Blog yang mengkritisi Islam melalui ayat-ayat Alquran dan juga hadis nabi Muhammad SAW.
Hukuman Bagi Yang Murtad Dari Islam
Apakah agama Islam mendukung kebebasan beragama atau memberi hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam?
Mereka yang berpaling dari Islam harus di eksekusi. Ini di tegaskan oleh kata-kata dan contoh perbuatan dari nabi Muhammad. Satu-satunya kebebasan beragama dalam Islam adalah kebebasan untuk menjadi Muslim.
Quran 4:89 - Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong.
Ayat 4:65 mengatakan bahwa mereka yang beriman kepada Allah berada dalam kondisi "penyerahan penuh" pada ajaran Muhammad. Ayat selanjutnya menjelaskan apa yang akan terjadi pada Muslim yang tidak "beriman" dan (bersama dengan ayat 90-91) tidak setuju untuk diasingkan dan ditaklukkan.
Quran (9:11-12) - Dan jika mereka bertobat, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti.
Ayat-ayat Quran lain yang mendukung Hadits dalam penetapan hukuman mati bagi orang yang murtad antara lain adalah ayat-ayat Al-Quran 2: 217, 9: 73-74, 88:21, 5:54, 9:66.
Hadis Nabi
Koleksi hadis-hadis berikut mengisahkan tentang tindakan Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang membunuh orang-orang murtad dari Islam. Menurut ayat 4:80 dari Quran: "Mereka yang mematuhi Rasul mematuhi Allah."
Sahih Bukhari (52: 260) - "... Nabi berkata, 'Jika seseorang (seorang Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.'
Sahih Bukhari (83:37) - "Rasul Allah tidak pernah membunuh siapa pun kecuali dalam salah satu dari tiga situasi berikut: (1) Seseorang yang membunuh seseorang secara tidak adil, terbunuh (di Qisas,) (2) orang yang sudah menikah tapi melakukan hubungan seksual dengan orang lain (3) seorang pria yang berperang melawan Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan Islam dan menjadi murtad. "
Sahih Bukhari (84:57) - [Berkata] "Rasul Allah, 'Siapa pun yang mengubah agama Islamnya, maka bunuh dia.'
Sahih Bukhari (89: 271) - Seorang pria yang memeluk Islam, kemudian kembali ke agama Yudaisme harus dibunuh sesuai dengan "putusan Allah dan rasulnya."
Sahih Bukhari (84:58) - "Ada seorang lelaki terbelenggu di samping Abu Muisa. Mu'adh bertanya, 'Siapakah ini (lelaki)?' Abu Muisa berkata, "Dia adalah seorang Yahudi dan menjadi seorang Muslim dan kemudian kembali ke agama Yudaisme." Kemudian Abu Muisa meminta Mu'adh untuk duduk tetapi Mu'adh berkata, "Aku tidak akan duduk sampai dia terbunuh. Ini adalah keputusan Allah dan Rasul-Nya (untuk kasus-kasus seperti itu) dan mengulanginya tiga kali." Lalu Abu Musa memerintahkan agar orang itu dibunuh, dan dia terbunuh. Abu Musa menambahkan, 'Kemudian kita membahas shalat malam' '
Sahih Bukhari (84: 64-65) - "Rasul Allah: 'Selama hari-hari terakhir akan muncul beberapa orang muda bodoh yang akan mengucapkan kata-kata terbaik tetapi iman mereka tidak akan melampaui tenggorokan mereka (yaitu mereka tidak akan beriman) dan akan keluar dari (meninggalkan) agama mereka seperti anak panah keluar dari permainan. Jadi, di mana pun Anda menemukan mereka, bunuh mereka, karena siapa pun yang membunuh mereka akan mendapat hadiah pada Hari Kebangkitan. '"Ayat dari Hadis ini lebih buruk dari yang terlihat karena tidak berbicara semata-mata tentang murtad saja, tetapi mereka yang mengatakan mereka percaya tetapi tidak mempraktikkan agama mereka.
Sahih Bukhari (11: 626) - "Nabi berkata, 'Tidak ada shalat yang lebih sulit bagi orang-orang munafik daripada shalat Subuh dan shalat' Isya 'dan jika mereka mengetahui jumlah pahala dari shalat ini pada waktunya masing-masing, mereka pasti akan hadir sendiri ( di masjid) walaupun mereka harus merangkak. ' Nabi menambahkan, 'Tentu saja saya memutuskan untuk memerintahkan Mu'adh-dhin (pemanggil azan) untuk mengucapkan Iqama dan memerintahkan seorang pria untuk memimpin shalat, dan kemudian menyulut api untuk membakar semua orang yang tidak mau ikut shalat berikut dengan rumah mereka.
Abu Dawud (4346) - "Apakah tidak ada orang bijak di antara kamu yang akan melawannya ketika dia melihat bahwa aku telah menahan tanganku dari menerima kesetiaannya, dan membunuhnya?" Muhammad menghukum teman-temannya karena membiarkan seorang murtad "bertobat" di bawah tekanan. (Orang yang dimaksud adalah mantan juru tulis Muhammad, yang meninggalkannya setelah meragukan keaslian "wahyu" ilahi - setelah mengetahui bahwa perubahan tata bahasa dapat dilakukan. Dia dibawa kembali ke Muhammad setelah ditangkap di Madinah).
al-Muwatta dari Imam Malik (36.18.15) - "Utusan Allah berkata," Jika seseorang mengganti agamanya - maka serang kepalanya. "
Reliance of the Traveler (Hukum Islam) o8.1 - "Ketika seseorang yang telah mencapai usia puber dan waras secara sukarela murtad dari Islam, ia layak dibunuh." (o8.4 menegaskan bahwa tidak ada hukuman bagi orang yang membunuh seorang murtad).
Hukum Islam:
Ada juga konsensus dari ke empat mazhab Islam Sunni (yaitu, Maliki, Hanbali, Hanafi, dan Shafi), serta ahli hukum Syiah klasik, bahwa orang yang murtad dari Islam harus dihukum mati. Proses menyatakan seseorang sebagai murtad dikenal sebagai takfir dan orang kafir disebut murtad.
Averroes (w. 1198), adalah filsuf dan sarjana ilmu-ilmu alam terkenal, yang juga merupakan seorang ahli hukum Maliki memberikan pendapat tentang hukuman bagi seorang murtad: "Seorang murtad ... harus dieksekusi dengan persetujuan dalam kasus seorang pria, karena perkataan Nabi, 'Bunuh orang-orang yang mengubah din [agama] mereka' ... Meminta orang yang murtad untuk bertobat ditetapkan sebagai syarat ... sebelum eksekusi. "
Akademi Riset Islam kontemporer (yaitu, 1991) Al-Azhar (Kairo) telah mengesahkan manual Hukum Islam, Umdat al-Salik (hal. 595-96) menyatakan: "Meninggalkan Islam adalah bentuk ketidakpercayaan (kufur) yang terburuk dari yang terburuk. .... Ketika seseorang yang telah mencapai pubertas dan waras secara sukarela murtad dari Islam, dia layak dibunuh. Dalam kasus seperti itu, adalah wajib ... memintanya untuk bertobat dan kembali ke Islam. Jika dia melakukannya diterima darinya, tetapi jika dia menolak, dia harus segera dibunuh. "
Catatan
Orang-orang awam di dunia pada umumnya percaya bahwa jika Tuhan menginginkan orang mati karena kepercayaan agama mereka, maka ia (Tuhan) akan melakukannya sendiri, tapi dalam Islam kemurtadan dianggap sebagai masalah yang sangat serius sehingga menyebabkan perang saudara di dalam Islam sendiri.
Segera setelah kematian Muhammad, beberapa suku ingin meninggalkan Islam dan kembali ke agama pilihan mereka sendiri. Dalam sebuah konflik yang dikenal sebagai Perang Riddah (murtad), mereka (para murtadin) dibantai di tempat-tempat yang disebut sebagai "Taman Kematian" dan "Gulley of Blood". Ini terjadi selama pemerintahan yang keras dan agresif dari khalifah pertama yaitu Abu Bakar. Dia juga menginginkan pembayaran upeti tetap lancar mengalir masuk kembali ke Mekah. Dalam beberapa bulan, banyak sekali orang yang mati, termasuk Muslim yang hafal Al-Quran.
Ali, yang merupakan khalifah ke empat adalah menantu Muhammad dan juga merupakan salah seorang yang pertama kali memeluk Islam. Dia jugalah yang membakar orang hidup-hidup karena ingin mengikuti jejak hati nurani mereka sendiri. Seorang lelaki tua bernama Rumahis b. Mansur, yang menyesal meninggalkan agama Kristen dan bersumpah untuk tidak menjadi Muslim, dengan cepat dipenggal oleh Ali. (al-Tabari v.17 hal.191).
Selama 1400 tahun, tidak pernah ada sistem hukum Islam yang tidak menetapkan hukuman mati bagi umat Islam yang memilih untuk meninggalkan Islam. Bahkan di negara-negara Islam modern yang sekuler dengan konstitusi yang "menjamin" kebebasan beragama pun, tetap saja ada hukum yang secara de facto mendukung intimidasi dan pembunuhan terhadap orang-orang yang murtad dari Islam.
Islam moderat atau orang-orang yang membela Islam merasa malu bahwa agama mereka mendukung pembunuhan terhadap orang-orang murtad. (sebagaimana dikritik Geert Wilders, "Agama apa pun yang mengundang Anda masuk tetapi kemudian tidak akan membiarkan Anda keluar tidak layak lagi disebut sebagai agama"). Ada beberapa cara yang biasanya digunakan para pembela Islam ini untuk melakukan pembelaan terhadap masalah ini, di antaranya:
Para pembela Islam ini biasanya akan mengutip ayat 2: 256 untuk konsumsi orang Barat. Ayat itu menyatakan, "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat." Mereka mungkin juga akan mengutip sebagian dari ayat 10: 99-100, "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?"
Apa yang mereka tidak jelaskan adalah bahwa kedua ayat itu diucapkan oleh Muhammad pada saat permulaan dia menyebarkan Islam, yaitu saat dia belum memiliki banyak umat (pasukan jihad) dan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa agamanya ke orang lain. Ayat-ayat Islam yang ‘sopan’ ini pada akhirnya di anulir oleh ayat-ayat selanjutnya, seperti ayat 9:29, yang dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman sampai mereka menyerah dan masuk Islam atau siap menerima penghinaan di bawah pemerintahan Islam.
Para muslim apologist ini juga mengabaikan tindakan Muhammad di Mekah dan para sahabat setelah kematiannya, khususnya Perang Ridda yang penuh darah. Bagaimana mungkin mereka yang paling dekat dengan nabi merasa bahwa seharusnya tidak ada "paksaan dalam agama" jika mereka diperintahkan untuk membunuh siapa pun yang ingin meninggalkan Islam?
Muhammad menyebut para Sahabatnya sebagai 'generasi Muslim yang terbaik' (Sahih Bukhari 6429), namun pada akhirnya 'generasi Muslim yang terbaik' itu saling berperang satu sama lain karena perbedaan pendapat tentang agama dan tuduhan kemurtadan.
"Agama Pembawa Kedamaian" ini meluas ke seluruh dunia dengan cara menaklukkan orang-orang dari agama lain dan kemudian membuat hidup mereka menjadi lebih sengsara jika mereka tidak mau "memeluk" Islam. Setelah shahada diucapkan, seseorang akan langsung terkunci dalam agama ini. Tanda-tanda kesaksian palsu - seperti membesarkan anak-anak mereka dengan agama lain - hukumannya mati. Dengan cara demikian, Islam secara bertahap membunuh kepercayaan/ agama-agama lain.
Salah satu cendekiawan Sunni yang paling disegani di dunia, Yusuf al-Qaradawi, mengakui pada tahun 2012, bahwa jika Muslim "menghapuskan hukuman murtad, mungkin Islam tidak akan ada hari ini". (Cukup mengherankan, ia tidak meminta maaf atas pemancungan, penyiksaan, pembakaran, dan pembunuhan jutaan orang, melainkan mencoba merasionalisasikannya).
Sementara beberapa kaum Islam apologis mencoba untuk menghaluskan dan menjauhkan Islam dari salah satu aturan2nya yang paling keras dan kejam, pembela Muslim paling populer di dunia baru-baru ini menegaskan bahwa hukuman mati harus diterapkan pada mereka yang meninggalkan Islam. (Ironisnya Zakir Naik berkomentar di saluran televisi Inggris yang bernama Peace TV).
Pada tahun 2018, seorang sarjana Saudi terkemuka yang mempunyai sekitar 110k pengikut Twitter dan komitmennya untuk membersihkan "kesalahpahaman" tentang Islam, menegaskan bahwa mereka yang meninggalkan agama harus diadili dan dibunuh oleh 'penguasa Muslim': "Ini adalah HUKUM dalam Islam, dan jika Anda tidak menyukainya, Kami juga tidak menyukai hukum Anda! "
Pada tahun 2018, Mauritania mengamanatkan hukuman mati bagi siapa saja yang menghujat Allah atau meninggalkan Islam. Dua tahun sebelumnya, ISIS memenggal seorang bocah lelaki berusia 14 tahun di depan orang tuanya karena lupa shalat. Tidak ada sedikit pun protes dari dunia Muslim untuk kedua kejadian tersebut. Tindakan terakhir sebenarnya konsisten dengan perintah Muhammad yang terakhir dimana dia memerintahkan untuk membakar orang-orang yang tidak mau shalat (berikut dengan rumah mereka).
Kita perhatikan bahwa banyak umat Islam yang bersikeras bahwa mandat untuk membunuh orang-orang murtad dari Islam bukanlah merupakan bagian dari agama mereka, tapi dalam kenyataannya jika ada orang yg terbunuh karena murtad mereka tidak pernah menyoalkannya. Mereka tahu dan siapa pun juga tahu bahwa Islam tidak akan pernah dapat bersaing dalam arena demokrasi dan harus selalu mengandalkan ancaman dan rasa takut agar muslim tetap setia kepada Islam.
Diterjemahkan dari: The Religion of Peace
Mendengarkan Musik Itu Haram Menurut Islam
Sekali lagi hidup kita dibuat susah dengan agama satu ini, yaitu musik yang merupakan bagian besar dari kehidupan kita sehari-hari ternyata dianggap haram di dalam Islam. Alasannya? Karena mendengarkan musik dapat mengalihkan perhatian kita dari sang Allah dan membuat kita menyembah musik (Setaaaan). Ya Allah, begitu cemburuannya dirimu sehingga musik pun kau larang.
Berikut hadis nabi yang melarang umatnya yang terbaik mendengarkan musik dan jika masih mendengarkan musik kita diancam akan berubah menjadi babi dan monyet:
Diriwayatkan Abu 'Amir atau Abu Malik Al-Ash'ari:
bahwa ia mendengar Nabi berkata, "Dari antara pengikut-pengikut saya akan ada beberapa umat yang menganggap hubungan seksual yang tidak sah, mengenakan sutra, minum-minuman beralkohol dan penggunaan alat musik, sebagai halal. Dan akan ada ada beberapa orang yang akan tinggal di dekat sisi gunung dan di malam hari gembala mereka akan datang kepada mereka dengan domba-domba mereka dan meminta mereka untuk sesuatu, tetapi mereka akan berkata kepadanya, 'Kembalilah kepada kami besok.' Allah akan menghancurkan mereka pada malam hari dan membiarkan gunung itu jatuh ke atas mereka, dan Dia akan mengubah mereka semua menjadi monyet dan babi dan mereka akan tetap demikian sampai Hari Kebangkitan." - Sahih al-Bukhari 5590 -
Berikut dari Al-Quran (walau tidak spesifik menyebutkan musik tapi para sahabat nabi dan ahli tafsir quran menafsirkannya sebagai musik):
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. - Surat Luqman 31:6 -
Berkata ahli tafsir dikalangan para shahabat, yaitu IBNU MAS’UUD radhiyallaahu ‘anhumaa:
“Yang dimaksud (“al-laghwu” dalam ayat diatas) adalah NYANYIAN.. demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.”
Beliau mengatakan hal tersebut sebanyak tiga kali
(Lihat Jami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, Ibnu Jarir Ath Thobari, 20/127)
Berikut larangan bermusik dari ayat Quran yang lain:
Allah Ta’ala berfirman,
“Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka, bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS. An Najm: 59-62)
Apa makna saamiduun?
Ditafsirkan ahli tafsir dikalangan para shahabat, yaitu IBNU ‘ABBAS radhiyallaahu ‘anhumaa:
“Maksudnya adalah NYANYIAN”
(Lihat Tafsiir ath thabariy no. 25273, dan juga Zaadul Masiir, 5/448)
Berkata muridnya Ibnu ‘Abbaas, yaitu ‘Ikrimah rahimahullaah:
Yaitu, jika mereka mendengarkan Al-Qur’an yang dibacakan, maka mereka BERNYANYI-NYANYI dan bermain-main hingga mereka tidak mendengarkannya…
(Lihat Tafsiir al Qurthubiy, juga Ighatsatul Lahfan, 1/258)
4 Mazhab Sunni Islam yatu Syafi’i, Hambali, Maliki dan Hanafi ke empat-empatnya juga menyatakan musik itu haram. Yah bener, Islam is not fun, Islam gak asik.
Pembunuhan Massal Suku Banu Qurayza Oleh Nabi Muhammad
Tidak lama setelah hijrah ke Madinah dari Mekah pada tahun 622, Nabi Muhammad mulai menyerang karavan-karavan pedagang yang melakukan perjalanan ke dan dari kota tetangga Mekah. Dia mencuri harta mereka dan membunuh siapa saja yang mencoba membela diri(Ibn Ishaq / Hisham 424-425). Setelah beberapa tahun, orang-orang Mekah akhirnya menyadari bahwa mereka harus mencoba menguasai kembali kota Madinah, karena kota itu digunakan sebagai basis operasi oleh Muhammad dan pasukannya. Pada tahun 627, mereka mengirim pasukan ke pinggiran kota dan bersiap-siap untuk memulai perang yang akhirnya terkenal dengan sebutan perang Parit. Kenapa disebut perang Parit disebabkan orang Muslim menggali parit di sekitar bagian utara dan barat kota yang terekspos untuk menghentikan serangan militer dari kota.
Muhammad dan suku Yahudi Banu Qurayza dari Madinah telah menandatangani perjanjian bantuan timbal balik untuk melindungi diri mereka dari serangan orang Mekah dan sekutu-sekutunya. Pada 627, saat kaum Quraish dan sekutunya telah mengepung kota Madinah, Qurayza melanggar perjanjian dengan memasuki perundingan dengan tentara Mekah, dengan tujuan untuk menyerang Muslim dari belakang sementara penyerang lainnya menyerang dari depan. Qurayza tidak berpartisipasi dalam pertempuran dan bertentangan dengan informasi awam; Qurayza sama sekali tidak menyerang kaum Muslim.
Karena Banu Qurayza tidak mau membantu kaum Quraish dan tentara sekutunya untuk menyerang kaum muslim, akhirnya pengepungan tersebut dibatalkan dan pasukan pengepung akhirnya mundur. Hanya ada enam orang Muslim yang terbunuh dalam Pertempuran Parit. Setelah penarikan orang-orang Mekah dan sekutu-sekutunya, Muhammad memimpin pasukannya melawan orang-orang dari suku Banu Qurayza. Selanjutnya, suku itu dituduh melakukan pengkhianatan.
Bani Qurayza dipaksa menyerah dan orang-orangnya dipenggal kepalanya, sementara semua wanita dan anak-anak ditawan dan diperbudak. Parit-parit digali di mana mereka dipenggal dan dibuang. Dan seperti biasa para wanita dibagikan di antara pria Muslim yang bersemangat untuk bersenang-senang dengannya. Muhammad memilih nama lain 17 tahun Rayhana bint Zayd untuk dirinya sendiri. Sejarawan Islam mendokumentasikan kejadian ini dengan lengkap. Muhammad memutuskan untuk memberikan hukuman kepada seluruh suku termasuk anak-anak lelaki. Berikut di bawah ini adalah hadis-hadis nabi Muhammad dan ayat Al-Quran yang menceritakan kisah pembunuhan massal suku Yahudi Banu Qurayza tersebut:
Al-Tabari -Volume 8, Halaman 38
Muhammad memerintahkan agar semua anak laki-laki dari suku Yahudi Banu Qurayza dipenggal kepalanya. Rasulullah memerintahkan bahwa semua pria dan anak laki-laki Yahudi yang telah mencapai pubertas harus dipenggal. Kemudian Nabi membagi kekayaan, istri, dan anak-anak dari orang Yahudi Banu Qurayza di antara kaum Muslim.
Al-Tabari, Volume 8, Halaman 29-30
Dari keseluruhan budak wanita yang didapat nabi memberi menantu laki-lakinya, Ali, seorang budak wanita, Raytah bt Hilal. Dia juga menghadiahkan Utsman b. Affan, menantu laki-lakinya, Zainab b. Hayan, dan memberikan budak wanita lain (nama tidak diketahui) kepada ayah mertuanya Omar Ibn Khattab. Omar memberikan budak tsb kepada putranya, Abdullah. Sebagian besar sahabat elit Nabi lainnya menerima budak wanita sebagai hadiah.
Ibn Ishaq - Sirat e Rasulullah, Halaman 464
Setelah sekitar 800 s/d 900 orang dewasa laki-laki dari Bani Quraiza dipenggal dan dibuang di parit-parit yang digali di Madinah, rasul membagi harta mereka, istri dan anak-anak sebagai barang rampasan ... Dia mengambil Rayhana d. Amr b. Khunafa untuk dirinya sendiri.
Ibn Kathir - Kampanye melawan Banu Qurayzah
“Kemudian Rasulullah memerintahkan bahwa parit-parit itu harus digali, dan mereka diikat di pundak mereka, dan dipenggal. Ada antara tujuh ratus delapan ratus dari mereka. Anak-anak yang belum mencapai usia remaja dan para wanita menjadi tawanan, dan kekayaan mereka dirampas. ”
Quran menyebutkan insiden ini secara singkat dalam dua ayat 33.26-27.
Q33: 26-27 “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. ”
Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadits 68
Diceritakan Aisha: Ketika Rasul Allah kembali pada hari (dari pertempuran) Al-Khandaq (yaitu Palung), dia meletakkan tangannya dan mandi. Kemudian Gabriel yang kepalanya tertutup oleh debu, datang kepadanya dan berkata, “Kamu telah menurunkan lenganmu! Demi Allah, aku belum meletakkan tanganku. ”Rasul Allah berkata,“ Ke mana (pergi sekarang)? ”Gabriel berkata,“ Lewat sini, ”menunjuk ke arah suku Bani Quraiza. Maka Rasul Allah pergi ke arah mereka.
Sahih Bukhari - Volume 5, Buku 59, Hadis 362
Diriwayatkan Ibn `Umar: Bani An-Nadir dan Bani Quraiza bertempur (melawan Nabi melanggar perjanjian damai mereka), sehingga Nabi mengasingkan Bani An-Nadir dan mengizinkan Bani Quraiza untuk tetap di tempat mereka (di Madinah) tidak mengambil apapun dari mereka sampai mereka berjuang melawan Nabi lagi). Dia kemudian membunuh orang-orang mereka dan membagikan perempuan, anak-anak dan harta benda mereka di antara kaum Muslim, tetapi beberapa dari mereka datang kepada Nabi dan dia memberi mereka keamanan, dan mereka memeluk Islam. Dia mengasingkan semua orang Yahudi dari Madinah. Mereka adalah orang Yahudi dari Bani Qainuqa ’, suku` Abdullah bin Salam dan orang Yahudi Bani Haritha dan semua orang Yahudi Madinah lainnya.
Sahih Muslim - Buku 19, Hadis 4364
Ini telah diriwayatkan dengan otoritas dari Ibn Umar bahwa orang-orang Yahudi dari Banu Nadir dan Bani Quraizi berperang melawan Rasulullah yang mengusir Banu Nadir, dan membiarkan Quraiza tetap tinggal, dan mengabulkan permohonan kepada mereka sampai mereka juga berperang melawannya. membunuh orang-orang mereka, dan membagi-bagikan para wanita, anak-anak dan properti mereka di antara kaum Muslim, kecuali bahwa beberapa dari mereka telah bergabung dengan Rasulullah yang memberi mereka keamanan. Mereka memeluk Islam. Rasulullah mengusir semua orang Yahudi di Madinah. Bani Qainuqa (suku 'Abdullah b. Salim) dan orang-orang Yahudi dari Banu Haritha dan setiap orang Yahudi lainnya yang berada di Madinah.
Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadith 280
Diceritakan Abu Sa'id Al-Khudri: Ketika suku Bani Quraiza siap menerima keputusan Sad, Rasul Allah mengirim untuk Sad yang berada di dekatnya. Sedih datang, mengendarai keledai dan ketika dia mendekat, Rasul Allah berkata (kepada Ansar), “Berdiri untuk pemimpinmu.” Kemudian Sad datang dan duduk di samping Rasul Allah yang berkata kepadanya. “Orang-orang ini siap menerima penilaianmu.” Sad berkata, “Saya memberikan penilaian bahwa prajurit mereka harus dibunuh dan anak-anak dan wanita mereka harus diambil sebagai tahanan.” Nabi lalu berkata, “O Sedih! Anda telah memberikan penilaian serupa dengan Penghakiman Allah (atau keputusan Raja). "
Sunan Abu Dawud - Buku 38, Hadis 4390
Diriwayatkan Atiyyah al-Qurazi: Saya termasuk di antara tawanan Banu Qurayza. Mereka (Para Sahabat) memeriksa kami, dan mereka yang mulai menumbuhkan rambut disekitar kelamin (pubes) dibunuh, dan mereka yang tidak terbunuh. Saya termasuk orang-orang yang belum menumbuhkan rambut.
Sunan Abu Dawud - Buku 14, Hadis 2665
Diceritakan Aisha, Ummul Mu’minin: Hanya ada satu wanita dari Banu Qurayzah yang terbunuh. Dia bersamaku, berbicara dan tertawa terbahak-bahak sementara Rasul Allah membunuh orang-orangnya dengan pedang. Tiba-tiba seorang pria memanggil namanya: Di mana ada-dan-begitu? Dia berkata: Saya bertanya: Apa yang terjadi dengan Anda? Dia berkata: Saya melakukan tindakan baru. Dia berkata: Pria itu membawanya dan memenggalnya. Dia berkata: Saya tidak akan lupa bahwa dia tertawa terbahak-bahak meskipun dia tahu bahwa dia akan dibunuh.
Sumber: Islam Religion of War
Surat Wasiat Dari Pelaku Bom Bali Imam Samudera
Sengaja diselipkan disini surat wasiat dari Imam Samudera, untuk memperlihatkan betapa sakitnya otak dan jiwa manusia akibat terlalu bergumul serius dengan agama Islam. Yah inilah Islam sebenar-benarnya, nurutin kisah hidup Nabi nya.
Imam Samudera (terlahir Abdul Aziz, lahir di Lopang, Serang, Serang, Banten, 14 Januari 1969 – meninggal di Nusa Kambangan, 9 November 2008 pada umur 39 tahun) adalah terpidana mati dalam Bom Bali 2002. Abdul Aziz adalah anak kedelapan dari 11 bersaudara. Ayahnya, Sihabuddin, dan ibunya, Embay Badriani, bercerai sewaktu Aziz masih anak-anak. - Wikipedia -
Berikut surat wasiat dari Imam Samudera:
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji hanya milik Allah, sesembahan seluruh makhluk dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Shalallohu’alaihi Wassalam.
Telah kuterima suratmu akhi, diantara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim. Sepucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Allah, Pemelihara alam semesta dan sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.
Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazzamkan dirinya kepada JIHAD dan MATI SYAHID untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar, Amerika dan Yahudi Laknat.
Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.
Akhi, jagalah malammu kepada Allah azza wa jalla. Selalulah isi malam-malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.
Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Allah mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Allah. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Allah, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.
Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukanlah aksi-aksi syahid di manapun antum semua berada. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir. Sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, ia adalah ISLAM atau KAFIR. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian daripada ibadah sunah kalian.
Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yeng menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Allah untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah teror atas mereka sebagaimana mereka melakukan teror dan pembantaian atas saudara kita di Palestina, Afghanistan dan seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh orang saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.
Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa muslim, namun mereka justru menjadi mesin pembantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Allah terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk jannah.
Ingatlah akhi, Jannah itu diraih dengan jalan pedang dan pertempuran. Jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya Jannah yang telah dijanjikan Allah kepada para pembela dan pengawal Islam.
Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita. Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita. Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap Muslimah kita. Berjanjilah untuk membalasnya akhi. Berjanjilah, bunuhlah para pemimpin orang-orang kafir itu. Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka. Janganlah kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan. Aku akan selalu berdo’a untuk kemenangan Islam, kemenangan antum dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.
Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah. Alloh di belakang kita, masa depan milik Islam. Allahu Akbar…Allahu Akbar dan kekuatan hanya milik Allah semata.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.”
Sumber:
**http://www.mantanmuslim.com/2009/01/surat-imam-samudera.html
**http://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162091/inilah-surat-wasiat-imam-samudra
**http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/surat-wasiat-imam-samudera.html#
Imam Samudera (terlahir Abdul Aziz, lahir di Lopang, Serang, Serang, Banten, 14 Januari 1969 – meninggal di Nusa Kambangan, 9 November 2008 pada umur 39 tahun) adalah terpidana mati dalam Bom Bali 2002. Abdul Aziz adalah anak kedelapan dari 11 bersaudara. Ayahnya, Sihabuddin, dan ibunya, Embay Badriani, bercerai sewaktu Aziz masih anak-anak. - Wikipedia -
Berikut surat wasiat dari Imam Samudera:
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji hanya milik Allah, sesembahan seluruh makhluk dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Shalallohu’alaihi Wassalam.
Telah kuterima suratmu akhi, diantara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim. Sepucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Allah, Pemelihara alam semesta dan sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.
Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazzamkan dirinya kepada JIHAD dan MATI SYAHID untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar, Amerika dan Yahudi Laknat.
Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.
Akhi, jagalah malammu kepada Allah azza wa jalla. Selalulah isi malam-malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.
Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Allah mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Allah. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Allah, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.
Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukanlah aksi-aksi syahid di manapun antum semua berada. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir. Sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, ia adalah ISLAM atau KAFIR. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian daripada ibadah sunah kalian.
Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yeng menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Allah untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah teror atas mereka sebagaimana mereka melakukan teror dan pembantaian atas saudara kita di Palestina, Afghanistan dan seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh orang saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.
Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa muslim, namun mereka justru menjadi mesin pembantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Allah terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk jannah.
Ingatlah akhi, Jannah itu diraih dengan jalan pedang dan pertempuran. Jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya Jannah yang telah dijanjikan Allah kepada para pembela dan pengawal Islam.
Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita. Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita. Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap Muslimah kita. Berjanjilah untuk membalasnya akhi. Berjanjilah, bunuhlah para pemimpin orang-orang kafir itu. Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka. Janganlah kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan. Aku akan selalu berdo’a untuk kemenangan Islam, kemenangan antum dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.
Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah. Alloh di belakang kita, masa depan milik Islam. Allahu Akbar…Allahu Akbar dan kekuatan hanya milik Allah semata.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.”
Sumber:
**http://www.mantanmuslim.com/2009/01/surat-imam-samudera.html
**http://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162091/inilah-surat-wasiat-imam-samudra
**http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/surat-wasiat-imam-samudera.html#
400+ Hadis Nabi Terburuk Versi Bukhari Dan Muslim
Berikut merupakan kumpulan link lebih dari 400 hadis nabi keluaran Bukhari dan Muslim yang tidak masuk akal atau bisa dikatakan terburuk. Enjoy!
The 400+ Worst Authentic Hadiths In Bukhari and Muslim
The 400+ Worst Authentic Hadiths In Bukhari and Muslim
Kumpulan Hadis Mengerikan Tentang Nabi Muhammad Dan Islam
Link berikut merupakan kumpulan dari hadis-hadis nabi di Reddit yang judulnya 'Muhammad The Torture Master'. Apakah kita masih bisa menyebut Islam sebagai Religion of Peace dan Muhammad contoh manusia terbaik sepanjang jaman setelah membaca link tersebut? Bukan, ini bukan hoax, tapi kumpulan dari hadis nabi yang shahih atau autentik. Silakan baca!
Muhammad The Torture Master
Muhammad The Torture Master
Ritual Haji Dan Ritual Era Paganisme
Salah satu pilar penting dari agama Islam adalah menjalankan ibadah Haji yang merupakan rukun Islam terakhir atau ke lima. Tetapi tahukah anda bahwa ibadah Haji sebenarnya merupakan budaya ritual yang telah ada jauh sebelum lahirnya Islam yang kemudian dibungkus ulang dalam bentuk agama monotheis Islam? Yah, gak kreatif yah nabi kita, tapi apa mau dikata?
Menurut hadis nabi, jaman dahulunya Kabah di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala, saat itu ada sekitar 360 patung berhala di dalamnya:
Diceritakan 'Abdullah bin Masud: Nabi memasuki Mekah dan (pada waktu itu) ada tiga ratus enam puluh berhala di sekitar Kabah. Dia kemudian menikamkan berhala dengan tongkat yang ada di tangannya dan melafalkan: "Kebenaran (Islam) telah datang dan (ketidakpercayaan) telah lenyap." - Sahih Bukhari 3:43:658 -
Nabi Muhammad menghancurkan sekitar 360 patung berhala tetapi dia tetap mempertahankan Kabah dan Batu Hitam atau batu Hajar Aswad, sekaligus mengklaim bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, sayangnya klaim tersebut tidak di dukung dengan bukti-bukti historis dan arkeologis. Bahkan, kata-kata Muhammad sendirilah yang malah membantah setiap hubungan yang dia coba buat antara cerita tentang Abraham, Ismael dan Kabah.
Al-Quran menyebutkan bahwa Ibrahim (Abraham) yang membangun Kabah:
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!” - Qur'an 2:125 -
Muhammad mengatakan bahwa Kabah dibangun 40 tahun sebelum Bait Suci di Yerusalem:
Diceritakan Abu Dhaar: Saya berkata, "Wahai Rasul Allah! Masjid mana yang dibangun terlebih dahulu?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Haram." Saya bertanya, "Manakah (yang dibangun) selanjutnya?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Aqs-a (yaitu Yerusalem)." Saya bertanya, "Apa periode di antara mereka? Dia menjawab, empat puluh tahun. - Sahih Bukhari 4:55:636 -
Nah ini yang bikin bingung, kuil di Yerusalem itu di bangun oleh Sulaiman sekitar 958 - 951 BC, jika kita mau percaya ucapan Muhammad pada hadis di atas maka hitung-hitungannya Kabah seharusnya dibangun sekitar 999 - 991 BC. Nah, sementara itu Ibrahim dan Ismail sendiri hidup sekitar 2000 BC, nah loh, enggak mungkin kan mereka bisa hidup lebih dari 1000 tahun! Emangnya mereka berdua Vampire? Jadi yah sori, nabi Muhammad kayaknya asal bunyi aja dia.
Jadi, kalau Muhammad benar, maka Al-Qur'an [dan karena itu Allah] jadinya salah. Tetapi jika Al Qur'an benar bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, maka Muhammad dan hadis sahih yang salah.
Kabah itu enggak ada hubungannya dengan Ibrahim dan Ismail, Kabah itu jelas-jelas merupakan warisan pemuja berhala jauh sebelum Islam lahir. Profesor asal Egypt dan ahli sastra Arab bernama Dr. Taha Husayn sendiri bilang bahwa Islam telah mengeksploitasi cerita tersebut untuk kepentingannya sendiri.
Dan lagi, menurut hadis sahih, Muhammad bahkan pernah mempertimbangkan untuk membongkar Kabah:
Diriwayatkan Aswad: Ibn Az-Zubair berkata kepada saya, "Aisha terkadang suka memberitahumu secara rahasia tentang beberapa hal. Apa yang dia ceritakan kepadamu tentang Kabah?" Saya menjawab, "Dia mengatakan kepada saya bahwa Nabi pernah berkata, 'O' Aisha! Jika saja orang-orang mu sudah tidak menyembah berhala lagi ! Saya akan membongkar Ka'bah dan akan membuat dua pintu di dalamnya; satu untuk pintu masuk dan yang lainnya untuk keluar. " Kemudian Ibn Az-Zubair melakukan hal yang sama. - Sahih Bukhari 1:3:128 -
Jadi sekali lagi, ritual ibadah haji di Kabah dan ritual mencium batu Hajar Aswad hanya merupakan salah satu dari banyak praktik yang diadopsi dari paganisme abad ke-7 dan dikemas ulang dalam bentuk Islam monoteis versi baru.
Tuhan-tuhan berhala Arab jaman sebelum Islam biasanya disembah dalam bentuk batu persegi panjang atau batu. Misalnya, patung berhala 'Al-Lat', yang disebutkan dalam Al-Qur'an 53:19, dan diyakini oleh orang-orang kafir pra-Islam sebagai salah satu putri dari Allah, pernah dihormati sebagai batu kubik di Ta'if di Saudi Arabia. Sebuah bangunan dibangun di atas batu tersebut untuk menandainya sebagai rumah ibadat.
"Benda-benda yang dianggap keramat di jaman Arab sebelum Islam biasanya adalah dalam bentuk batu, baik itu batu karang atau batu besar, seringkali batu basal hitam persegi panjang atau tidak beraturan ... dari banyak benda-benda keramat tersebut yang paling terkenal adalah batu hitam dari Kabah di Mekah yang menjadi objek pemujaan utama dalam Islam." - Encyclopedia Britannica -
Tidak dapat disangkal bahwa Batu Hajar Aswad (Batu Hitam) adalah salah satu di antara banyak batu dan patung yang dihormati di Kabah oleh kaum musyrik (pagan) sebelum Islam. Batu Hitam telah dianggap batu keramat sejak jaman kaum musyrik (pagan) jauh sebelum Islam lahir. Meskipun Muhammad telah membuang dan menghancurkan 360 benda keramat lain tersebut dari dalam Kabah, tapi dia tetap memelihara Batu Hitam ini dan tetap mempertahankan ritual kaum musyrik tersebut sampai sekarang.
Melakukan Sai antara Safa dan Marwa adalah ritual Islam yang terkait dengan ziarah ke Mekah. Safa dan Marwa adalah dua bukit, yang terletak di kota Mekah. Ritual ini mengharuskan umat Islam berlari-lari kecil di antara dua bukit sebanyak tujuh kali. Ritual ini sebenarnya merupakan praktik masyarakat kafir (pagan) sebelum Islam. Muhammad mempertahankan ritual kaum kafir ini di dalam Islam, dan seperti biasa ada wahyu Al-Quran yang mendukung situasi tersebut.
Diceritakan 'Asim: Saya bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah Anda tidak suka melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa?" Dia berkata, "Ya, karena itu sebenarnya upacara ritual kaum musyrik sebelum Islam, tapi akhirnya Allah menurunkan wahyu: 'Sesungguhnya! (Dua gunung) As-Safa dan Al-Marwa adalah salah satu simbol Allah. Karena itu tidak ada dosa baginya yang melakukan ziarah ke Ka'bah, atau melakukan 'Umra, untuk melakukan Tawaf di antara mereka.' "(2.158) - Sahih Bukhari 2:26:710 -
Jelas, hadis di atas membenarkan bahwa Muhammad hanya mengadopsi upacara ritual penyembah berhala dari "jaman jahiliyah" tersebut ke dalam Islam dan menjustifikasinya dengan wahyu dari Al-Quran.
Ihram adalah sebuah kondisi yang harus dicapai oleh muslim atau niat sebelum berziarah ke Mekah atau naik haji. Ini melibatkan serangkaian prosedur seperti ritual mencuci, mengenakan 'pakaian Ihram', dll. Ihram pada mulanya merupakan persyaratan bagi kaum kafir/musyrik untuk menyembah berhala selama masa sebelum Islam. Muhammad mempertahankan praktik ini untuk Islam. Kaum Muslim sekarang menganggap Ihram untuk melakukan Haji atau Umrah.
Diceritakan 'Urwa: Saya bertanya kepada Aisha: ... Namun nyatanya, wahyu dari Allah ini turun untuk menerangkan kepada orang-orang Ansar yang masih menganggap “Ihram” sebagai salah satu syarat untuk menyembah dewa yg disebut “Manat” yang mereka biasa sembah di sebuah tempat bernama Al- Musharal sebelum mereka memeluk Islam, dan siapa pun yang mengasumsikan Ihram (untuk menyembah Tuhan Musyrik), akan menganggapnya tidak sah untuk melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa. - Sahih Bukhari 2:26:706 -
Tawaf, yakni mengitari Kabah sebanyak tujuh kali. Dalil yang menunjukkan wajibnya tawaf ada di dalam Alquran, surat Al-Hajj, ayat 29. Para kaum musyrik di jaman jahiliyah juga melakukan tawaf sama seperti yg dilakukan Muslim sekarang, tapi mereka melakukan tawaf dengan tujuan untuk menyembah dewa bulan yang bernama Hubal, serta 360 dewa yg lain dan juga Allah (Allah ternyata di jaman jahiliyah merupakan salah satu dewa dari banyak dewa yang disembah di sana). Nabi Muhammad sendiri pernah melakukan tawaf bersama kaum musyrik jauh sebelum 360 berhala di dalam Kabah disingkirkan olehnya di kemudian hari.
Jangan dilewatkan juga videonya si Apostate Prophet tentang Kabah dibawah ini:
Sumber: WikiIslam
Menurut hadis nabi, jaman dahulunya Kabah di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala, saat itu ada sekitar 360 patung berhala di dalamnya:
Diceritakan 'Abdullah bin Masud: Nabi memasuki Mekah dan (pada waktu itu) ada tiga ratus enam puluh berhala di sekitar Kabah. Dia kemudian menikamkan berhala dengan tongkat yang ada di tangannya dan melafalkan: "Kebenaran (Islam) telah datang dan (ketidakpercayaan) telah lenyap." - Sahih Bukhari 3:43:658 -
Nabi Muhammad menghancurkan sekitar 360 patung berhala tetapi dia tetap mempertahankan Kabah dan Batu Hitam atau batu Hajar Aswad, sekaligus mengklaim bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, sayangnya klaim tersebut tidak di dukung dengan bukti-bukti historis dan arkeologis. Bahkan, kata-kata Muhammad sendirilah yang malah membantah setiap hubungan yang dia coba buat antara cerita tentang Abraham, Ismael dan Kabah.
Al-Quran menyebutkan bahwa Ibrahim (Abraham) yang membangun Kabah:
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!” - Qur'an 2:125 -
Muhammad mengatakan bahwa Kabah dibangun 40 tahun sebelum Bait Suci di Yerusalem:
Diceritakan Abu Dhaar: Saya berkata, "Wahai Rasul Allah! Masjid mana yang dibangun terlebih dahulu?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Haram." Saya bertanya, "Manakah (yang dibangun) selanjutnya?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Aqs-a (yaitu Yerusalem)." Saya bertanya, "Apa periode di antara mereka? Dia menjawab, empat puluh tahun. - Sahih Bukhari 4:55:636 -
Nah ini yang bikin bingung, kuil di Yerusalem itu di bangun oleh Sulaiman sekitar 958 - 951 BC, jika kita mau percaya ucapan Muhammad pada hadis di atas maka hitung-hitungannya Kabah seharusnya dibangun sekitar 999 - 991 BC. Nah, sementara itu Ibrahim dan Ismail sendiri hidup sekitar 2000 BC, nah loh, enggak mungkin kan mereka bisa hidup lebih dari 1000 tahun! Emangnya mereka berdua Vampire? Jadi yah sori, nabi Muhammad kayaknya asal bunyi aja dia.
Jadi, kalau Muhammad benar, maka Al-Qur'an [dan karena itu Allah] jadinya salah. Tetapi jika Al Qur'an benar bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, maka Muhammad dan hadis sahih yang salah.
Kabah itu enggak ada hubungannya dengan Ibrahim dan Ismail, Kabah itu jelas-jelas merupakan warisan pemuja berhala jauh sebelum Islam lahir. Profesor asal Egypt dan ahli sastra Arab bernama Dr. Taha Husayn sendiri bilang bahwa Islam telah mengeksploitasi cerita tersebut untuk kepentingannya sendiri.
Dan lagi, menurut hadis sahih, Muhammad bahkan pernah mempertimbangkan untuk membongkar Kabah:
Diriwayatkan Aswad: Ibn Az-Zubair berkata kepada saya, "Aisha terkadang suka memberitahumu secara rahasia tentang beberapa hal. Apa yang dia ceritakan kepadamu tentang Kabah?" Saya menjawab, "Dia mengatakan kepada saya bahwa Nabi pernah berkata, 'O' Aisha! Jika saja orang-orang mu sudah tidak menyembah berhala lagi ! Saya akan membongkar Ka'bah dan akan membuat dua pintu di dalamnya; satu untuk pintu masuk dan yang lainnya untuk keluar. " Kemudian Ibn Az-Zubair melakukan hal yang sama. - Sahih Bukhari 1:3:128 -
Jadi sekali lagi, ritual ibadah haji di Kabah dan ritual mencium batu Hajar Aswad hanya merupakan salah satu dari banyak praktik yang diadopsi dari paganisme abad ke-7 dan dikemas ulang dalam bentuk Islam monoteis versi baru.
Tuhan-tuhan berhala Arab jaman sebelum Islam biasanya disembah dalam bentuk batu persegi panjang atau batu. Misalnya, patung berhala 'Al-Lat', yang disebutkan dalam Al-Qur'an 53:19, dan diyakini oleh orang-orang kafir pra-Islam sebagai salah satu putri dari Allah, pernah dihormati sebagai batu kubik di Ta'if di Saudi Arabia. Sebuah bangunan dibangun di atas batu tersebut untuk menandainya sebagai rumah ibadat.
"Benda-benda yang dianggap keramat di jaman Arab sebelum Islam biasanya adalah dalam bentuk batu, baik itu batu karang atau batu besar, seringkali batu basal hitam persegi panjang atau tidak beraturan ... dari banyak benda-benda keramat tersebut yang paling terkenal adalah batu hitam dari Kabah di Mekah yang menjadi objek pemujaan utama dalam Islam." - Encyclopedia Britannica -
Tidak dapat disangkal bahwa Batu Hajar Aswad (Batu Hitam) adalah salah satu di antara banyak batu dan patung yang dihormati di Kabah oleh kaum musyrik (pagan) sebelum Islam. Batu Hitam telah dianggap batu keramat sejak jaman kaum musyrik (pagan) jauh sebelum Islam lahir. Meskipun Muhammad telah membuang dan menghancurkan 360 benda keramat lain tersebut dari dalam Kabah, tapi dia tetap memelihara Batu Hitam ini dan tetap mempertahankan ritual kaum musyrik tersebut sampai sekarang.
Melakukan Sai antara Safa dan Marwa adalah ritual Islam yang terkait dengan ziarah ke Mekah. Safa dan Marwa adalah dua bukit, yang terletak di kota Mekah. Ritual ini mengharuskan umat Islam berlari-lari kecil di antara dua bukit sebanyak tujuh kali. Ritual ini sebenarnya merupakan praktik masyarakat kafir (pagan) sebelum Islam. Muhammad mempertahankan ritual kaum kafir ini di dalam Islam, dan seperti biasa ada wahyu Al-Quran yang mendukung situasi tersebut.
Diceritakan 'Asim: Saya bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah Anda tidak suka melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa?" Dia berkata, "Ya, karena itu sebenarnya upacara ritual kaum musyrik sebelum Islam, tapi akhirnya Allah menurunkan wahyu: 'Sesungguhnya! (Dua gunung) As-Safa dan Al-Marwa adalah salah satu simbol Allah. Karena itu tidak ada dosa baginya yang melakukan ziarah ke Ka'bah, atau melakukan 'Umra, untuk melakukan Tawaf di antara mereka.' "(2.158) - Sahih Bukhari 2:26:710 -
Jelas, hadis di atas membenarkan bahwa Muhammad hanya mengadopsi upacara ritual penyembah berhala dari "jaman jahiliyah" tersebut ke dalam Islam dan menjustifikasinya dengan wahyu dari Al-Quran.
Ihram adalah sebuah kondisi yang harus dicapai oleh muslim atau niat sebelum berziarah ke Mekah atau naik haji. Ini melibatkan serangkaian prosedur seperti ritual mencuci, mengenakan 'pakaian Ihram', dll. Ihram pada mulanya merupakan persyaratan bagi kaum kafir/musyrik untuk menyembah berhala selama masa sebelum Islam. Muhammad mempertahankan praktik ini untuk Islam. Kaum Muslim sekarang menganggap Ihram untuk melakukan Haji atau Umrah.
Diceritakan 'Urwa: Saya bertanya kepada Aisha: ... Namun nyatanya, wahyu dari Allah ini turun untuk menerangkan kepada orang-orang Ansar yang masih menganggap “Ihram” sebagai salah satu syarat untuk menyembah dewa yg disebut “Manat” yang mereka biasa sembah di sebuah tempat bernama Al- Musharal sebelum mereka memeluk Islam, dan siapa pun yang mengasumsikan Ihram (untuk menyembah Tuhan Musyrik), akan menganggapnya tidak sah untuk melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa. - Sahih Bukhari 2:26:706 -
Tawaf, yakni mengitari Kabah sebanyak tujuh kali. Dalil yang menunjukkan wajibnya tawaf ada di dalam Alquran, surat Al-Hajj, ayat 29. Para kaum musyrik di jaman jahiliyah juga melakukan tawaf sama seperti yg dilakukan Muslim sekarang, tapi mereka melakukan tawaf dengan tujuan untuk menyembah dewa bulan yang bernama Hubal, serta 360 dewa yg lain dan juga Allah (Allah ternyata di jaman jahiliyah merupakan salah satu dewa dari banyak dewa yang disembah di sana). Nabi Muhammad sendiri pernah melakukan tawaf bersama kaum musyrik jauh sebelum 360 berhala di dalam Kabah disingkirkan olehnya di kemudian hari.
Jangan dilewatkan juga videonya si Apostate Prophet tentang Kabah dibawah ini:
Sumber: WikiIslam
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemimpin Iran Ali Khomeini Mati Dibunuh Oleh Amerika Serikat dan Israel
Sudah waktunya memang dia harus mati, pembunuh rakyatnya sendiri yg menggunakan ekonomi Iran hanya untuk mendukung teroris Hamas di Palestin...
-
Jutaan orang Muslim tidak tahu siapa Muhammad sebenarnya. Mereka menganggapnya sebagai malaikat yang tidak berbuat dosa dan merupakan co...
-
Mayoritas muslim banyak yang bilang bahwa agama Islam itu agama yang mengangkat derajat wanita. Tapi coba baca beberapa ayat Al-Quran dan...
-
Mayoritas Muslim banyak yang tidak tahu bahwa Nabi Muhammad telah melakukan pembunuhan massal terhadap suku Yahudi yang disebut Banu Qur...



















