Pembunuhan Massal Suku Banu Qurayza Oleh Nabi Muhammad


Mayoritas Muslim banyak yang tidak tahu bahwa Nabi Muhammad telah melakukan pembunuhan massal terhadap suku Yahudi yang disebut Banu Qurayza. Suku Yahudi ini dahulu tinggal di Madinah dengan damai sebelum Muhammad tiba dan mulai memerangi mereka dan membunuh mereka. Muhammad memerintahkan pembunuhan sekitar 600 s/d 900 orang Yahudi, dan kepala mereka dipenggal dan dibuang semua ke parit. Semua wanita dan anak-anak diperbudak dan mereka digunakan sebagai selir atau dijual di pasar untuk di tukar dengan senjata dan kuda. Mari kita cermati betapa brutal dan jahatnya nabi Muhammad.

Tidak lama setelah hijrah ke Madinah dari Mekah pada tahun 622, Nabi Muhammad mulai menyerang karavan-karavan pedagang yang melakukan perjalanan ke dan dari kota tetangga Mekah. Dia mencuri harta mereka dan membunuh siapa saja yang mencoba membela diri(Ibn Ishaq / Hisham 424-425). Setelah beberapa tahun, orang-orang Mekah akhirnya menyadari bahwa mereka harus mencoba menguasai kembali kota Madinah, karena kota itu digunakan sebagai basis operasi oleh Muhammad dan pasukannya. Pada tahun 627, mereka mengirim pasukan ke pinggiran kota dan bersiap-siap untuk memulai perang yang akhirnya terkenal dengan sebutan perang Parit. Kenapa disebut perang Parit disebabkan orang Muslim menggali parit di sekitar bagian utara dan barat kota yang terekspos untuk menghentikan serangan militer dari kota.

Muhammad dan suku Yahudi Banu Qurayza dari Madinah telah menandatangani perjanjian bantuan timbal balik untuk melindungi diri mereka dari serangan orang Mekah dan sekutu-sekutunya. Pada 627, saat kaum Quraish dan sekutunya telah mengepung kota Madinah, Qurayza melanggar perjanjian dengan memasuki perundingan dengan tentara Mekah, dengan tujuan untuk menyerang Muslim dari belakang sementara penyerang lainnya menyerang dari depan. Qurayza tidak berpartisipasi dalam pertempuran dan bertentangan dengan informasi awam; Qurayza sama sekali tidak menyerang kaum Muslim.

Karena Banu Qurayza tidak mau membantu kaum Quraish dan tentara sekutunya untuk menyerang kaum muslim, akhirnya pengepungan tersebut dibatalkan dan pasukan pengepung akhirnya mundur. Hanya ada enam orang Muslim yang terbunuh dalam Pertempuran Parit. Setelah penarikan orang-orang Mekah dan sekutu-sekutunya, Muhammad memimpin pasukannya melawan orang-orang dari suku Banu Qurayza. Selanjutnya, suku itu dituduh melakukan pengkhianatan.
Bani Qurayza dipaksa menyerah dan orang-orangnya dipenggal kepalanya, sementara semua wanita dan anak-anak ditawan dan diperbudak. Parit-parit digali di mana mereka dipenggal dan dibuang. Dan seperti biasa para wanita dibagikan di antara pria Muslim yang bersemangat untuk bersenang-senang dengannya. Muhammad memilih nama lain 17 tahun Rayhana bint Zayd untuk dirinya sendiri. Sejarawan Islam mendokumentasikan kejadian ini dengan lengkap. Muhammad memutuskan untuk memberikan hukuman kepada seluruh suku termasuk anak-anak lelaki. Berikut di bawah ini adalah hadis-hadis nabi Muhammad  dan ayat Al-Quran yang menceritakan kisah pembunuhan massal suku Yahudi Banu Qurayza tersebut:

Al-Tabari -Volume 8, Halaman 38
Muhammad memerintahkan agar semua anak laki-laki dari suku Yahudi Banu Qurayza dipenggal kepalanya. Rasulullah memerintahkan bahwa semua pria dan anak laki-laki Yahudi yang telah mencapai pubertas harus dipenggal. Kemudian Nabi membagi kekayaan, istri, dan anak-anak dari orang Yahudi Banu Qurayza di antara kaum Muslim.

Al-Tabari, Volume 8, Halaman 29-30
Dari keseluruhan budak wanita yang didapat nabi memberi menantu laki-lakinya, Ali, seorang budak wanita, Raytah bt Hilal. Dia juga menghadiahkan Utsman b. Affan, menantu laki-lakinya, Zainab b. Hayan, dan memberikan budak wanita lain (nama tidak diketahui) kepada ayah mertuanya Omar Ibn Khattab. Omar memberikan budak tsb kepada putranya, Abdullah. Sebagian besar sahabat elit Nabi lainnya menerima budak wanita sebagai hadiah.

Ibn Ishaq - Sirat e Rasulullah, Halaman 464
Setelah sekitar 800 s/d 900 orang dewasa laki-laki dari Bani Quraiza dipenggal dan dibuang di parit-parit yang digali di Madinah, rasul membagi harta mereka, istri dan anak-anak sebagai barang rampasan ... Dia mengambil Rayhana d. Amr b. Khunafa untuk dirinya sendiri.

Ibn Kathir - Kampanye melawan Banu Qurayzah
“Kemudian Rasulullah memerintahkan bahwa parit-parit itu harus digali, dan mereka diikat di pundak mereka, dan dipenggal. Ada antara tujuh ratus delapan ratus dari mereka. Anak-anak yang belum mencapai usia remaja dan para wanita menjadi tawanan, dan kekayaan mereka dirampas. ”

Quran menyebutkan insiden ini secara singkat dalam dua ayat 33.26-27.

Q33: 26-27 “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. ”

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadits 68
Diceritakan Aisha: Ketika Rasul Allah kembali pada hari (dari pertempuran) Al-Khandaq (yaitu Palung), dia meletakkan tangannya dan mandi. Kemudian Gabriel yang kepalanya tertutup oleh debu, datang kepadanya dan berkata, “Kamu telah menurunkan lenganmu! Demi Allah, aku belum meletakkan tanganku. ”Rasul Allah berkata,“ Ke mana (pergi sekarang)? ”Gabriel berkata,“ Lewat sini, ”menunjuk ke arah suku Bani Quraiza. Maka Rasul Allah pergi ke arah mereka.

Sahih Bukhari - Volume 5, Buku 59, Hadis 362
Diriwayatkan Ibn `Umar: Bani An-Nadir dan Bani Quraiza bertempur (melawan Nabi melanggar perjanjian damai mereka), sehingga Nabi mengasingkan Bani An-Nadir dan mengizinkan Bani Quraiza untuk tetap di tempat mereka (di Madinah) tidak mengambil apapun dari mereka sampai mereka berjuang melawan Nabi lagi). Dia kemudian membunuh orang-orang mereka dan membagikan perempuan, anak-anak dan harta benda mereka di antara kaum Muslim, tetapi beberapa dari mereka datang kepada Nabi dan dia memberi mereka keamanan, dan mereka memeluk Islam. Dia mengasingkan semua orang Yahudi dari Madinah. Mereka adalah orang Yahudi dari Bani Qainuqa ’, suku` Abdullah bin Salam dan orang Yahudi Bani Haritha dan semua orang Yahudi Madinah lainnya.

Sahih Muslim - Buku 19, Hadis 4364
Ini telah diriwayatkan dengan otoritas dari Ibn Umar bahwa orang-orang Yahudi dari Banu Nadir dan Bani Quraizi berperang melawan Rasulullah yang mengusir Banu Nadir, dan membiarkan Quraiza tetap tinggal, dan mengabulkan permohonan kepada mereka sampai mereka juga berperang melawannya. membunuh orang-orang mereka, dan membagi-bagikan para wanita, anak-anak dan properti mereka di antara kaum Muslim, kecuali bahwa beberapa dari mereka telah bergabung dengan Rasulullah yang memberi mereka keamanan. Mereka memeluk Islam. Rasulullah mengusir semua orang Yahudi di Madinah. Bani Qainuqa (suku 'Abdullah b. Salim) dan orang-orang Yahudi dari Banu Haritha dan setiap orang Yahudi lainnya yang berada di Madinah.

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadith 280
Diceritakan Abu Sa'id Al-Khudri: Ketika suku Bani Quraiza siap menerima keputusan Sad, Rasul Allah mengirim untuk Sad yang berada di dekatnya. Sedih datang, mengendarai keledai dan ketika dia mendekat, Rasul Allah berkata (kepada Ansar), “Berdiri untuk pemimpinmu.” Kemudian Sad datang dan duduk di samping Rasul Allah yang berkata kepadanya. “Orang-orang ini siap menerima penilaianmu.” Sad berkata, “Saya memberikan penilaian bahwa prajurit mereka harus dibunuh dan anak-anak dan wanita mereka harus diambil sebagai tahanan.” Nabi lalu berkata, “O Sedih! Anda telah memberikan penilaian serupa dengan Penghakiman Allah (atau keputusan Raja). "

Sunan Abu Dawud - Buku 38, Hadis 4390
Diriwayatkan Atiyyah al-Qurazi: Saya termasuk di antara tawanan Banu Qurayza. Mereka (Para Sahabat) memeriksa kami, dan mereka yang mulai menumbuhkan rambut disekitar kelamin (pubes) dibunuh, dan mereka yang tidak terbunuh. Saya termasuk orang-orang yang belum menumbuhkan rambut.

Sunan Abu Dawud - Buku 14, Hadis 2665
Diceritakan Aisha, Ummul Mu’minin: Hanya ada satu wanita dari Banu Qurayzah yang terbunuh. Dia bersamaku, berbicara dan tertawa terbahak-bahak sementara Rasul Allah membunuh orang-orangnya dengan pedang. Tiba-tiba seorang pria memanggil namanya: Di mana ada-dan-begitu? Dia berkata: Saya bertanya: Apa yang terjadi dengan Anda? Dia berkata: Saya melakukan tindakan baru. Dia berkata: Pria itu membawanya dan memenggalnya. Dia berkata: Saya tidak akan lupa bahwa dia tertawa terbahak-bahak meskipun dia tahu bahwa dia akan dibunuh.

Sumber: Islam Religion of War


Surat Wasiat Dari Pelaku Bom Bali Imam Samudera

Sengaja diselipkan disini surat wasiat dari Imam Samudera, untuk memperlihatkan betapa sakitnya otak dan jiwa manusia akibat terlalu bergumul serius dengan agama Islam. Yah inilah Islam sebenar-benarnya, nurutin kisah hidup Nabi nya.

Imam Samudera (terlahir Abdul Aziz, lahir di Lopang, Serang, Serang, Banten, 14 Januari 1969 – meninggal di Nusa Kambangan, 9 November 2008 pada umur 39 tahun) adalah terpidana mati dalam Bom Bali 2002. Abdul Aziz adalah anak kedelapan dari 11 bersaudara. Ayahnya, Sihabuddin, dan ibunya, Embay Badriani, bercerai sewaktu Aziz masih anak-anak. - Wikipedia -

Berikut surat wasiat dari Imam Samudera:

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah, sesembahan seluruh makhluk dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Shalallohu’alaihi Wassalam.

Telah kuterima suratmu akhi, diantara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim. Sepucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Allah, Pemelihara alam semesta dan sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.

Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazzamkan dirinya kepada JIHAD dan MATI SYAHID untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar, Amerika dan Yahudi Laknat.

Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.

Akhi, jagalah malammu kepada Allah azza wa jalla. Selalulah isi malam-malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Allah mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Allah. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Allah, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.

Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukanlah aksi-aksi syahid di manapun antum semua berada. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir. Sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, ia adalah ISLAM atau KAFIR. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian daripada ibadah sunah kalian.

Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yeng menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Allah untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah teror atas mereka sebagaimana mereka melakukan teror dan pembantaian atas saudara kita di Palestina, Afghanistan dan seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh orang saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa muslim, namun mereka justru menjadi mesin pembantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Allah terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk jannah.

Ingatlah akhi, Jannah itu diraih dengan jalan pedang dan pertempuran. Jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya Jannah yang telah dijanjikan Allah kepada para pembela dan pengawal Islam.

Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita. Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita. Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap Muslimah kita. Berjanjilah untuk membalasnya akhi. Berjanjilah, bunuhlah para pemimpin orang-orang kafir itu. Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka. Janganlah kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan. Aku akan selalu berdo’a untuk kemenangan Islam, kemenangan antum dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.

Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah. Alloh di belakang kita, masa depan milik Islam. Allahu Akbar…Allahu Akbar dan kekuatan hanya milik Allah semata.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.”

Sumber:
**http://www.mantanmuslim.com/2009/01/surat-imam-samudera.html
**http://news.okezone.com/read/2008/11/09/1/162091/inilah-surat-wasiat-imam-samudra
**http://www.muslimdaily.net/berita/nasional/surat-wasiat-imam-samudera.html#

400+ Hadis Nabi Terburuk Versi Bukhari Dan Muslim

Berikut merupakan kumpulan link lebih dari 400 hadis nabi keluaran Bukhari dan Muslim yang tidak masuk akal atau bisa dikatakan terburuk. Enjoy!

The 400+ Worst Authentic Hadiths In Bukhari and Muslim

Kumpulan Hadis Mengerikan Tentang Nabi Muhammad Dan Islam

Link berikut merupakan kumpulan dari hadis-hadis nabi di Reddit yang judulnya 'Muhammad The Torture Master'. Apakah kita masih bisa menyebut Islam sebagai Religion of Peace dan Muhammad contoh manusia terbaik sepanjang jaman setelah membaca link tersebut? Bukan, ini bukan hoax, tapi kumpulan dari hadis nabi yang shahih atau autentik. Silakan baca!

Muhammad The Torture Master

Ritual Haji Dan Ritual Era Paganisme

Salah satu pilar penting dari agama Islam adalah menjalankan ibadah Haji yang merupakan rukun Islam terakhir atau ke lima. Tetapi tahukah anda bahwa ibadah Haji sebenarnya merupakan budaya ritual yang telah ada jauh sebelum lahirnya Islam yang kemudian dibungkus ulang dalam bentuk agama monotheis Islam? Yah, gak kreatif yah nabi kita, tapi apa mau dikata?


Menurut hadis nabi, jaman dahulunya Kabah di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala, saat itu ada sekitar 360 patung berhala di dalamnya:

Diceritakan 'Abdullah bin Masud: Nabi memasuki Mekah dan (pada waktu itu) ada tiga ratus enam puluh berhala di sekitar Kabah. Dia kemudian menikamkan berhala dengan tongkat yang ada di tangannya dan melafalkan: "Kebenaran (Islam) telah datang dan (ketidakpercayaan) telah lenyap." - Sahih Bukhari 3:43:658 -

Nabi Muhammad menghancurkan sekitar 360 patung berhala tetapi dia tetap mempertahankan Kabah dan Batu Hitam atau batu Hajar Aswad, sekaligus mengklaim bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, sayangnya klaim tersebut tidak di dukung dengan bukti-bukti historis dan arkeologis. Bahkan, kata-kata Muhammad sendirilah yang malah membantah setiap hubungan yang dia coba buat antara cerita tentang Abraham, Ismael dan Kabah.

Al-Quran menyebutkan bahwa Ibrahim (Abraham) yang membangun Kabah:

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!” - Qur'an 2:125 -


Muhammad mengatakan bahwa Kabah dibangun 40 tahun sebelum Bait Suci di Yerusalem:

Diceritakan Abu Dhaar: Saya berkata, "Wahai Rasul Allah! Masjid mana yang dibangun terlebih dahulu?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Haram." Saya bertanya, "Manakah (yang dibangun) selanjutnya?" Dia menjawab, "Al-Masjid-ul-Aqs-a (yaitu Yerusalem)." Saya bertanya, "Apa periode di antara mereka? Dia menjawab, empat puluh tahun. - Sahih Bukhari 4:55:636 -

Nah ini yang bikin bingung, kuil di Yerusalem itu di bangun oleh Sulaiman sekitar 958 - 951 BC, jika kita mau percaya ucapan Muhammad pada hadis di atas maka hitung-hitungannya Kabah seharusnya dibangun sekitar 999 - 991 BC. Nah, sementara itu Ibrahim dan Ismail sendiri hidup sekitar 2000 BC, nah loh, enggak mungkin kan mereka bisa hidup lebih dari 1000 tahun! Emangnya mereka berdua Vampire? Jadi yah sori, nabi Muhammad kayaknya asal bunyi aja dia.

Jadi, kalau Muhammad benar, maka Al-Qur'an [dan karena itu Allah] jadinya salah. Tetapi jika Al Qur'an benar bahwa Abraham dan Ismael lah yang membangun Kabah, maka Muhammad dan hadis sahih yang salah.

Kabah itu enggak ada hubungannya dengan Ibrahim dan Ismail, Kabah itu jelas-jelas merupakan warisan pemuja berhala jauh sebelum Islam lahir. Profesor asal Egypt dan ahli sastra Arab bernama Dr. Taha Husayn sendiri bilang bahwa Islam telah mengeksploitasi cerita tersebut untuk kepentingannya sendiri.

Dan lagi, menurut hadis sahih, Muhammad bahkan pernah mempertimbangkan untuk membongkar Kabah:

Diriwayatkan Aswad: Ibn Az-Zubair berkata kepada saya, "Aisha terkadang suka memberitahumu secara rahasia tentang beberapa hal. Apa yang dia ceritakan kepadamu tentang Kabah?" Saya menjawab, "Dia mengatakan kepada saya bahwa Nabi pernah berkata, 'O' Aisha! Jika saja orang-orang mu sudah tidak menyembah berhala lagi ! Saya akan membongkar Ka'bah dan akan membuat dua pintu di dalamnya; satu untuk pintu masuk dan yang lainnya untuk keluar. " Kemudian Ibn Az-Zubair melakukan hal yang sama. - Sahih Bukhari 1:3:128 -


Jadi sekali lagi, ritual ibadah haji di Kabah dan ritual mencium batu Hajar Aswad hanya merupakan salah satu dari banyak praktik yang diadopsi dari paganisme abad ke-7 dan dikemas ulang dalam bentuk Islam monoteis versi baru.

Tuhan-tuhan berhala Arab jaman sebelum Islam biasanya disembah dalam bentuk batu persegi panjang atau batu. Misalnya, patung berhala 'Al-Lat', yang disebutkan dalam Al-Qur'an 53:19, dan diyakini oleh orang-orang kafir pra-Islam sebagai salah satu putri dari Allah, pernah dihormati sebagai batu kubik di Ta'if di Saudi Arabia. Sebuah bangunan dibangun di atas batu tersebut untuk menandainya sebagai rumah ibadat.

"Benda-benda yang dianggap keramat di jaman Arab sebelum Islam biasanya adalah dalam bentuk batu, baik itu batu karang atau batu besar, seringkali batu basal hitam persegi panjang atau tidak beraturan ... dari banyak benda-benda keramat tersebut yang paling terkenal adalah batu hitam dari Kabah di Mekah yang menjadi objek pemujaan utama dalam Islam." - Encyclopedia Britannica -

Tidak dapat disangkal bahwa Batu Hajar Aswad (Batu Hitam) adalah salah satu di antara banyak batu dan patung yang dihormati di Kabah oleh kaum musyrik (pagan) sebelum Islam. Batu Hitam telah dianggap batu keramat sejak jaman kaum musyrik (pagan) jauh sebelum Islam lahir. Meskipun Muhammad telah membuang dan menghancurkan 360 benda keramat lain tersebut dari dalam Kabah, tapi dia tetap memelihara Batu Hitam ini dan tetap mempertahankan ritual kaum musyrik tersebut sampai sekarang.

Melakukan Sai antara Safa dan Marwa adalah ritual Islam yang terkait dengan ziarah ke Mekah. Safa dan Marwa adalah dua bukit, yang terletak di kota Mekah. Ritual ini mengharuskan umat Islam berlari-lari kecil di antara dua bukit sebanyak tujuh kali. Ritual ini sebenarnya merupakan praktik masyarakat kafir (pagan) sebelum Islam. Muhammad mempertahankan ritual kaum kafir ini di dalam Islam, dan seperti biasa ada wahyu Al-Quran yang mendukung situasi tersebut.

Diceritakan 'Asim: Saya bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah Anda tidak suka melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa?" Dia berkata, "Ya, karena itu sebenarnya upacara ritual kaum musyrik sebelum Islam, tapi akhirnya Allah menurunkan wahyu: 'Sesungguhnya! (Dua gunung) As-Safa dan Al-Marwa adalah salah satu simbol Allah. Karena itu tidak ada dosa baginya yang melakukan ziarah ke Ka'bah, atau melakukan 'Umra, untuk melakukan Tawaf di antara mereka.' "(2.158) - Sahih Bukhari 2:26:710 -

Jelas, hadis di atas membenarkan bahwa Muhammad hanya mengadopsi upacara ritual penyembah berhala dari "jaman jahiliyah" tersebut ke dalam Islam dan menjustifikasinya dengan wahyu dari Al-Quran.

Ihram adalah sebuah kondisi yang harus dicapai oleh muslim atau niat sebelum berziarah ke Mekah atau naik haji. Ini melibatkan serangkaian prosedur seperti ritual mencuci, mengenakan 'pakaian Ihram', dll. Ihram pada mulanya merupakan persyaratan bagi kaum kafir/musyrik untuk menyembah berhala selama masa sebelum Islam. Muhammad mempertahankan praktik ini untuk Islam. Kaum Muslim sekarang menganggap Ihram untuk melakukan Haji atau Umrah.

Diceritakan 'Urwa: Saya bertanya kepada Aisha: ... Namun nyatanya, wahyu dari Allah ini turun untuk menerangkan kepada orang-orang  Ansar yang masih menganggap “Ihram” sebagai salah satu syarat untuk menyembah dewa yg disebut “Manat” yang mereka biasa sembah di sebuah tempat bernama Al- Musharal sebelum mereka memeluk Islam, dan siapa pun yang mengasumsikan Ihram (untuk menyembah Tuhan Musyrik), akan menganggapnya tidak sah untuk melakukan Tawaf antara Safa dan Marwa. - Sahih Bukhari 2:26:706 -

Tawaf, yakni mengitari Kabah sebanyak tujuh kali. Dalil yang menunjukkan wajibnya tawaf ada di dalam Alquran, surat Al-Hajj, ayat 29. Para kaum musyrik di jaman jahiliyah juga melakukan tawaf sama seperti yg dilakukan Muslim sekarang, tapi mereka melakukan tawaf dengan tujuan untuk menyembah dewa bulan yang bernama Hubal, serta 360 dewa yg lain dan juga Allah (Allah ternyata di jaman jahiliyah merupakan salah satu dewa dari banyak dewa yang disembah di sana). Nabi Muhammad sendiri pernah melakukan tawaf bersama kaum musyrik jauh sebelum 360 berhala di dalam Kabah disingkirkan olehnya di kemudian hari.

Jangan dilewatkan juga videonya si Apostate Prophet tentang Kabah dibawah ini:


Sumber: WikiIslam

Ayat-Ayat Al-Quran Yang Turun Demi Kepentingan Nabi Muhammad Pribadi

Ada banyak wahyu dari Alquran yang secara kebetulan tiba-tiba turun saat beliau (nabi) sedang kepepet dan butuh bantuan dari Allah (lewat wahyu) untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari situasi kondisi yang kurang enak.

Alquran mengklaim dirinya sebagai buku yang langsung diturunkan oleh Allah dari 7 langit surga, jauh sebelum dunia di ciptakan, tapi anehnya secara amat kebetulan Alquran seringkali menolong nabi Muhammad yang sedang di landa kesusahan, jauh di jaman setelah Quran itu diturunkan sendiri, aneh bukan? Wahyu-wahyu tersebut 'secara kebetulan' menolong Muhammad baik dari persoalan-persoalan pribadi pernikahan Muhammad, ijin-ijin khusus buat dia sendiri sampai dengan justifikasi moral untuk memenuhi keinginan-keinginan pribadinya.

Pertama-tama kita harus ingat bahwa Al-Qur'an tidak memiliki waktu dan tidak diciptakan. Al-Quran diturunkan oleh Allah secara keseluruhan ke surga paling bawah ke dalam mahfoodh lawfil (tablet yang diawetkan), jauh sebelum penciptaan alam semesta. Mengatakan bahwa Quran diciptakan adalah dosa besar dan bisa membawa seseorang keluar dari Islam.

Meskipun demikian, banyak ayat-ayat dari dalam Al-Qur'an sendiri tampaknya diturunkan HANYA untuk kenyamanan Nabi Muhammad dan terkadang Allah turun tangan langsung ngurusin masalah rumah tangga pribadi Muhammad yang ece-ece dan sebenarnya bisa diselesaikan tanpa perlu keterlibatanNya.

Seperti cerita ini. Sekelompok sahabat nabi datang ke rumahnya dan mereka nongkrong di rumah nabi kelamaan, Muhammad pengen mereka cepat-cepat pulang tapi dia merasa enggak enak untuk menyuruh mereka pergi, sampai-sampai akhirnya Allah sendiri memutuskan untuk mengusir mereka pulang melalui ayat Alquran! Berikut dibawah ini ayat Alquran yang nyuruh tamu-tamu nabi cepet-cepet pulang!

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah. Al-Quran 33:53.

Menarik bukan? Allah turun tangan langsung nyuruh tamu nabi pulang!

Sekarang lihat contoh berikut ini, istri kedua Nabi Muhammad, Sauda, ​​adalah seorang wanita yang gendut dan semakin tua. Sauda merasa takut bahwa Nabi Muhammad mungkin bakalan menceraikannya (karena dia kurang menarik dan lebih tua saat itu dibandingkan dengan Aisha yang lebih muda dan cantik dan beberapa istri lainnya yg ranum), jadi dia mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa dia akan menyerahkan jatah malamnya bersamanya (karena Nabi Muhammad biasanya memiliki satu malam dengan setiap istri) agar dia tetap menjadi suaminya dan terus memberikannya secara materi. Bahkan dia rela memberikan jatahnya pada saat mereka bepergian!

Berikut Hadis nabi dan Ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal tersebut:

Diriwayatkan Ibn 'Abbas:
"Sawdah takut bahwa Nabi akan menceraikannya, jadi dia berkata: 'Jangan menceraikan aku, tetapi tetap piaralah aku dan berikan hariku untuk' Aishah. ' Nabi Muhammad setuju, dan berikut ayat Al-Quran ini kemudian turun: 'Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.'  (4: 128). "Vol. 5, Buku ke 44, Hadis 3040.


Nabi Muhammad sebagai nabi yang paling bijaksana kesayangan Tuhan tentu saja menjawab bahwa dia tidak akan menceraikan Saudah, tapi kenyataannya dia setuju menganulir jatah malamnya dengan Sauda biar bisa indehoy dengan yang lebih muda dan ranum Aisha. Beginikah kelakuan Nabi pujaan Islam?

Tentu saja Allah tidak tinggal diam dan buru-buru mengeluarkan ayat biar bisa nyelametin nabi pujaanNya. Berikut ayat Al-Quran tersebut:

Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun. - Al-Quran 33:51.

Aisha sendiri kelihatan curiga kenapa kok ayat-ayat Al-Quran ini bisa turun 'pas' waktunya. Berikut hadis yang mengungkapkan kecurigaan Aisha:

Aisha bercerita: Saya terkadang suka memandang rendah kepada wanita-wanita yang menyerahkan dirinya kepada Nabi. Dan saya suka berpikir, apakah wanita bisa menyerahkan dirinya ke pria? Tapi kemudian ayat Al-Quran pun turun : 'Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu.'(Al-Quran 33:51). Saya berkata (kepada Nabi): Sepertinya Tuhan selalu dengan cepat langsung memenuhi keinginan dan hasrat kamu. - Shahih Al Bukhari Volume 6, Buku ke 60, Hadis ke 311.

Ada lagi contoh lain dimana Nabi Muhammad mendapat pengecualian khusus dari Allah (Al-Qur'an 33:50) untuk menikahi sebanyak mungkin wanita yang ia inginkan, dan tidak satupun yang diizinkan untuk menikahi wanita sebanyak dirinya sendiri.

Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. - Al-Qur'an 33:50

Kembali ke cerita Zainab, begitu Zaid menceraikannya, Allah langsung menikahi mereka di surga tanpa upacara apa pun, wali (kerabat laki-laki), atau maher (hadiah perkawinan),  Nabi Muhammad langsung masuk ke rumahnya meskipun dia tidak mengenakan hijab atau berpakaian untuk tamu. (Lihat tautan di bawah untuk detail lebih lanjut tentang kisah lengkap ini).


Anas (Allah berkenan dengan dia) melaporkan: Ketika 'Iddah (periode menunggu setelah perceraian sebelum pernikahan kembali) dari Zainab telah berakhir, Rasul Allah (semoga damai besertanya) berkata kepada Zaid untuk menyebutkan tentang dia ke Zainab. Zaid datang kepadanya dan saat itu Zainab sedang memfermentasi tepungnya. Dia (Zaid) berkata: Ketika saya melihatnya, saya merasa dalam hati saya tentang begitu banyak kebesarannya sehingga saya tidak dapat melihat ke arahnya (hanya untuk fakta) bahwa Rasulullah (semoga damai besertanya) telah menyebutkan tentang dia. Jadi saya membalikkan punggung saya ke arahnya, dan saya membalikkan badan saya, dan berkata: Zainab, Rasul Allah (semoga damai besertanya) telah mengirim (saya) dengan sebuah pesan kepadamu. Dia berkata: Aku tidak melakukan apa pun sampai aku meminta kehendak Tuhanku. Jadi dia berdiri di tempat ibadahnya dan (ayat) Al-Qur'an (berkaitan dengan pernikahannya) turun, dan Rasul Allah (semoga damai besertanya) datang kepadanya tanpa izin ... - Shahih Muslim, Buku ke 16, Hadis ke 105.
Zainab seringkali membanggakan tentang bagaimana Tuhan menikahi mereka. Mereka secara tiba-tiba sudah menikah dan dia (nabi) langsung masuk ke rumahnya!

Anas bin Malik berkata:
Zainab bint Jahsh terkadang suka menyombongkan dirinya dihadapan istri-istri Nabi yang lain, dan berkata: "Allah menikahi saya dengan dia dari atas Surga." Dan Ayat Hijab diwahyukan sehubungan tentang dia seorang. - Sunan an-Nasa'i 3252 Buku ke 26, Hadis ke 57.


Beberapa ulama bahkan membanggakan tentang bagaimana Nabi Muhammad selalu diberikan wanita yang dia inginkan, baik wanita yang belum menikah atau bahkan menikah (referensi diperlukan).

Contoh lain dari keterlibatan langsung Allah dalam membantu Muhammad dalam masalah perkawinannya adalah ketika Aisha dan Hafsa bersekongkol untuk melawan nabi, tapi tiba-tiba Allah menurunkan ayat yang menyebutkan bahwa dia akan mengganti mereka semua dengan wanita yang lebih baik jika mereka tidak menjaga perilakunya;

Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.

Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. - Al-Quran 66:3-5

  Contoh lain yang menarik adalah saat Omar memberi saran kepada Nabi Muhammad, dan kemudian secara ajaib "Allah" menurunkan ayat sejalan dengan hal yang sama seperti yang diungkapkan Omar. Omar suka menyombongkan diri tentang bagaimana Allah “setuju dengan dia” dalam pelbagai masalahnya. Salah satu contoh adalah saat di Mekah mengambil Sanctuary of Ibrahim sebagai tempat untuk shalat/doa, yang kedua adalah tentang dimana istri-istri nabi sebaiknya harus mengenakan jilbab, dan yang ketiga adalah bahwa ia mengatakan kepada Nabi jika istri nabi tidak mendengarkan nabi, maka Allah akan memberi nabi istri yang lebih baik. Dalam ketiga kasus ini sepertinya Allah sangat menyukai saran-saran Umar dan memutuskan untuk memasukkannya ke dalam Al Qur'an.

Diriwayatkan `Umar (bin Al-Khattab):
Allah setuju dengan saya dalam tiga hal: -1. Saya berkata, "Wahai Rasul Allah saya berharap kami bisa mengambil alih stasiun Abraham sebagai tempat berdoa kami (untuk beberapa doa kami). Dan datanglah Wahyu Ilahi: Dan bawalah Anda (orang) stasiun Abraham sebagai tempat doa (untuk beberapa doa Anda misalnya dua rakaat Tawaf dari Ka'bah) ". (2,125) -2. Dan sehubungan dengan (ayat) jilbab para wanita, aku berkata, 'Ya Rasulullah Saya berharap Anda memerintahkan istri-istri Anda untuk menutupi diri mereka dari para pria karena orang baik dan jahat berbicara dengan mereka. ' Jadi ayat dari jilbab para wanita itu pun turun. -3. Setelah istri-istri Nabi membuat front persatuan melawan Nabi dan aku berkata kepada mereka, 'Mungkin jika dia (Nabi) menceraikanmu, (semua) bahwa Tuhannya (Allah) akan memberinya  istri yang lebih baik dari Anda. ' Jadi ayat ini (sama seperti yang saya katakan sebelumnya) langsung diturunkan oleh Allah "(66,5). - Sahih al-Bukhari 402 Buku ke 8, Hadis ke 53.


Banyak contoh-contoh yang lain sebenarnya, terutama yang berkaitan dengan komunitas Muslim, tetapi contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana wahyu Al-Quran ini sangat bermanfaat sekali buat kepentingan pribadi Muhammad dan memberinya otoritas lebih kepada orang-orang yang percaya kepadanya.

Kekejaman-Kekejaman Yang Dilakukan Nabi Muhammad



Jutaan orang Muslim tidak tahu siapa Muhammad sebenarnya. Mereka menganggapnya sebagai malaikat yang tidak berbuat dosa dan merupakan contoh sempurna bagi umat manusia. Mari kita lihat daftar kekejaman yang dilakukan oleh manusia "contoh sempurna" ini.

Muhammad adalah seorang panglima perang yang memimpin 27 kampanye militer melawan desa-desa yang tidak bersalah, karavan dan 38 perang lainnya.

Ibn Hisham - Kehidupan Muhammad, edisi ke 3, Pt. 6, Volume 3, Halaman 8
Muhammad melanjutkan untuk memperingatkan mereka yang bukan Muslim: Setelah hari ini tidak akan ada lagi dua agama yang ada di Saudi. Saya diturunkan oleh Allah dengan pedang di tangan saya, dan kekayaan saya akan datang dari bayangan pedang saya. Dan orang yang tidak setuju dengan saya akan dipermalukan dan dianiaya.

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadis 256
Nabi ditanya apakah diizinkan untuk menyerang para prajurit kafir di malam hari dengan kemungkinan mengekspos wanita dan anak-anak mereka pada bahaya. Nabi menjawab, "Mereka (yaitu wanita dan anak-anak) berasal dari mereka (yaitu orang-orang kafir) ..."

Sahih Bukhari - Volume 8, Buku 82, Hadis 794
Dikisahkan oleh Anas: Iklim di Medina tidak cocok untuk beberapa orang, jadi Nabi memerintahkan mereka untuk mengikuti gembalanya, yaitu untanya, dan minum susu dan air kencing mereka (sebagai obat). Jadi mereka mengikuti sang gembala unta dan minum susu dan air kencing unta sampai tubuh mereka menjadi sehat. Kemudian mereka membunuh gembala tersbut dan mencuri untanya. Ketika berita itu sampai kepada Nabi, ia mengirim beberapa orang untuk mengejar mereka. Ketika mereka dibawa, dia memotong tangan dan kaki mereka dan mata mereka dicap dengan potongan besi panas.


 Sahih Bukhari - Volume 8, Buku 82, Hadis 795
Diriwayatkan Anas: Nabi memotong tangan dan kaki orang-orang yang termasuk suku ʻAraina dan tidak membakar (anggota badan mereka yang berdarah) sampai mereka mati. (Hukuman bagi orang-orang kafir)

Sunan Abu Dawud - Buku 14, Hadis 2664
Diriwayatkan Samurah ibn Jundub: Nabi berkata: Bunuh orang-orang tua yang politeis, tetapi sisihkan anak-anak mereka.

Sahih Bukhari - Volume 5, Buku 59, Hadis 362
Diriwayatkan Ibn `Umar: Bani An-Nadir dan Bani Quraiza bertempur (melawan Nabi melanggar perjanjian damai mereka), sehingga Nabi mengasingkan Bani An-Nadir dan mengizinkan Bani Quraiza untuk tetap di tempat mereka (di Madinah) tidak mengambil apapun dari mereka sampai mereka berjuang melawan Nabi lagi). Dia kemudian membunuh semua lelaki dan membagikan perempuan, anak-anak dan harta benda mereka di antara kaum Muslimin, tetapi beberapa dari mereka datang kepada Nabi dan dia memberi mereka keamanan, dan mereka memeluk Islam. Dia mengasingkan semua orang Yahudi dari Madinah. Mereka adalah orang Yahudi dari Bani Qainuqa ’, suku` Abdullah bin Salam dan orang Yahudi Bani Haritha dan semua orang Yahudi Madinah lainnya.

Sejarah Al-Tabari - Volume 9, Halaman 121
“Rasul Allah memanggil saya dan berkata, 'Sudah sampai kepada saya bahwa Khalid b. Sufyan b. Nubayh al-Hudhali mengumpulkan kekuatan untuk menyerang saya. Dia ada di Nakhlah atau 'Uranah, jadi pergi ke dia dan bunuh dia.

Sahih Bukhari - Volume 9, Book 83, Hadits 24
Diceritakan Anas bin Malik: Nabi membunuh seorang Yahudi karena membunuh seorang gadis untuk mengambil hiasannya.

Sahih Bukhari - Volume 7, Buku 63, Hadits 195
Dikisahkan Jabir: Seorang pria dari suku Bani Aslam datang kepada Nabi ketika ia berada di masjid dan berkata, "Saya telah melakukan hubungan seksual ilegal." Nabi memalingkan wajahnya ke sisi lain. Pria itu berbalik ke arah ke arah yang Nabi telah mengubah wajahnya, dan memberikan empat saksi melawan dirinya sendiri. Pada saat itu Nabi memanggilnya dan berkata, “Apakah kamu gila?” (Ia menambahkan), “Apakah kamu sudah menikah?” Pria itu berkata, 'Ya. ”Pada saat itu Nabi memerintahkan dia untuk dirajam sampai mati di Musalla ( tempat berdoa). Ketika batu-batu itu menghantamnya dengan ujung-ujungnya yang tajam dan dia melarikan diri, tetapi dia ditangkap di Al-Harra dan kemudian dibunuh.

Sahih Muslim - Buku 17, Hadits 4194
Umar berkata: Tuhan mengirim Muhammad dengan kebenaran dan mengirimkan Kitab [Quran] kepadanya, dan ayat rajam termasuk juga di dalamnya. Rasul Allah [Muhammad] telah merajam orang-orang dengan batu sampai mati, dan kita telah melakukannya juga sejak kematiannya. Rajam adalah kewajiban yang ditetapkan dalam Kitab Allah bagi pria dan wanita yang menikah yang melakukan percabulan ketika bukti ditetapkan, atau jika ada kehamilan, atau pengakuan.

Sahih Muslim - Buku 17, Hadis 4216
Jabir b. ‘Abdullah melaporkan bahwa Rasul Allah merajam (sampai mati) seseorang dari Banu Aslam, dan seorang Yahudi dan istrinya.

Sahih Bukhari - Volume 8, Buku 82, Hadis 804
Diriwayatkan Ash Shaibani: Saya bertanya 'Abdullah bin Abi Aufa,' Apakah Rasul Allah melaksanakan hukuman Rajam (yaitu, rajam sampai mati)? 'Dia berkata, “Ya.” Saya berkata, “Sebelum wahyu Surat-ar-Nur atau setelahnya? ”Dia menjawab,“ Saya tidak tahu. ”

Sunan Abu Dawud - Buku 38, Hadis 4429
Diriwayatkan AbuBakrah: Nabi merajam seorang wanita dan sebuah lubang digali sampai ke payudaranya.


Sahih Bukhari - Volume 1, Buku 11, Hadits 626
Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, "Tidak ada sholat yang lebih sulit untuk orang-orang munafik daripada sholat Subuh dan sholat Isya dan jika mereka tahu nilai pahala untuk doa-doa ini pada waktunya masing-masing, mereka pasti akan menampakkan diri (di masjid-masjid) bahkan jika mereka harus merangkak. ”Nabi menambahkan,“ Tentu saja saya memutuskan untuk memesan Mu'adh-dhin (pembuat panggilan) untuk mengucapkan Iqama dan memerintahkan seorang pria untuk memimpin doa dan kemudian mengambil nyala api untuk membakar semua orang berikut rumah dari mereka yang tidak mau meninggalkan rumah untuk sholat.”

Sahih Muslim - Buku 19, Hadits 4292
Ibn ‘Aun melaporkan: Saya menulis kepada Nafi 'bertanya apakah perlu untuk memperpanjang (kepada orang-orang kafir) undangan untuk menerima (Islam) sebelum bertemu mereka dalam pertarungan. Dia menulis kepada saya bahwa itu perlu pada hari-hari awal Islam. Utusan Allah melakukan serangan terhadap Banu Mustaliq ketika mereka tidak sadar dan ternak mereka sedang minum di air. Dia membunuh orang-orang yang bertempur dan memenjarakan orang lain. Pada hari itu, dia menangkap Juwairiya binti al-Harith. Nafi ’mengatakan bahwa tradisi ini terkait dengannya oleh Abdullah b. Umar yang (sendiri) termasuk di antara pasukan yang menyerang.

Sunan Abu Dawud - Buku 13, Hadis 2996
Diriwayatkan Muhayyisah: Rasul Allah berkata: Jika Anda mendapatkan kemenangan atas orang-orang Yahudi, bunuh mereka. Jadi Muhayyisah melompati Shubaybah, seorang pedagang Yahudi. Dia memiliki hubungan dekat dengan mereka. Dia lalu membunuhnya. Pada saat itu Huwayyisah (saudara laki-laki Muhayyisah) belum memeluk Islam. Dia lebih tua dari Muhayyisah. Ketika dia membunuhnya, Huwayyisah memukulnya dan berkata: Wahai musuh Allah, saya bersumpah demi Allah, Anda memiliki banyak lemak di perut Anda dari hartanya.

Sunan Abu Dawud - Buku 38, Hadis 4442
Diceritakan Al-Bara ’ibn Azib: Saya bertemu paman saya yang membawa standar. Saya bertanya kepadanya: Kemana kamu akan pergi? Dia berkata: Rasul Allah telah mengirim saya ke seorang pria yang telah menikahi istri ayahnya. Dia telah memerintahkan saya untuk memotong kepalanya dan mengambil miliknya.

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 52, Hadis 286
Diriwayatkan Salama bin Al-Akwa`: “Seorang mata-mata kafir datang kepada Nabi ketika dia sedang dalam perjalanan. Mata-mata itu duduk bersama para sahabat Nabi dan mulai berbicara lalu pergi. Nabi berkata (kepada teman-temannya), 'Kejar dan bunuh dia.' Jadi, saya membunuhnya. '' Nabi kemudian memberinya barang-barang mata-mata yang terbunuh (setelah dia mengambil bagiannya).

Sahih Bukhari - Volume 5, Buku 59, Hadis 311
Diriwayatkan ‘Abdullah: Nabi membacakan Surat-an-Najm dan kemudian bersujud, dan semua yang bersamanya juga bersujud. Tetapi seorang lelaki tua mengambil segenggam debu dan menyentuh dahinya dengan mengatakan, "Ini cukup untuk saya." Kemudian saya melihat dia terbunuh sebagai orang kafir.

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 54, Hadis 540
Diceritakan 'Abdullah bin' Umar: Rasul Allah memerintahkan agar anjing-anjing itu harus dibunuh.

Sunan Abu Dawud - Buku 16, Hadis 2840
Diriwayatkan Jabir bin Abdullah: Nabi Allah memerintahkan untuk membunuh anjing, dan kami bahkan membunuh seekor anjing yang dibawa seorang wanita dari padang pasir. Setelah itu dia melarang untuk membunuh mereka, mengatakan: Bunuh yang berwarna hitam saja.

Sahih Bukhari - Volume 4, Buku 54, Hadis 532:
Diriwayatkan 'Abdullah bin' Umar: Rasul Allah berkata, “Tidak ada dosa seseorang dalam keadaan Ihram untuk membunuh salah satu dari lima hewan ini: Kalajengking, tikus, anjing gila, burung gagak dan layang-layang.”

Sunan Abu Dawud - Buku 2, Hadits 494
Diriwayatkan As-Saburah: Nabi berkata: Perintahkan seorang anak laki-laki untuk shalat ketika ia mencapai usia tujuh tahun. Ketika dia sudah sepuluh tahun, pukul dia supaya shalat.

Al-Tabari - 9:69
"Membunuh orang tidak percaya adalah masalah kecil bagi kita" Kata-kata Muhammad, nabi Islam.

Setelah membaca ini orang sepatutnya berpikir apakah Muhammad masih pantas disebut sebagai Nabi atau manusia paling sempurna dan contoh dari segala kehidupan? Lebih pantas disebut kepala gang Mafia atau warlord sebenarnya, sejenis dengan Jengis Khan.
Akankah Tuhan yang serba maha membiarkan kejahatan-kejahatan ini dilakukan dalam nama-Nya? Mengapa Allah tidak melakukannya sendiri?

Sumber: Islam Religion of War

Pemimpin Iran Ali Khomeini Mati Dibunuh Oleh Amerika Serikat dan Israel

Sudah waktunya memang dia harus mati, pembunuh rakyatnya sendiri yg menggunakan ekonomi Iran hanya untuk mendukung teroris Hamas di Palestin...