai di tempat-tempat yang disebut sebagai "Taman Kematian" dan "Gulley of Blood". Ini terjadi selama pemerintahan yang keras dan agresif dari khalifah pertama yaitu Abu Bakar. Dia juga menginginkan pembayaran upeti tetap lancar mengalir masuk kembali ke Mekah. Dalam beberapa bulan, banyak sekali orang yang mati, termasuk Muslim yang hafal Al-Quran.
Ali, yang merupakan khalifah ke empat adalah menantu Muhammad dan juga merupakan salah seorang yang pertama kali memeluk Islam. Dia jugalah yang membakar orang hidup-hidup karena ingin mengikuti jejak hati nurani mereka sendiri. Seorang lelaki tua bernama Rumahis b. Mansur, yang menyesal meninggalkan agama Kristen dan bersumpah untuk tidak menjadi Muslim, dengan cepat dipenggal oleh Ali. (al-Tabari v.17 hal.191).
Selama 1400 tahun, tidak pernah ada sistem hukum Islam yang tidak menetapkan hukuman mati bagi umat Islam yang memilih untuk meninggalkan Islam. Bahkan di negara-negara Islam modern yang sekuler dengan konstitusi yang "menjamin" kebebasan beragama pun, tetap saja ada hukum yang secara de facto mendukung intimidasi dan pembunuhan terhadap orang-orang yang murtad dari Islam.
Islam moderat atau orang-orang yang membela Islam merasa malu bahwa agama mereka mendukung pembunuhan terhadap orang-orang murtad. (sebagaimana dikritik Geert Wilders, "Agama apa pun yang mengundang Anda masuk tetapi kemudian tidak akan membiarkan Anda keluar tidak layak lagi disebut sebagai agama"). Ada beberapa cara yang biasanya digunakan para pembela Islam ini untuk melakukan pembelaan terhadap masalah ini, di antaranya:
Para pembela Islam ini biasanya akan mengutip ayat 2: 256 untuk konsumsi orang Barat. Ayat itu menyatakan, "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat." Mereka mungkin juga akan mengutip sebagian dari ayat 10: 99-100, "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?"
Apa yang mereka tidak jelaskan adalah bahwa kedua ayat itu diucapkan oleh Muhammad pada saat permulaan dia menyebarkan Islam, yaitu saat dia belum memiliki banyak umat (pasukan jihad) dan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa agamanya ke orang lain. Ayat-ayat Islam yang ‘sopan’ ini pada akhirnya di anulir oleh ayat-ayat selanjutnya, seperti ayat 9:29, yang dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman sampai mereka menyerah dan masuk Islam atau siap menerima penghinaan di bawah pemerintahan Islam.
Para muslim apologist ini juga mengabaikan tindakan Muhammad di Mekah dan para sahabat setelah kematiannya, khususnya Perang Ridda yang penuh darah. Bagaimana mungkin mereka yang paling dekat dengan nabi merasa bahwa seharusnya tidak ada "paksaan dalam agama" jika mereka diperintahkan untuk membunuh siapa pun yang ingin meninggalkan Islam?
Muhammad menyebut para Sahabatnya sebagai 'generasi Muslim yang terbaik' (Sahih Bukhari 6429), namun pada akhirnya 'generasi Muslim yang terbaik' itu saling berperang satu sama lain karena perbedaan pendapat tentang agama dan tuduhan kemurtadan.
"Agama Pembawa Kedamaian" ini meluas ke seluruh dunia dengan cara menaklukkan orang-orang dari agama lain dan kemudian membuat hidup mereka menjadi lebih sengsara jika mereka tidak mau "memeluk" Islam. Setelah shahada diucapkan, seseorang akan langsung terkunci dalam agama ini. Tanda-tanda kesaksian palsu - seperti membesarkan anak-anak mereka dengan agama lain - hukumannya mati. Dengan cara demikian, Islam secara bertahap membunuh kepercayaan/ agama-agama lain.
Salah satu cendekiawan Sunni yang paling disegani di dunia, Yusuf al-Qaradawi, mengakui pada tahun 2012, bahwa jika Muslim "menghapuskan hukuman murtad, mungkin Islam tidak akan ada hari ini". (Cukup mengherankan, ia tidak meminta maaf atas pemancungan, penyiksaan, pembakaran, dan pembunuhan jutaan orang, melainkan mencoba merasionalisasikannya).
Sementara beberapa kaum Islam apologis mencoba untuk menghaluskan dan menjauhkan Islam dari salah satu aturan2nya yang paling keras dan kejam, pembela Muslim paling populer di dunia baru-baru ini menegaskan bahwa hukuman mati harus diterapkan pada mereka yang meninggalkan Islam. (Ironisnya Zakir Naik berkomentar di saluran televisi Inggris yang bernama Peace TV).
Pada tahun 2018, seorang sarjana Saudi terkemuka yang mempunyai sekitar 110k pengikut Twitter dan komitmennya untuk membersihkan "kesalahpahaman" tentang Islam, menegaskan bahwa mereka yang meninggalkan agama harus diadili dan dibunuh oleh 'penguasa Muslim': "Ini adalah HUKUM dalam Islam, dan jika Anda tidak menyukainya, Kami juga tidak menyukai hukum Anda! "
Pada tahun 2018, Mauritania mengamanatkan hukuman mati bagi siapa saja yang menghujat Allah atau meninggalkan Islam. Dua tahun sebelumnya, ISIS memenggal seorang bocah lelaki berusia 14 tahun di depan orang tuanya karena lupa shalat. Tidak ada sedikit pun protes dari dunia Muslim untuk kedua kejadian tersebut. Tindakan terakhir sebenarnya konsisten dengan perintah Muhammad yang terakhir dimana dia memerintahkan untuk membakar orang-orang yang tidak mau shalat (berikut dengan rumah mereka).
Kita perhatikan bahwa banyak umat Islam yang bersikeras bahwa mandat untuk membunuh orang-orang murtad dari Islam bukanlah merupakan bagian dari agama mereka, tapi dalam kenyataannya jika ada orang yg terbunuh karena murtad mereka tidak pernah menyoalkannya. Mereka tahu dan siapa pun juga tahu bahwa Islam tidak akan pernah dapat bersaing dalam arena demokrasi dan harus selalu mengandalkan ancaman dan rasa takut agar muslim tetap setia kepada Islam.
Diterjemahkan dari: The Religion of Peace
Mendengarkan Musik Itu Haram Menurut Islam
Sekali lagi hidup kita dibuat susah dengan agama satu ini, yaitu musik yang merupakan bagian besar dari kehidupan kita sehari-hari ternyata dianggap haram di dalam Islam. Alasannya? Karena mendengarkan musik dapat mengalihkan perhatian kita dari sang Allah dan membuat kita menyembah musik (Setaaaan). Ya Allah, begitu cemburuannya dirimu sehingga musik pun kau larang.
Berikut hadis nabi yang melarang umatnya yang terbaik mendengarkan musik dan jika masih mendengarkan musik kita diancam akan berubah menjadi babi dan monyet:
Diriwayatkan Abu 'Amir atau Abu Malik Al-Ash'ari:
bahwa ia mendengar Nabi berkata, "Dari antara pengikut-pengikut saya akan ada beberapa umat yang menganggap hubungan seksual yang tidak sah, mengenakan sutra, minum-minuman beralkohol dan penggunaan alat musik, sebagai halal. Dan akan ada ada beberapa orang yang akan tinggal di dekat sisi gunung dan di malam hari gembala mereka akan datang kepada mereka dengan domba-domba mereka dan meminta mereka untuk sesuatu, tetapi mereka akan berkata kepadanya, 'Kembalilah kepada kami besok.' Allah akan menghancurkan mereka pada malam hari dan membiarkan gunung itu jatuh ke atas mereka, dan Dia akan mengubah mereka semua menjadi monyet dan babi dan mereka akan tetap demikian sampai Hari Kebangkitan." - Sahih al-Bukhari 5590 -
Berikut dari Al-Quran (walau tidak spesifik menyebutkan musik tapi para sahabat nabi dan ahli tafsir quran menafsirkannya sebagai musik):
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. - Surat Luqman 31:6 -
Berkata ahli tafsir dikalangan para shahabat, yaitu IBNU MAS’UUD radhiyallaahu ‘anhumaa:
“Yang dimaksud (“al-laghwu” dalam ayat diatas) adalah NYANYIAN.. demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.”
Beliau mengatakan hal tersebut sebanyak tiga kali
(Lihat Jami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, Ibnu Jarir Ath Thobari, 20/127)
Berikut larangan bermusik dari ayat Quran yang lain:
Allah Ta’ala berfirman,
“Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka, bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS. An Najm: 59-62)
Apa makna saamiduun?
Ditafsirkan ahli tafsir dikalangan para shahabat, yaitu IBNU ‘ABBAS radhiyallaahu ‘anhumaa:
“Maksudnya adalah NYANYIAN”
(Lihat Tafsiir ath thabariy no. 25273, dan juga Zaadul Masiir, 5/448)
Berkata muridnya Ibnu ‘Abbaas, yaitu ‘Ikrimah rahimahullaah:
Yaitu, jika mereka mendengarkan Al-Qur’an yang dibacakan, maka mereka BERNYANYI-NYANYI dan bermain-main hingga mereka tidak mendengarkannya…
(Lihat Tafsiir al Qurthubiy, juga Ighatsatul Lahfan, 1/258)
4 Mazhab Sunni Islam yatu Syafi’i, Hambali, Maliki dan Hanafi ke empat-empatnya juga menyatakan musik itu haram. Yah bener, Islam is not fun, Islam gak asik.
Pembunuhan Massal Suku Banu Qurayza Oleh Nabi Muhammad
Tidak lama setelah hijrah ke Madinah dari Mekah pada tahun 622, Nabi Muhammad mulai menyerang karavan-karavan pedagang yang melakukan perjalanan ke dan dari kota tetangga Mekah. Dia mencuri harta mereka dan membunuh siapa saja yang mencoba membela diri(Ibn Ishaq / Hisham 424-425). Setelah beberapa tahun, orang-orang Mekah akhirnya menyadari bahwa mereka harus mencoba menguasai kembali kota Madinah, karena kota itu digunakan sebagai basis operasi oleh Muhammad dan pasukannya. Pada tahun 627, mereka mengirim pasukan ke pinggiran kota dan bersiap-siap untuk memulai perang yang akhirnya terkenal dengan sebutan perang Parit. Kenapa disebut perang Parit disebabkan orang Muslim menggali parit di sekitar bagian utara dan barat kota yang terekspos untuk menghentikan serangan militer dari kota.
Muhammad dan suku Yahudi Banu Qurayza dari Madinah telah menandatangani perjanjian bantuan timbal balik untuk melindungi diri mereka dari serangan orang Mekah dan sekutu-sekutunya. Pada 627, saat kaum Quraish dan sekutunya telah mengepung kota Madinah, Qurayza melanggar perjanjian dengan memasuki perundingan dengan tentara Mekah, dengan tujuan untuk menyerang Muslim dari belakang sementara penyerang lainnya menyerang dari depan. Qurayza tidak berpartisipasi dalam pertempuran dan bertentangan dengan informasi awam; Qurayza sama sekali tidak menyerang kaum Muslim.
Karena Banu Qurayza tidak mau membantu kaum Quraish dan tentara sekutunya untuk menyerang kaum muslim, akhirnya pengepungan tersebut dibatalkan dan pasukan pengepung akhirnya mundur. Hanya ada enam orang Muslim yang terbunuh dalam Pertempuran Parit. Setelah penarikan orang-orang Mekah dan sekutu-sekutunya, Muhammad memimpin pasukannya melawan orang-orang dari suku Banu Qurayza. Selanjutnya, suku itu dituduh melakukan pengkhianatan.
Bani Qurayza dipaksa menyerah dan orang-orangnya dipenggal kepalanya, sementara semua wanita dan anak-anak ditawan dan diperbudak. Parit-parit digali di mana mereka dipenggal dan dibuang. Dan seperti biasa para wanita dibagikan di antara pria Muslim yang bersemangat untuk bersenang-senang dengannya. Muhammad memilih nama lain 17 tahun Rayhana bint Zayd untuk dirinya sendiri. Sejarawan Islam mendokumentasikan kejadian ini dengan lengkap. Muhammad memutuskan untuk memberikan hukuman kepada seluruh suku termasuk anak-anak lelaki. Berikut di bawah ini adalah hadis-hadis nabi Muhammad dan ayat Al-Quran yang menceritakan kisah pembunuhan massal suku Yahudi Banu Qurayza tersebut:
Al-Tabari -Volume 8, Halaman 38
Muhammad memerintahkan agar semua anak laki-laki dari suku Yahudi Banu Qurayza dipenggal kepalanya. Rasulullah memerintahkan bahwa semua pria dan anak laki-laki Yahudi yang telah mencapai pubertas harus dipenggal. Kemudian Nabi membagi kekayaan, istri, dan anak-anak dari orang Yahudi Banu Qurayza di antara kaum Muslim.
Al-Tabari, Volume 8, Halaman 29-30
Dari keseluruhan budak wanita yang didapat nabi memberi menantu laki-lakinya, Ali, seorang budak wanita, Raytah bt Hilal. Dia juga menghadiahkan Utsman b. Affan, menantu laki-lakinya, Zainab b. Hayan, dan memberikan budak wanita lain (nama tidak diketahui) kepada ayah mertuanya Omar Ibn Khattab. Omar memberikan budak tsb kepada putranya, Abdullah. Sebagian besar sahabat elit Nabi lainnya menerima budak wanita sebagai hadiah.
Ibn Ishaq - Sirat e Rasulullah, Halaman 464
Setelah sekitar 800 s/d 900 orang dewasa laki-laki dari Bani Quraiza dipenggal dan dibuang di parit-parit yang digali di Madinah, rasul membagi harta mereka, istri dan anak-anak sebagai barang rampasan ... Dia mengambil Rayhana d. Amr b. Khunafa untuk dirinya sendiri.
Ibn Kathir - Kampanye melawan Banu Qurayzah
“Kemudian Rasulullah memerintahkan bahwa parit-parit itu harus digali, dan mereka diikat di pundak mereka, dan dipenggal. Ada antara tujuh ratus delapan ratus dari mereka. Anak-anak yang belum mencapai usia remaja dan para wanita menjadi tawanan, dan kekayaan mereka dirampas. ”
Quran menyebutkan insiden ini secara singkat dalam dua ayat 33.26-27.
Q33: 26-27 “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. ”
Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadits 68
Diceritakan Aisha: Ketika Rasul Allah kembali pada hari (dari pertempuran) Al-Khandaq (yaitu Palung), dia meletakkan tangannya dan mandi. Kemudian Gabriel yang kepalanya tertutup oleh debu, datang kepadanya dan berkata, “Kamu telah menurunkan lenganmu! Demi Allah, aku belum meletakkan tanganku. ”Rasul Allah berkata,“ Ke mana (pergi sekarang)? ”Gabriel berkata,“ Lewat sini, ”menunjuk ke arah suku Bani Quraiza. Maka Rasul Allah pergi ke arah mereka.
Sahih Bukhari - Volume 5, Buku 59, Hadis 362
Diriwayatkan Ibn `Umar: Bani An-Nadir dan Bani Quraiza bertempur (melawan Nabi melanggar perjanjian damai mereka), sehingga Nabi mengasingkan Bani An-Nadir dan mengizinkan Bani Quraiza untuk tetap di tempat mereka (di Madinah) tidak mengambil apapun dari mereka sampai mereka berjuang melawan Nabi lagi). Dia kemudian membunuh orang-orang mereka dan membagikan perempuan, anak-anak dan harta benda mereka di antara kaum Muslim, tetapi beberapa dari mereka datang kepada Nabi dan dia memberi mereka keamanan, dan mereka memeluk Islam. Dia mengasingkan semua orang Yahudi dari Madinah. Mereka adalah orang Yahudi dari Bani Qainuqa ’, suku` Abdullah bin Salam dan orang Yahudi Bani Haritha dan semua orang Yahudi Madinah lainnya.
Sahih Muslim - Buku 19, Hadis 4364
Ini telah diriwayatkan dengan otoritas dari Ibn Umar bahwa orang-orang Yahudi dari Banu Nadir dan Bani Quraizi berperang melawan Rasulullah yang mengusir Banu Nadir, dan membiarkan Quraiza tetap tinggal, dan mengabulkan permohonan kepada mereka sampai mereka juga berperang melawannya. membunuh orang-orang mereka, dan membagi-bagikan para wanita, anak-anak dan properti mereka di antara kaum Muslim, kecuali bahwa beberapa dari mereka telah bergabung dengan Rasulullah yang memberi mereka keamanan. Mereka memeluk Islam. Rasulullah mengusir semua orang Yahudi di Madinah. Bani Qainuqa (suku 'Abdullah b. Salim) dan orang-orang Yahudi dari Banu Haritha dan setiap orang Yahudi lainnya yang berada di Madinah.
Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadith 280
Diceritakan Abu Sa'id Al-Khudri: Ketika suku Bani Quraiza siap menerima keputusan Sad, Rasul Allah mengirim untuk Sad yang berada di dekatnya. Sedih datang, mengendarai keledai dan ketika dia mendekat, Rasul Allah berkata (kepada Ansar), “Berdiri untuk pemimpinmu.” Kemudian Sad datang dan duduk di samping Rasul Allah yang berkata kepadanya. “Orang-orang ini siap menerima penilaianmu.” Sad berkata, “Saya memberikan penilaian bahwa prajurit mereka harus dibunuh dan anak-anak dan wanita mereka harus diambil sebagai tahanan.” Nabi lalu berkata, “O Sedih! Anda telah memberikan penilaian serupa dengan Penghakiman Allah (atau keputusan Raja). "
Sunan Abu Dawud - Buku 38, Hadis 4390
Diriwayatkan Atiyyah al-Qurazi: Saya termasuk di antara tawanan Banu Qurayza. Mereka (Para Sahabat) memeriksa kami, dan mereka yang mulai menumbuhkan rambut disekitar kelamin (pubes) dibunuh, dan mereka yang tidak terbunuh. Saya termasuk orang-orang yang belum menumbuhkan rambut.
Sunan Abu Dawud - Buku 14, Hadis 2665
Diceritakan Aisha, Ummul Mu’minin: Hanya ada satu wanita dari Banu Qurayzah yang terbunuh. Dia bersamaku, berbicara dan tertawa terbahak-bahak sementara Rasul Allah membunuh orang-orangnya dengan pedang. Tiba-tiba seorang pria memanggil namanya: Di mana ada-dan-begitu? Dia berkata: Saya bertanya: Apa yang terjadi dengan Anda? Dia berkata: Saya melakukan tindakan baru. Dia berkata: Pria itu membawanya dan memenggalnya. Dia berkata: Saya tidak akan lupa bahwa dia tertawa terbahak-bahak meskipun dia tahu bahwa dia akan dibunuh.
Sumber: Islam Religion of War
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemimpin Iran Ali Khomeini Mati Dibunuh Oleh Amerika Serikat dan Israel
Sudah waktunya memang dia harus mati, pembunuh rakyatnya sendiri yg menggunakan ekonomi Iran hanya untuk mendukung teroris Hamas di Palestin...
-
Jutaan orang Muslim tidak tahu siapa Muhammad sebenarnya. Mereka menganggapnya sebagai malaikat yang tidak berbuat dosa dan merupakan co...
-
Mayoritas muslim banyak yang bilang bahwa agama Islam itu agama yang mengangkat derajat wanita. Tapi coba baca beberapa ayat Al-Quran dan...
-
Mayoritas Muslim banyak yang tidak tahu bahwa Nabi Muhammad telah melakukan pembunuhan massal terhadap suku Yahudi yang disebut Banu Qur...



























