Nabi Muhammad Tentang Jenis Kelamin Anak


Nabi Muhammad saat ditanya tentang kenapa terkadang ada anak yang wajahnya mirip dengan bapaknya dan ada juga yang terkadang mirip ibunya, dia menjawab bahwa:

"Dan jika laki-laki mencapai klimaks seks terlebih dahulu, maka anak itu mirip dengan ayahnya, dan jika yang perempuan mencapai seks klimaks duluan, maka anak itu bakal menyerupai ibunya." Sahih al-Bukhari 4480: Book 65, Hadith 7

Hadeuh ampun deh, kok ini Nabi jawabnya malu-maluin sih? Mending gue jadi atheist aja deh daripada ngikutin Nabi kayak begini.





Nabi Muhammad: Kemana Matahari Terbenam?


Lagi-lagi nabi yang sangat jago ilmu pengetahuan ini menjelaskan kepada umatnya bahwa matahari selalu terbenam ke pangkuan kerajaan Allah. Heh? Apaan tuh? Kok enggak jelas begini? Atau memang dia enggak tau kalau matahari terbenam karena rotasi dari bumi dan dia asal ngarang aja, sepertinya memang begitu. Ini ada di hadis nabi berikut ini:

Sahih al-Bukhari 4802
In-book reference : Book 65, Hadith 324

Suatu ketika saya bersama Nabi (ﷺ) di masjid pada saat matahari terbenam. Nabi (ﷺ) berkata, "Wahai Abu Dzar! Tahukah kamu ke mana matahari terbenam?" Saya menjawab, "Hanya Allah dan Rasul-Nya tahu yang terbaik." Dia berkata, "Matahari itu pergi dan bersujud di bawah Singgasana (Allah); dan itu adalah Pernyataan Allah: - 'Dan matahari berjalan pada jalur yang tetap untuk suatu istilah (ketetapan). Dan itu adalah keputusan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuasa. -Mengetahui .... '(36.38)

Duh, malu yah punya nabi kok enggak tahu hal sepele seperti ini. Malah anak kecil jaman sekarang aja tahu kemana dan kenapa matahari terbenam. Kok beliau yang ngaku-ngaku Nabi yang akrab dengan Allah malah tidak tahu? Masih mau percaya sama beliau, silakan saja membodohi diri anda sendiri. Amin.


Surat Al Masad atau Al Lahab dan Abu Lahab

Muslim di Indonesia pasti senang membaca surat dan ayat-ayat Al-Quran ini (Al Masad atau Al Lahab) saat lagi shalat, karena suratnya pendek, ber-irama dan gampang dihapalin. Tapi tahukan anda arti atau terjemahan dari  surat Al-Masad ini, atau cerita dibalik turunnya ayat tersebut? Kalau anda tahu arti dari ayat tersebut niscaya anda tidak akan membaca lagi ayat yg penuh dengan kebencian ini.

Cerita turunnya surat Al Masad atau Al Lahab ini adalah dimana pada saat itu Nabi Muhammad mengumpulkan orang-orang di sekitar bukit Safa dan memperingatkan mereka tentang kemungkinan adanya serangan musuh. Abu Lahab, yang merupakan pamannya Nabi Muhammad dan telah berlelah-lelah naik ke bukit Safa berkata dengan kesal, 'anda (Muhammad) memanggil kami hanya untuk urusan sepele seperti ini"?  Kira-kira terjemahannya seperti itu.

Cerita ini ada di hadis nabi:

Suatu hari nabi naik gunung Safa dan berkata,  "Oh Sabah!  "Semua orang Quraish mengumpulkan dia dan berkata," apa masalahnya?  "Dia berkata, lihat, jika saya mengatakan kepada Anda bahwa musuh akan menyerang Anda di pagi hari atau di malam hari, Apakah Anda tidak percaya padaku? " mereka berkata,  "Ya, kami akan percaya Anda. " Dia berkata,  "saya adalah pemberi peringatan kepada Anda dalam menghadapi hukuman yang mengerikan. " Abu Lahab berkata,  "Semoga Anda binasa! Apakah untuk hal ini Anda telah mengumpulkan kami?  "maka Allah mengungkapkan: ' binasa tangan abu Lahab!... ' (111,1). - Sahih Bukhari 6:60:325-

Dan turunlah surat Al-Masad atau Al-Lahab untuk menjawab amarah Abu lahab, yang terjemahannya tertera dibawah ini:
  • Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
  • Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
  • Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
  • Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
  • Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Jadi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar mungkin terjemahannya seperti ini:
'Brengsek luh Abu Lahab, taik luh, masuk neraka luh, dan juga bini elu gue gantung lehernya pake tali, baru nyaho luh'.

Nah, masih mau baca ayat pendek ini lagi sebagai pengiring shalat anda, silakan!


Sejarah Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Hijab

Kalian tentu tahu bahwa Islam mewajibkan kaum wanitanya untuk memakai hijab. Aturan di dalam agama Islam tersebut ada disebutkan di beberapa ayat di dalam Al'Quran. Tapi tahukah kalian sebenarnya ceritera di balik turunnya ayat-ayat hijab tersebut? Silakan simak.

Umar, yang merupakan sahabat Nabi Muhammad merupakan orang yang amat sangat dipercaya oleh beliau. Umar juga merupakan Khalifah yang kedua setelah Abu Bakr. Saking percayanya Muhammad terhadap Umar, beliau (Muhammad) pernah berkata seperti disebutkan di beberapa Hadis, bahwa jika ada nabi setelah saya, sudah pasti itu adalah Umar, katanya.

Tapi entah kenapa, Umar selain merupakan kerabat dekat nabi, beliau juga sangat memperhatikan perilaku istri-istri nabi Muhammad, sampai ke toiletpun dia juga perhatikan, seperti disebutkan di dalam Hadis Shahih Bukhari 1:4:148 ini:

"Dikisahkan ‘Aisha:
Para istri Nabi biasanya pergi ke Al-Manasi, tempat terbuka yang luas (dekat Baqia di Madinah) untuk menjawab panggilan alam di malam hari. Umar biasa berkata kepada Nabi, “Biarkan istrimu terselubung,” tetapi Rasul Allah tidak melakukannya. Suatu malam Sauda bint Zam'a, istri Nabi pergi pada waktu 'Isha' dan dia adalah seorang wanita yang tinggi. 'Umar memanggilnya dan berkata, “Aku bisa mengenalimu, wahai Sauda.” Dia berkata demikian, ketika dia ingin sekali agar ayat-ayat Al-Jilbab (pengamatan jilbab oleh para wanita Muslim) dapat diturunkan.Jadi Allah mengungkapkan ayat-ayat "Al-Jilbab" (Sebuah penutup tubuh lengkap tidak termasuk mata)."

Perhatikan kalimat 'Dia berkata demikian, ketika dia ingin sekali agar ayat-ayat Al-Jilbab (pengamatan jilbab oleh para wanita Muslim) dapat diturunkan'. Jadi si Umar ini tahu banget bahwa Muhammad dan bukan Allah yang menurunkan ayat-ayat Al'Quran ini, makanya dia sengaja nge push Muhammad terus-terusan. Hadis ini bukan karangan, Aisha istrinya Nabi Muhammad sendiri yang di narasi di hadis ini dan dia adalah merupakan suri tauladan bagi kaum wanita muslim sunni. Satu hal lagi yang agak janggal disini, menurut muslim, Al'Quran merupakan kitab suci yang dibuat sebelum dunia dan manusia diciptakan, tetapi mengapa ayat-ayat Hijab ini bisa muncul pada saat dan hanya karena Umar menginginkannya? Hmmm mencurigakan bukan?


Cerita ini ada tertera di hadis nabi yang otentik yaitu: Shahih Bukhari 1:4:148, Sahih Bukhari 8:74:257, Sahih Muslim 26:5398 dan Sahih Muslim 26:5397. Semua hadis nabi tersebut di nilai sebagai otentik, asli atau bisa dipercaya menurut para ahli konsensus Islam. Ayat-ayat hijab yang turun karena si Umar ingin sekali menutup aurat wanita ini akhirnya menjadi ayat-ayat hijab di dalam Al'Quran, yang sekaligus menjadi acuan bagi seluruh umat muslim selama 1400 tahun. Tragis dan ironis, kasihan wanita muslim disuruh nutup-nutupin dirinya gara-gara permintaan temennya Muhammad si Umar ini.

Umar juga mengakui bahwa Allah setuju dengan 3 hal yang diajukannya, seperti disebut di hadis Sahih Bukhari 6:60:10:

"Diceritakan Anas:
'Umar berkata, "Aku setuju dengan Allah dalam tiga hal," atau berkata, "Tuhanku setuju denganku dalam tiga hal. Aku berkata,' Wahai Rasulullah! Apakah kamu akan mengambil stasiun Abraham sebagai tempat semprotan. 'Saya juga berkata, "Wahai Rasulullah! Orang baik dan jahat mengunjungi Anda! Maukah Anda memerintahkan para ibu dari orang-orang beriman untuk menutupi diri mereka dengan kerudung. "Jadi Ayat-ayat Ilahi dari Al-Jilbab (yaitu pelelangan para wanita) terungkap. Saya menjadi tahu bahwa Nabi telah menyalahkan beberapa istrinya, jadi saya masuk dan berkata ke mereka, 'Anda harus menghentikan Nabi atau Allah akan memberi istri-Nya rasul yang lebih baik daripada Anda.' Ketika saya datang ke salah satu istrinya, dia berkata kepada saya, "O` Umar! Apakah Rasulullah memiliki apa yang dapat ia sarankan kepada istrinya, yang Anda coba sarankan kepada mereka? '"Maka Allah mengungkapkan: -" Mungkin, jika dia menceraikanmu (semua), Tuhannya akan memberikan dia alih-alih kamu, istri lebih baik daripada kamu Muslim (yang tunduk kepada Allah) .. "(66.5)".

Nah loh, keliatan banget kan kongkalikong antara si Umar dan Muhammad disini. Perhatikan kalimat 'Anda harus menghentikan Nabi atau Allah akan memberi istri-Nya rasul yang lebih baik daripada Anda'. Setelah Umar berkata hal tersebut terus tiba-tiba nongol deh ayat Al'Quran 66:5, dimana ayat tersebut mengancam agar istri-istri Muhammad harus nurut kepadanya atau diancam akan digantikan dengan istri yang lain. What the fuck??? Berikut adalah hadis nabi yang menceritakan dimana Sauda (istri Nabi Muhammad) ketahuan sekali lagi oleh Umar  ke toilet tanpa penutup, dan Sauda lalu ngadu ke nabi, dan nabi kemudian tiba-tiba kesurupan dan mengeluarkan ayat Hijab. Inget kelakuan dukun-dukun kalau mau ngasih jampi-jampi, mirip kali yah? Ini dari Hadis Bukhari 6:60:138:

"Diceritakan Aisha:
Sauda (istri Nabi) pergi untuk menjawab panggilan alam (ke WC) setelah dibuat wajib (untuk semua wanita Muslim) untuk memakai kerudung. Dia adalah wanita besar yang gemuk, dan semua orang yang mengenalnya sebelumnya bisa mengenalinya. Jadi, 'Umar bin Al-Khattab melihatnya dan berkata, "Wahai Sauda! Demi Allah, Anda tidak dapat menyembunyikan diri dari kami, jadi pikirkan cara yang tidak seharusnya Anda ketahui saat keluar. Sauda kembali sementara Utusan Allah sedang di rumah saya mengambil makan malam dan tulang yang ditutupi dengan daging ada di tangannya. Dia masuk dan berkata, "Ya Rasulullah Saya keluar untuk menjawab panggilan alam dan `Umar berkata kepada saya ini dan itu." Kemudian Allah mengilhami dia (Nabi) dan ketika keadaan inspirasi berakhir dan tulang masih di tangannya karena dia belum dimasukkan ke dalam, ia berkata (kepada Sauda), "Kamu (perempuan) telah diizinkan untuk pergi keluar untuk kebutuhanmu." 

Hijab merupakan produk budaya abad 7 peninggalan orang Arab sono. Hijab bukan merupakan perintah Allah, Tuhan or whatever. Hijab tidak memerdekakan wanita, sebaliknya, hijab malah menekan dan menyusahkan kehidupan wanita. Jika kaum lelaki tidak bisa menahan nafsunya melihat tubuh wanita jangan terus membuat wanita di tutup-tutup pake karung goni, tapi justru kaum lelakinya lah yang harus bisa mengontrol dirinya sendiri. Hai wanita, bebaskanlah dirimu dari dogma-dogma ajaib kuno yang sudah tidak sesuai lagi dengan abad kita saat ini. Salam.


Jenggot Kambing Ala Muslim



Coba anda search di google 'muslim men', yang nongol pasti foto-foto muslim dengan jenggot kambing dan dengan kumis tipis atau tanpa kumis sama sekali. Kelihatannya aneh dan menggelikan, apalagi orang-orang Indonesia muslim yang pake jenggot kambing...yuuucks....gak pantes sama sekali. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan para muslim ini menjadi berjenggot ria ala kambing ini? Yeh, tau lah, apalagi kalau bukan karena muslim mencoba meniru nabi pujaannya? Kita ketahui bahwa muslim harus meniru tingkah laku nabi Muhammad, apapun yang beliau lakukan, salah satunya yaitu manjangin jenggot kambing. Penting banget gitu loh!

Seperti yang disebut di dalam Alquran: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.(33:21)."  Jadi menurut Quran, nabi memang merupakan suri tauladan dan sebaiknya harus dituruti segala macam tingkah lakunya.

Jika kita teliti dan baca sunnah nabi/hadis maka akan dapat ditarik kesimpulan bahwa Nabi Muhammad berusaha untuk membedakan umat Islam dari umat Jahiliyah dengan cara menumbuhkan jenggot tanpa atau dengan kumis tipis, seperti yang bisa kita lihat dari hadis-hadis nabi berikut:

Dikisahkan Nafi ':

"Ibnu Umar berkata, Nabi ﷺ berkata, 'Lakukan kebalikan dari apa yang dilakukan kaum pagan. Jaga jenggotnya dan potong kumisnya pendek. ' Setiap kali Ibnu Umar melakukan haji atau Umroh, ia biasa memegang janggutnya dengan tangannya dan memotong kumisnya. Ibn Umar biasa memotong kumisnya begitu pendek sehingga putih kulitnya (di atas bibir atas) terlihat, dan ia biasa memotong (rambut) antara kumis dan janggutnya." (Sahih Bukhari 7:72:780)

Atau dari hadis yang lain ini:

"Abu Huraira melaporkan: Rasulullah ﷺ berkata: Pangkas kumis, dan tumbuhkan jenggot, dan dengan demikian kita bertindak berlawanan dengan para penyembah api." (Sahih Muslim 2:501).

dan hadis yang lain lagi:

"Aisyah melaporkan: Rasulullah (saw) mengatakan: Sepuluh tindakan fitra adalah: memotong kumis, membiarkan jenggot tumbuh, menggunakan tongkat gigi, menghirup air di hidung, memotong kuku, mencuci sendi jari, mencabut rambut di bawah ketiak, mencukur kemaluan dan membersihkan bagian pribadi dengan air. Narator berkata: Saya telah melupakan yang kesepuluh, tetapi mungkin itu adalah keharusan untuk berkumur. (Sahih Muslim 2:502)

Jadi jelas alasan nabi Muhammad untuk menumbuhkan jenggot adalah untuk membedakan kaum muslimin dari kaum Jahiliyah, alasan yang amat sangat tribalistik sekali.

Neraka Dan Allah Yang Maha Sadis

Allah yang seringkali disebut-sebut oleh kaum muslimin sebagai yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang ternyata punya sisi gelap yang amat sangat bertentangan, yaitu Maha Sadis. Silakan baca berikut ayat-ayat yang langsung di ambil dari kitab maha suci Alquran, masih bisakah kita sebut dia sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang? Silakan berpikir dalam-dalam.

Quran: (33: 64-65)
Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.

Quran: (4: 168-169)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah.

Quran: (72: 23)
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Quran: (45:35)
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.

Quran: (4:56)
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana.

Quran: (43:75)
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.

Quran: (43:77)
Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

Quran: (5:37)
Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal.

Quran: (35:36)
Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.


Ayat Quran yang paling sadis adalah ayat Quran 4:56, dimana Allah akan menghukum orang kafir dengan cara membakarnya hidup-hidup di neraka, dan setelah kulit mereka habis hangus dan terbakar, kulitnya akan ditumbuhkan lagi dan dibakar lagi sampai hangus dan ditumbuhkan lagi, dibakar lagi, seterusnya dan selama-lamanya tanpa akhir.

Bayangkan manusia yang kurun waktu hidupnya terbatas harus dihukum oleh Allah selama-lamanya tanpa ada pengampunan, tanpa ada batas waktu sama sekali, hangus terbakar berulang-ulang, terus menerus tanpa henti. Tuhan apakah Allah itu? Mengerikan sekali, dan ironisnya Quran mengatakan bahwa: 'Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang'. Quran: 12:64.


Kesalahan di Dalam Al Quran, Maryam dan Miriam


Muslim di seluruh dunia percaya bahwa Al Quran merupakan sebuah kitab suci yang diturunkan oleh Allah langsung ke sekutunya yaitu Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dan Al Quran sebagai turunan langsung dari Allah juga di klaim sebagai kitab yang bebas dari kesalahan. Yah karena ini dari Tuhan kan, mana mungkin bisa salah? Kalau salah berarti bukan dari Tuhan/Allah dong namanya.

Sayangnya klaim tersebut amat sangat fatal dan menjadi tidak berlaku sama sekali apabila kita menemukan satu kesalahan kecil saja di dalamnya. Jika Al Quran yang merupakan perkataan langsung dari Allah itu terdapat kesalahan maka berarti Al Quran bukanlah perkataan dari Allah tapi hanyalah buatan manusia belaka. Salah satu kesalahan Al Quran yang ingin dipaparkan disini adalah kesalahan dalam menjelaskan Maryam yaitu tokoh ibu dari nabi Isa atau Yesus.

Di dalam Al Quran Surat Maryam (19: 27-28) ayat 27 dan 28 disebutkan :

Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”


Ayat Al Quran diatas menjelaskan bahwa Maryam yang merupakan ibu dari nabi Isa atau Yesus adalah juga saudara atau adik perempuan dari Harun atau Aaron dalam Bahasa Inggrisnya. Tapi siapakah Harun itu? Di kitab injil tidak pernah disebutkan bahwa Maryam mempunyai saudara lelaki. Lalu darimana muncul tokoh bernama Harun itu?

Ok, biar enggak bingung mari kita lihat ayat Al Quran lainnya yang mungkin dapat membantu kita mengerti siapa Harun itu? Selanjutnya dibawah ini adalah ayat Al Quran surat At-Tahrim (66:12) :

Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.

Ayat Al Quran diatas menyebutkan bahwa Maryam merupakan putri dari orang bernama Imran, tapi sebenarnya nama bapak sebenarnya Maryam adalah Joachim. Loh kenapa bisa salah?

Yang menulis Al Quran (Allah) sepertinya tidak mengerti perbedaan antara tokoh bernama Maryam yang merupakan ibunya Yesus dan Miriam yang merupakan adik perempuan dari Harun dan juga adik dari Musa (Nabi Musa atau Moses). Ketiga bersaudara tersebut (Miriam, Harun dan Musa) mempunyai bapak yang bernama Imran. Miriam sendiri hidup sekitar 1000 tahun sebelum Maryam, jadi si penulis Al Quran ini kayaknya bener-bener enggak ngeh terhadap perbedaan kedua tokoh perempuan tersebut.


Kesalahan yang amat fatal di dalam Quran ini ternyata pada kenyataannya juga di konfrontasi oleh orang-orang Kristen di jaman Nabi Muhammad seperti disebutkan di dalam hadis dibawah ini dimana Nabi Muhammad terlihat mencoba mengelak dari kesalahan tersebut dengan argumentasi yang lemah. Berikut hadis Sahih Muslim 25:5326:

Mughira b. Shu'ba melaporkan: ketika saya datang ke Najran, mereka (orang Kristen Najran) bertanya kepada saya: "Anda membaca" Wahai adik Harun  "(i. e. Hadrat Maryam) di dalam Al-Qur'an, sedangkan Musa dilahirkan jauh sebelum Yesus. Ketika saya kembali ke Rasulullah (Shallallahu ' alaihi wa sallam) saya bertanya kepadanya tentang hal itu, lalu dia (Nabi Muhammad) berkata: (orang zaman dahulu) biasanya memberikan nama (untuk orang-orang di kalangan mereka) dengan nama Rasul atau orang-orang suci yang telah meninggal jauh sebelum mereka lahir.

Hahaha bisa aja ngelesnya Nabi satu ini. Dan lagi di jaman tersebut tidak ada catatan historis sama sekali tentang praktek penggunaan nama orang suci tersebut. Bahkan menurut salah satu ahli tafsir Al Quran terkenal Ibn Kathir, Aisha,yaitu istri dari Nabi Muhammad juga pernah di konfrontir dengan hal tersebut dan dia digambarkan hanya terdiam saja, karena tidak tahu mau berkata apa atas kesalahan fatal tersebut (Ibn Kathir: 19:28).

Diriwayatkan dari Ibnu Jarir, Diriwayatkan dari Yaqub, Diriwayatkan dari Ibnu U'laya, Diriwayatkan dari Sa'id Ibnu Abi Sadaqa, Diriwayatkan dari Muhammad Ibnu Sireen yang menyatakan bahwa ia diberitahu bahwa Ka'b mengatakan ayat yang berbunyi, "Wahai saudari Harun (Harun)!" (dari Sura 19:28) tidak merujuk kepada Harun, saudara Musa. Aisyah menjawab Ka'b,  "kamu berbohong. " Ka'b menjawab, "Hai Ibu dari orang-orang muslim! Jika nabi, semoga doa Allah berada di atas dirinya, telah mengatakannya, dan dia lebih berpengetahuan dari kita, maka inilah yang dia maksudkan. Selain itu, saya menemukan perbedaan dalam waktu antara mereka (Yesus dan Musa) adalah sekitar 600 tahun.  "Setelah mengatakan itu dia (Aisha) kemudian terdiam.

Mungkin karena Maria dan Miriam dalam bahasa Arab keduanya diucapkan mirip, yaitu "Maryam", dan ditambah lagi cerita-cerita Kristen yang banyak tersebar di masa itu, membuat Muhammad mengira kedua orang tersebut adalah orang yang sama saat dia ngarang Al Quran. Nah loh masih percaya sama agama Islam???

Pemimpin Iran Ali Khomeini Mati Dibunuh Oleh Amerika Serikat dan Israel

Sudah waktunya memang dia harus mati, pembunuh rakyatnya sendiri yg menggunakan ekonomi Iran hanya untuk mendukung teroris Hamas di Palestin...