Kalian tentu tahu bahwa Islam mewajibkan kaum wanitanya untuk memakai hijab. Aturan di dalam agama Islam tersebut ada disebutkan di beberapa ayat di dalam Al'Quran. Tapi tahukah kalian sebenarnya ceritera di balik turunnya ayat-ayat hijab tersebut? Silakan simak.
Umar, yang merupakan sahabat Nabi Muhammad merupakan orang yang amat sangat dipercaya oleh beliau. Umar juga merupakan Khalifah yang kedua setelah Abu Bakr. Saking percayanya Muhammad terhadap Umar, beliau (Muhammad) pernah berkata seperti disebutkan di beberapa Hadis, bahwa jika ada nabi setelah saya, sudah pasti itu adalah Umar, katanya.
Tapi entah kenapa, Umar selain merupakan kerabat dekat nabi, beliau juga sangat memperhatikan perilaku istri-istri nabi Muhammad, sampai ke toiletpun dia juga perhatikan, seperti disebutkan di dalam Hadis Shahih Bukhari 1:4:148 ini:
"Dikisahkan ‘Aisha:
Para istri Nabi biasanya pergi ke Al-Manasi, tempat terbuka yang luas (dekat Baqia di Madinah) untuk menjawab panggilan alam di malam hari. Umar biasa berkata kepada Nabi, “Biarkan istrimu terselubung,” tetapi Rasul Allah tidak melakukannya. Suatu malam Sauda bint Zam'a, istri Nabi pergi pada waktu 'Isha' dan dia adalah seorang wanita yang tinggi. 'Umar memanggilnya dan berkata, “Aku bisa mengenalimu, wahai Sauda.” Dia berkata demikian, ketika dia ingin sekali agar ayat-ayat Al-Jilbab (pengamatan jilbab oleh para wanita Muslim) dapat diturunkan.Jadi Allah mengungkapkan ayat-ayat "Al-Jilbab" (Sebuah penutup tubuh lengkap tidak termasuk mata)."
Perhatikan kalimat 'Dia berkata demikian, ketika dia ingin sekali agar ayat-ayat Al-Jilbab (pengamatan jilbab oleh para wanita Muslim) dapat diturunkan'. Jadi si Umar ini tahu banget bahwa Muhammad dan bukan Allah yang menurunkan ayat-ayat Al'Quran ini, makanya dia sengaja nge push Muhammad terus-terusan. Hadis ini bukan karangan, Aisha istrinya Nabi Muhammad sendiri yang di narasi di hadis ini dan dia adalah merupakan suri tauladan bagi kaum wanita muslim sunni. Satu hal lagi yang agak janggal disini, menurut muslim, Al'Quran merupakan kitab suci yang dibuat sebelum dunia dan manusia diciptakan, tetapi mengapa ayat-ayat Hijab ini bisa muncul pada saat dan hanya karena Umar menginginkannya? Hmmm mencurigakan bukan?
Cerita ini ada tertera di hadis nabi yang otentik yaitu: Shahih Bukhari 1:4:148, Sahih Bukhari 8:74:257, Sahih Muslim 26:5398 dan Sahih Muslim 26:5397. Semua hadis nabi tersebut di nilai sebagai otentik, asli atau bisa dipercaya menurut para ahli konsensus Islam. Ayat-ayat hijab yang turun karena si Umar ingin sekali menutup aurat wanita ini akhirnya menjadi ayat-ayat hijab di dalam Al'Quran, yang sekaligus menjadi acuan bagi seluruh umat muslim selama 1400 tahun. Tragis dan ironis, kasihan wanita muslim disuruh nutup-nutupin dirinya gara-gara permintaan temennya Muhammad si Umar ini.
Umar juga mengakui bahwa Allah setuju dengan 3 hal yang diajukannya, seperti disebut di hadis Sahih Bukhari 6:60:10:
"Diceritakan Anas:
'Umar berkata, "Aku setuju dengan Allah dalam tiga hal," atau berkata, "Tuhanku setuju denganku dalam tiga hal. Aku berkata,' Wahai Rasulullah! Apakah kamu akan mengambil stasiun Abraham sebagai tempat semprotan. 'Saya juga berkata, "Wahai Rasulullah! Orang baik dan jahat mengunjungi Anda! Maukah Anda memerintahkan para ibu dari orang-orang beriman untuk menutupi diri mereka dengan kerudung. "Jadi Ayat-ayat Ilahi dari Al-Jilbab (yaitu pelelangan para wanita) terungkap. Saya menjadi tahu bahwa Nabi telah menyalahkan beberapa istrinya, jadi saya masuk dan berkata ke mereka, 'Anda harus menghentikan Nabi atau Allah akan memberi istri-Nya rasul yang lebih baik daripada Anda.' Ketika saya datang ke salah satu istrinya, dia berkata kepada saya, "O` Umar! Apakah Rasulullah memiliki apa yang dapat ia sarankan kepada istrinya, yang Anda coba sarankan kepada mereka? '"Maka Allah mengungkapkan: -" Mungkin, jika dia menceraikanmu (semua), Tuhannya akan memberikan dia alih-alih kamu, istri lebih baik daripada kamu Muslim (yang tunduk kepada Allah) .. "(66.5)".
Nah loh, keliatan banget kan kongkalikong antara si Umar dan Muhammad disini. Perhatikan kalimat 'Anda harus menghentikan Nabi atau Allah akan memberi istri-Nya rasul yang lebih baik daripada Anda'. Setelah Umar berkata hal tersebut terus tiba-tiba nongol deh ayat Al'Quran 66:5, dimana ayat tersebut mengancam agar istri-istri Muhammad harus nurut kepadanya atau diancam akan digantikan dengan istri yang lain. What the fuck??? Berikut adalah hadis nabi yang menceritakan dimana Sauda (istri Nabi Muhammad) ketahuan sekali lagi oleh Umar ke toilet tanpa penutup, dan Sauda lalu ngadu ke nabi, dan nabi kemudian tiba-tiba kesurupan dan mengeluarkan ayat Hijab. Inget kelakuan dukun-dukun kalau mau ngasih jampi-jampi, mirip kali yah? Ini dari Hadis Bukhari 6:60:138:
"Diceritakan Aisha:
Sauda (istri Nabi) pergi untuk menjawab panggilan alam (ke WC) setelah dibuat wajib (untuk semua wanita Muslim) untuk memakai kerudung. Dia adalah wanita besar yang gemuk, dan semua orang yang mengenalnya sebelumnya bisa mengenalinya. Jadi, 'Umar bin Al-Khattab melihatnya dan berkata, "Wahai Sauda! Demi Allah, Anda tidak dapat menyembunyikan diri dari kami, jadi pikirkan cara yang tidak seharusnya Anda ketahui saat keluar. Sauda kembali sementara Utusan Allah sedang di rumah saya mengambil makan malam dan tulang yang ditutupi dengan daging ada di tangannya. Dia masuk dan berkata, "Ya Rasulullah Saya keluar untuk menjawab panggilan alam dan `Umar berkata kepada saya ini dan itu." Kemudian Allah mengilhami dia (Nabi) dan ketika keadaan inspirasi berakhir dan tulang masih di tangannya karena dia belum dimasukkan ke dalam, ia berkata (kepada Sauda), "Kamu (perempuan) telah diizinkan untuk pergi keluar untuk kebutuhanmu."
Hijab merupakan produk budaya abad 7 peninggalan orang Arab sono. Hijab bukan merupakan perintah Allah, Tuhan or whatever. Hijab tidak memerdekakan wanita, sebaliknya, hijab malah menekan dan menyusahkan kehidupan wanita. Jika kaum lelaki tidak bisa menahan nafsunya melihat tubuh wanita jangan terus membuat wanita di tutup-tutup pake karung goni, tapi justru kaum lelakinya lah yang harus bisa mengontrol dirinya sendiri. Hai wanita, bebaskanlah dirimu dari dogma-dogma ajaib kuno yang sudah tidak sesuai lagi dengan abad kita saat ini. Salam.
Blog yang mengkritisi Islam melalui ayat-ayat Alquran dan juga hadis nabi Muhammad SAW.
Jenggot Kambing Ala Muslim
Coba anda search di google 'muslim men', yang nongol pasti foto-foto muslim dengan jenggot kambing dan dengan kumis tipis atau tanpa kumis sama sekali. Kelihatannya aneh dan menggelikan, apalagi orang-orang Indonesia muslim yang pake jenggot kambing...yuuucks....gak pantes sama sekali. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan para muslim ini menjadi berjenggot ria ala kambing ini? Yeh, tau lah, apalagi kalau bukan karena muslim mencoba meniru nabi pujaannya? Kita ketahui bahwa muslim harus meniru tingkah laku nabi Muhammad, apapun yang beliau lakukan, salah satunya yaitu manjangin jenggot kambing. Penting banget gitu loh!
Seperti yang disebut di dalam Alquran: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.(33:21)." Jadi menurut Quran, nabi memang merupakan suri tauladan dan sebaiknya harus dituruti segala macam tingkah lakunya.
Jika kita teliti dan baca sunnah nabi/hadis maka akan dapat ditarik kesimpulan bahwa Nabi Muhammad berusaha untuk membedakan umat Islam dari umat Jahiliyah dengan cara menumbuhkan jenggot tanpa atau dengan kumis tipis, seperti yang bisa kita lihat dari hadis-hadis nabi berikut:
Dikisahkan Nafi ':
"Ibnu Umar berkata, Nabi ﷺ berkata, 'Lakukan kebalikan dari apa yang dilakukan kaum pagan. Jaga jenggotnya dan potong kumisnya pendek. ' Setiap kali Ibnu Umar melakukan haji atau Umroh, ia biasa memegang janggutnya dengan tangannya dan memotong kumisnya. Ibn Umar biasa memotong kumisnya begitu pendek sehingga putih kulitnya (di atas bibir atas) terlihat, dan ia biasa memotong (rambut) antara kumis dan janggutnya." (Sahih Bukhari 7:72:780)
Atau dari hadis yang lain ini:
"Abu Huraira melaporkan: Rasulullah ﷺ berkata: Pangkas kumis, dan tumbuhkan jenggot, dan dengan demikian kita bertindak berlawanan dengan para penyembah api." (Sahih Muslim 2:501).
dan hadis yang lain lagi:
"Aisyah melaporkan: Rasulullah (saw) mengatakan: Sepuluh tindakan fitra adalah: memotong kumis, membiarkan jenggot tumbuh, menggunakan tongkat gigi, menghirup air di hidung, memotong kuku, mencuci sendi jari, mencabut rambut di bawah ketiak, mencukur kemaluan dan membersihkan bagian pribadi dengan air. Narator berkata: Saya telah melupakan yang kesepuluh, tetapi mungkin itu adalah keharusan untuk berkumur. (Sahih Muslim 2:502)
Jadi jelas alasan nabi Muhammad untuk menumbuhkan jenggot adalah untuk membedakan kaum muslimin dari kaum Jahiliyah, alasan yang amat sangat tribalistik sekali.
Neraka Dan Allah Yang Maha Sadis
Allah yang seringkali disebut-sebut oleh kaum muslimin sebagai yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang ternyata punya sisi gelap yang amat sangat bertentangan, yaitu Maha Sadis. Silakan baca berikut ayat-ayat yang langsung di ambil dari kitab maha suci Alquran, masih bisakah kita sebut dia sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang? Silakan berpikir dalam-dalam.
Quran: (33: 64-65)
Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
Quran: (4: 168-169)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah.
Quran: (72: 23)
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”
Quran: (45:35)
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
Quran: (4:56)
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana.
Quran: (43:75)
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
Quran: (43:77)
Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”
Quran: (5:37)
Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal.
Quran: (35:36)
Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
Ayat Quran yang paling sadis adalah ayat Quran 4:56, dimana Allah akan menghukum orang kafir dengan cara membakarnya hidup-hidup di neraka, dan setelah kulit mereka habis hangus dan terbakar, kulitnya akan ditumbuhkan lagi dan dibakar lagi sampai hangus dan ditumbuhkan lagi, dibakar lagi, seterusnya dan selama-lamanya tanpa akhir.
Bayangkan manusia yang kurun waktu hidupnya terbatas harus dihukum oleh Allah selama-lamanya tanpa ada pengampunan, tanpa ada batas waktu sama sekali, hangus terbakar berulang-ulang, terus menerus tanpa henti. Tuhan apakah Allah itu? Mengerikan sekali, dan ironisnya Quran mengatakan bahwa: 'Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang'. Quran: 12:64.
Quran: (33: 64-65)
Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
Quran: (4: 168-169)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah.
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”
Quran: (45:35)
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
Quran: (4:56)
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana.
Quran: (43:75)
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
Quran: (43:77)
Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”
Quran: (5:37)
Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal.
Quran: (35:36)
Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
Ayat Quran yang paling sadis adalah ayat Quran 4:56, dimana Allah akan menghukum orang kafir dengan cara membakarnya hidup-hidup di neraka, dan setelah kulit mereka habis hangus dan terbakar, kulitnya akan ditumbuhkan lagi dan dibakar lagi sampai hangus dan ditumbuhkan lagi, dibakar lagi, seterusnya dan selama-lamanya tanpa akhir.
Bayangkan manusia yang kurun waktu hidupnya terbatas harus dihukum oleh Allah selama-lamanya tanpa ada pengampunan, tanpa ada batas waktu sama sekali, hangus terbakar berulang-ulang, terus menerus tanpa henti. Tuhan apakah Allah itu? Mengerikan sekali, dan ironisnya Quran mengatakan bahwa: 'Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang'. Quran: 12:64.
Kesalahan di Dalam Al Quran, Maryam dan Miriam
Muslim di seluruh dunia percaya bahwa Al Quran merupakan sebuah kitab suci yang diturunkan oleh Allah langsung ke sekutunya yaitu Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dan Al Quran sebagai turunan langsung dari Allah juga di klaim sebagai kitab yang bebas dari kesalahan. Yah karena ini dari Tuhan kan, mana mungkin bisa salah? Kalau salah berarti bukan dari Tuhan/Allah dong namanya.
Sayangnya klaim tersebut amat sangat fatal dan menjadi tidak berlaku sama sekali apabila kita menemukan satu kesalahan kecil saja di dalamnya. Jika Al Quran yang merupakan perkataan langsung dari Allah itu terdapat kesalahan maka berarti Al Quran bukanlah perkataan dari Allah tapi hanyalah buatan manusia belaka. Salah satu kesalahan Al Quran yang ingin dipaparkan disini adalah kesalahan dalam menjelaskan Maryam yaitu tokoh ibu dari nabi Isa atau Yesus.
Di dalam Al Quran Surat Maryam (19: 27-28) ayat 27 dan 28 disebutkan :
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”
Ayat Al Quran diatas menjelaskan bahwa Maryam yang merupakan ibu dari nabi Isa atau Yesus adalah juga saudara atau adik perempuan dari Harun atau Aaron dalam Bahasa Inggrisnya. Tapi siapakah Harun itu? Di kitab injil tidak pernah disebutkan bahwa Maryam mempunyai saudara lelaki. Lalu darimana muncul tokoh bernama Harun itu?
Ok, biar enggak bingung mari kita lihat ayat Al Quran lainnya yang mungkin dapat membantu kita mengerti siapa Harun itu? Selanjutnya dibawah ini adalah ayat Al Quran surat At-Tahrim (66:12) :
Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.
Ayat Al Quran diatas menyebutkan bahwa Maryam merupakan putri dari orang bernama Imran, tapi sebenarnya nama bapak sebenarnya Maryam adalah Joachim. Loh kenapa bisa salah?
Yang menulis Al Quran (Allah) sepertinya tidak mengerti perbedaan antara tokoh bernama Maryam yang merupakan ibunya Yesus dan Miriam yang merupakan adik perempuan dari Harun dan juga adik dari Musa (Nabi Musa atau Moses). Ketiga bersaudara tersebut (Miriam, Harun dan Musa) mempunyai bapak yang bernama Imran. Miriam sendiri hidup sekitar 1000 tahun sebelum Maryam, jadi si penulis Al Quran ini kayaknya bener-bener enggak ngeh terhadap perbedaan kedua tokoh perempuan tersebut.
Kesalahan yang amat fatal di dalam Quran ini ternyata pada kenyataannya juga di konfrontasi oleh orang-orang Kristen di jaman Nabi Muhammad seperti disebutkan di dalam hadis dibawah ini dimana Nabi Muhammad terlihat mencoba mengelak dari kesalahan tersebut dengan argumentasi yang lemah. Berikut hadis Sahih Muslim 25:5326:
Mughira b. Shu'ba melaporkan: ketika saya datang ke Najran, mereka (orang Kristen Najran) bertanya kepada saya: "Anda membaca" Wahai adik Harun "(i. e. Hadrat Maryam) di dalam Al-Qur'an, sedangkan Musa dilahirkan jauh sebelum Yesus. Ketika saya kembali ke Rasulullah (Shallallahu ' alaihi wa sallam) saya bertanya kepadanya tentang hal itu, lalu dia (Nabi Muhammad) berkata: (orang zaman dahulu) biasanya memberikan nama (untuk orang-orang di kalangan mereka) dengan nama Rasul atau orang-orang suci yang telah meninggal jauh sebelum mereka lahir.
Hahaha bisa aja ngelesnya Nabi satu ini. Dan lagi di jaman tersebut tidak ada catatan historis sama sekali tentang praktek penggunaan nama orang suci tersebut. Bahkan menurut salah satu ahli tafsir Al Quran terkenal Ibn Kathir, Aisha,yaitu istri dari Nabi Muhammad juga pernah di konfrontir dengan hal tersebut dan dia digambarkan hanya terdiam saja, karena tidak tahu mau berkata apa atas kesalahan fatal tersebut (Ibn Kathir: 19:28).
Diriwayatkan dari Ibnu Jarir, Diriwayatkan dari Yaqub, Diriwayatkan dari Ibnu U'laya, Diriwayatkan dari Sa'id Ibnu Abi Sadaqa, Diriwayatkan dari Muhammad Ibnu Sireen yang menyatakan bahwa ia diberitahu bahwa Ka'b mengatakan ayat yang berbunyi, "Wahai saudari Harun (Harun)!" (dari Sura 19:28) tidak merujuk kepada Harun, saudara Musa. Aisyah menjawab Ka'b, "kamu berbohong. " Ka'b menjawab, "Hai Ibu dari orang-orang muslim! Jika nabi, semoga doa Allah berada di atas dirinya, telah mengatakannya, dan dia lebih berpengetahuan dari kita, maka inilah yang dia maksudkan. Selain itu, saya menemukan perbedaan dalam waktu antara mereka (Yesus dan Musa) adalah sekitar 600 tahun. "Setelah mengatakan itu dia (Aisha) kemudian terdiam.
Mungkin karena Maria dan Miriam dalam bahasa Arab keduanya diucapkan mirip, yaitu "Maryam", dan ditambah lagi cerita-cerita Kristen yang banyak tersebar di masa itu, membuat Muhammad mengira kedua orang tersebut adalah orang yang sama saat dia ngarang Al Quran. Nah loh masih percaya sama agama Islam???
Puasa Ramadan Merupakan Budaya Jahiliyah Sebelum Islam
Bulan puasa merupakan bulan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia dimana Allah memberikan rahmatnya yang terbesar kepada budaknya, yaitu kaum muslimin. Di bulan ini Allah mengikat setan jauh-jauh dari muslim dan mewajibkan kaum muslimin untuk menahan lapar dan haus, menahan amarah dan nafsu seks dari sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Bagi yang berdomisili di daerah yang mataharinya terbit atau tenggelam terus selama berbulan-bulan seperti di belahan kutub utara silakan puasa sampai mati karena Allah yang Maha Mengetahui ternyata tidak tahu perbedaan jam dunia.
Tahukah anda bahwa puasa yang anda pikir merupakan ciptaan Islam semata wayang ini sebenarnya adalah hasil kopian dari kebudayaan yang oleh Islam dulunya disebut sebagai budaya jaman jahiliyah? Muslim mempraktikan puasa yang merupakan buah dari kebudayaan pagan sebelum Islam. Hal tersebut ada disebut di hadis nabi Shahih Bukhari 5:58:172 : Diceritakan Aisha: ‘Asyura adalah hari di mana suku Quraish biasa berpuasa di masa Jahiliyah sebelum Islam. Nabi juga biasa berpuasa pada hari ini. Jadi ketika dia pindah ke Madinah, dia berpuasa dan memerintahkan (kaum Muslim) untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhan diperintahkan, itu menjadi opsional bagi orang-orang untuk berpuasa atau tidak berpuasa pada hari Asyura.'
Puasa Asyura (10 Muharram) berasal dari praktik kaum kafir Quraish. Puasa Ramadhan kemudian muncul setelah puasa Asyura dan merupakan tradisi dari kaum Sabian. Kaum Sabian disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an [al-Baqarah 2:62], [al-Haji 22:17], [al-Maa'idah 5:69] bersama dengan orang Kristen dan Yahudi. Sabian, yang merupakan suku Irak non-Muslim, percaya pada monoteisme, menjalankan puasa 30 hari setiap tahun dan berdoa 5 kali sehari. Nah loh kok mirip sama siapa yah???
Orang-orang Sabian, yang merupakan penyembah berhala di Timur Tengah, terdiri dari dua kelompok, yaitu orang-orang Manda dan orang-orang Harran. Orang-orang Manda hidup di Irak selama abad ke-2 M. Sampai saat ini mereka masih menyembah banyak dewa. Dewa-dewa mereka diklasifikasikan dalam empat kategori: "kehidupan pertama," "kehidupan kedua," "kehidupan ketiga" dan "kehidupan keempat." Dewa-dewa lama termasuk dalam kategori "kehidupan pertama". Mereka memanggil para dewa yang, pada gilirannya, menciptakan para dewa "kehidupan kedua", dan sebagainya.
Kelompok lain, yang dianggap sebagai Sabian, adalah orang-orang Harran. Mereka menyembah Sin, bulan, sebagai dewa utama mereka, tetapi mereka juga menyembah planet dan dewa lainnya. Orang-orang Sabian kemudian berhubungan dengan Ahnaf, sebuah kelompok Arab di mana Muhammad bergabung sebelum mengaku sebagai seorang nabi. Ahnaf mencari ilmu dengan pergi ke Irak Utara, di mana ada banyak komunitas Manda. Mereka juga pergi ke kota Harran di distrik al-Jazirah di Suriah utara di perbatasan antara Suriah, Irak dan Asia Kecil.
Di Mekah, Ahnaf disebut sebagai Sabian karena doktrin yang mereka anut. Kemudian, ketika Muhamad mengaku sebagai seorang nabi, ia dipanggil sebagai Sabian oleh penduduk Mekah karena mereka melihatnya melakukan banyak ritual Sabian termasuk sholat lima waktu, melakukan beberapa gerakan dan doa yang identik dengan suku Manda dan Harran, dan melakukan wudhu, atau upacara pembasuhan, sebelum setiap doa. Dalam Alquran, Muhamad menyebut orang-orang Sabian sebagai "orang-orang buku" seperti orang Yahudi dan Kristen.
Ramadan adalah upacara penyembahan berhala yang dilakukan oleh para Sabian, baik itu suku Harran atau Manda. Ramadan pada awalnya adalah merupakan ritual tahunan yang dilakukan di kota Harran, dan ritual milik para penyembah bulan di Arab tersebut terus berlanjut sampai sekarang dan dipercaya sebagai perintah Allah oleh 1.6 milyar muslim di seluruh dunia.
Bukan hanya praktik puasa Ramadan saja yang di kopi oleh Islam, ada juga yang lainnya, seperti doa lima kali sehari menghadap Mekah, suku-suku Zoroaster Persia berdoa lima kali sehari juga, menghadap ke arah Matahari atau kuil api. Sebelum sholat, para Zoroaster membersihkan diri atau melakukan wudhu. Wudhu dan shalat lima waktu bukanlah sesuatu yang diciptakan oleh Islam. Hadis [Sahih Bukhari Buku 8, no. 345] memberi tahu kita bahwa ketika Muhammad bertemu Allah di surga, Allah menuntut 50 doa per hari. Tetapi dengan bantuan Musa, Muhammad melakukan tawar-menawar dengan Allah dan akhirnya dia berhasil menguranginya dari 50 menjadi 5 shalat per hari. Bahkan Al-Quran (4:28) mengatakan, "Tuhan ingin meringankan bebanmu, karena manusia diciptakan lemah".
Ada banyak Hadis yang menyebutkan tentang Ramadan. Yang paling menarik adalah tentang Muhammad mencium istri-istrinya saat puasa dan dia juga mengijinkan para lelaki tua untuk merangkul istri-istri muda mereka tetapi mencegah para lelaki muda untuk merangkul istri-istri muda mereka di saat puasa. Yah maklum, Muhammad sudah tua waktu itu, jadi dia belain yang tua-tua. Berikut hadis-hadis yang agak-agak menjijikan ini:
Hadits. Bukhari, Vol.3: 149, meriwayatkan Aisha, Muhammad biasanya mencium dan memeluk istri-istrinya saat ia puasa dan ia memiliki kontrol hawa nafsu yang lebih kuat daripada manusia biasa.’ (What? Bisa kontrol tapi kok nyosor bininya pas puasa coy?)
Hadits.Bukhari, Vol.3: 151, meriwayatkan Zainab (putri Umme Salma) bahwa ibunya berkata, "Nabi dan aku biasa mandi dari satu panci air dan dia dulu menciumku ketika dia sedang berpuasa."(Asik, hajar terus bro Muhammad.)
Hadits. Buku 13, No.2381, meriwayatkan Abu Hurairah: Seorang pria bertanya kepada Muhammad apakah orang yang berpuasa dapat memeluk istrinya, dan dia memberinya izin; tetapi ketika seorang pria lain datang kepadanya, dan memintanya, dia melarangnya. Orang yang ia beri izin adalah seorang lelaki tua dan yang ia larang adalah seorang pemuda. (Sesama oom2 tua boleh lah grepe2 bini pas puasa).
Hadits. Buku 13, No. 2380, meriwayatkan Aisha: Nabi Muhammad biasanya menciumnya dan menghisap lidahnya, ketika dia sedang berpuasa. (Gak apa-apa dia gak ngaceng, alias bisa kontrol kok....wkwkwkwkwk).
Nah kalau sudah baca artikel ini terus kalian masih mau puasa juga selama 30 hari nahan laper, nahan haus dan nahan konak demi melanjutkan budaya kaum musyrikun pemuja bulan yang di kopi sama Muhammad, silakan aja deh, saya mah ogah.
Sumber: Ramadan and its Roots
Islam Dan Homoseksualitas
Dimanakah posisi Islam dalam menghadapi perilaku homoseksual?
Islam lebih dari sekadar tidak menyetujui homoseksualitas. Syariah mengajarkan bahwa homoseksualitas adalah bentuk perzinahan yang keji, hukumannya adalah mati.
(Perlu disebutkan bahwa ini tidak berarti bahwa setiap Muslim ingin membunuh setiap homoseksual).
Quran
Quran (7: 80-84) - "... Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” .... Dan kami menghujani mereka dengan batu" - Sebuah ceritera yang dipinjam dari kisah Bibel tentang Sodom. Cendekiawan Muslim selama berabad-abad telah menafsirkan "hujan batu" di kota sebagai makna bahwa homoseksual harus dilempari batu. (Entah kenapa, kisah itu juga diulangi dalam tiga surat lainnya: 15:74, 27:58 dan 29:40).
Quran (7:81) - "“Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)."Ayat ini adalah bagian dari teks sebelumnya yang menekankan bahwa homoseksualitas merupakan kegiatan seksual yang berbeda dari (dan jauh lebih buruk dari) perzinaan atau dosa seksual lainnya. Menurut tata bahasa Arab, homoseksualitas disebut sebagai dosa terburuk, sementara referensi dari sumber lain menjelaskan bentuk-bentuk lain dari seks non-pernikahan sebagai "dosa-dosa besar."
Quran (26:165-166) - "Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),, "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
Quran (4:16) - "Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. " Ini adalah terjemahan Yusuf Ali. Bahasa Arab asli tidak menggunakan kata "laki-laki" dan hanya mengatakan "dua diantara kamu." Yusuf Ali mungkin menambahkan kata "laki-laki" karena ayat tersebut tampaknya merujuk pada hal yang berbeda dari yang disebutkan dalam ayat sebelumnya (secara eksplisit dilambangkan sebagai "wanita anda"). Dengan kata lain, karena 4:15 merujuk pada "wanita Anda", 4:16 mungkin ditulis untuk dan merujuk pada pria.
Hadis Nabi
Abu Dawud (4462) - Utusan Allah (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Siapa pun yang kamu temukan melakukan tindakan rakyat Loot, bunuh orang yang melakukannya dan orang yang kepadanya dilakukan. " (Ini adalah hadis sahih)
Abu Dawud (4448) - "Jika seorang pria yang belum menikah ditangkap sedang melakukan sodomi, ia akan dilempari batu sampai mati."
Sahih Bukhari (72: 774) - "Nabi mengutuk laki-laki banci (orang-orang laki yang seperti perempuan dan perempuan yang seperti lelaki, dan dia berkata, 'Keluarkan mereka dari rumahmu 'Nabi ternyata laki-laki ini-dan-itu, dan' Umar ternyata perempuan ini-dan-itu."
al-Tirmidzi, Sunan 1: 152 - [Muhammad berkata] "Siapa pun yang ditemukan bersikap seperti orang-orang Lot, bunuh kedua pelakunya."
Reliance of the Traveller, p17.2 - "Semoga Allah mengutuk orang yang melakukan apa yang dilakukan orang-orang Lot."
Ada beberapa hadis lain yang menyatakan, "jika seorang pria melakukan seks dengan pria, maka mereka berdua adalah pezina," "Jika seorang wanita melakukan seks dengan wanita, mereka berdua adalah wanita pezinah," "Ketika seorang pria menunggangi pria lain, tahta Allah bergetar, "dan" Bunuh kedua pelakunya. " (Abu Dawud 4462 dan al-Tirmidzi 1456)
Catatan
Para homoseksual dipenggal, digantung dan dirajam di negara Arab Saudi dan Iran modern, di mana hukum dari nabi Muhammad diterapkan sebenar-benarnya. Lima negara Muslim lainnya juga memiliki hukuman mati di buku panduan hukum mereka terhadap para perilaku homoseksual. Di masa lalu, kaum gay dibakar.
Seperti yang dikatakan oleh seorang ulama baru-baru ini, satu-satunya pokok perdebatan teologis bukanlah apakah homoseksual harus dibunuh, tetapi bagaimana hal itu sebaiknya dilakukan.
Zafar Bangash, seorang imam dan jurnalis yang juga merangkap sebagai Direktur Pemikiran Islam Kontemporer dan presiden cabang Masyarakat Islam di Kanada, secara terbuka menyerukan kaum gay agar dilempari batu sampai mati: "Saudara dan saudari, ini bukan waktunya untuk tinggal dan hidup berdampingan dengan mereka. Sudah waktunya bagi kita untuk mengambil batu untuk melempari orang-orang ini sampai mati untuk kekejian yang mereka lakukan. "
Pada tahun 2016, seorang imam yang berpendidikan di Tunisia menjelaskan bahwa walaupun mungkin tampak keras, tidak ada ambiguitas dalam Islam:
Tuhan sangat jelas dalam hal ini - bukan kita Muslim, tidak subyektif, Syariah sangat jelas tentangnya, hukuman untuk homoseksualitas, kebinatangan, atau hal seperti itu adalah kematian. Kami tidak membuat alasan tentang itu, itu bukan hukum kami - itu adalah Al-Quran.
Ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an di mana kisah Sodom diulangi, dengan penekanan pada penghancuran kota untuk kejahatan homoseksual. Juga, menurut Serge Trifkovic:
Pengganti pertama Mohammed, Abu Bakar, dilaporkan memiliki seorang homoseks yang dibakar di tiang. Khalifah keempat, menantu Muhammad, Ali, memerintahkan para pelaku sodomi untuk dilemparkan dari menara masjid. Lainnya ia perintahkan untuk dilempari batu. Salah satu komentator Quran yang paling awal dan paling otoritatif, Ibnu Abbas (meninggal tahun 687) memadukan kedua pendekatan tersebut ke dalam dua tahap eksekusi mati di mana “para pelaku sodomi harus dilempar dari gedung tertinggi di kota dan kemudian dilempari batu.
Ayatollah Abdollah Javadi-Amoli dari Iran mengatakan, pada bulan April 2012, bahwa homoseksual lebih rendah daripada anjing dan babi, karena hewan-hewan ini tidak melakukan tindakan itu (homoseksual). Pada bulan November tahun itu juga, seorang ulama di televisi Inggris menyatakan, "Apa yang harus dilakukan terhadap mereka yang melakukan homoseksualitas? Siksa mereka; hukumlah mereka, pukuli mereka dan siksa mental mereka."
Sebuah fatwa di tahun 2014 dari website OnIslam.net menyatakan bahwa homoseksualitas adalah "tidak normal" dan menjijikkan "dan menegaskan bahwa kaum gay harus dibunuh:" Hukuman untuk pria atau wanita yang tidak mau melepaskan homoseksualitas dan karena itu menolak bimbingan Allah Yang Tertinggi sebenarnya adalah kematian menurut Islam. "Seorang imam yang diundang untuk berbicara di sebuah masjid Florida pada tahun 2016 mengatakan bahwa membunuh kaum gay adalah" tindakan belas kasihan ". Pada tahun 2017, pemimpin Chechnya secara terbuka menyatakan bahwa ia akan membela hak keluarga untuk menghormati pembunuhan anggota gay mereka (pada tahun 2019, terungkap bahwa beberapa meninggal di sana di bawah penyiksaan).
Sejak kebangkitan kekhalifahan pada tahun 2014 (Negara Islam di Irak dan Suriah) puluhan homoseksual telah dilempar dari atap rumah. Lainnya telah dirajam sampai mati. Kelompok-kelompok Muslim, seperti CAIR, tidak menawarkan satu pun kecaman atas pembunuhan dan pembantaian yang terjadi pada tahun 2016 di sebuah klub malam gay di Orlando.
Para pemimpin politik Muslim di negeri Barat seringkali membentuk aliansi dengan kaum liberal sosial yang kadang-kadang mencakup dukungan terhadap hak-hak gay. Sayangnya, ini tampaknya lebih merupakan political corretness daripada perhatian yang tulus. Tidak pernah ada upaya nyata dari para pemimpin Muslim di Barat untuk meringankan penderitaan kaum homoseks di negara-negara Islam di luar negeri - di mana pengaruh mereka pasti akan lebih besar daripada sekutu sekuler mereka.
Diterjemahkan dari The Religion of Peace.
Daftar Pembunuhan Yang Diperintahkan Dan Didukung Oleh Nabi Muhammad
Pembunuhan untuk mencapai tujuan politik / agama merupakan bagian penting dari sejarah Arab dan ekspansi agama Islam. Kata "assassin" sendiri memiliki akar sejarahnya dari Arab.
Daftar di bawah ini merupakan hasil dan alasan dibalik pembunuhan yang diperintahkan dan di dukung oleh Nabi Muhammad serta sumber-sumber utama yang menyebutkan insiden-insiden ini.
- 'Asma' bint Marwan, Januari 624, 'Asma' binti Marwan dibunuh karena menentang Muhammad dengan puisi dan memprovokasi orang lain untuk menyerangnya. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Ibn Sa'd, Kitab al-tabaqat al-kabir, Volume 2.
- Abu 'Afak, Februari 624, Penyair Yahudi Abu Afak dibunuh karena menentang Muhammad melalui puisi, dan menurut ibn Sa'd, menghasut rakyat melawan Muhammad. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah dan Ibn Sa'd, Kitab al-tabaqat al-kabir, Volume 2.
- Al Nadr ibn al-Harith, setelah Perang Badr, Maret 624, Menurut Mubarakpuri, Al Nadir ditangkap pada Pertempuran Badr. Sebuah ayat Al Qur'an diturunkan tentang Nadr bin Harith karena mengejek Alquran sebagai "dongeng kuno". Dia adalah salah satu dari dua tahanan yang dieksekusi dan tidak diizinkan untuk ditebus oleh klan mereka karena dia mengejek dan melecehkan Muhammad dan menulis puisi dan artikel yang mengkritiknya. Menurut Waqidi, ia juga menyiksa teman-teman Muhammad. Dia dipenggal kepalanya oleh Ali. Sumber: Quran 83:13, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
- Uqba bin Abu Muayt, setelah perang Badr Maret 624, Uqba bin Abu Muayt ditangkap dalam Pertempuran Badr dan dibunuh bukannya ditebus, karena ia melemparkan isi perut binatang yang mati pada Muhammad, dan melilitkan garmetnya di leher Muhammad saat ia berdoa. Kepalanya dipenggal oleh Ali. Sumber: Sahih Bukhari 1:9:499, Sahih Bukhari 6:60:339, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 9, The last years of the Prophet.
- Ka'b ibn al-Ashraf, September 624, Menurut Ibn Ishaq, Muhammad memerintahkan para pengikutnya untuk membunuh Ka'b karena dia "telah pergi ke Mekah setelah Badr dan melecehkan Muhammad serta menyusun ayat-ayat di mana dia meratapi para korban Quraisy yang telah terbunuh di Badr. Setelah itu ia kembali ke Madinah dan membuat ayat-ayat yang bersifat menghina wanita Muslim ". Ibn Kathir menambahkan bahwa dia menghasut orang-orang untuk melawan Muhammad. Ka'b ibn al-Ashraf akhirnya dibunuh. Sumber: Sahih Bukhari 5:59:369, Sahih Muslim 19:4436, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Ibn Kathir's Sira al-Nabawiyya.
- Abu Rafi' ibn Abi Al-Huqaiq, Desember 624, Abu Rafi 'ibn Abi Al-Huqaiq dibunuh karena mengejek Muhammad dengan puisinya dan juga karena membantu pasukan Konfederasi dengan menyediakan uang dan persediaan. Sumber: Sahih Bukhari 4:52:264, Sahih Bukhari 5:59:370, Sahih Bukhari 5:59:371, Sahih Bukhari 5:59:372, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 7, The foundation of the community.
- Khalid ibn Sufyan, tahun 625, ia dibunuh karena ada laporan tentang rencana dia untuk melakukan serangan terhadap Madinah dan bahwa dia menghasut orang-orang di Nakhla atau Uranah untuk memerangi Muslim. Sumber: Musnad Ahmad 3:496, Sunan Abu Dawud 1244 (Ahmad Hasan Ref), Ibn Hisham, Sirat Rasul Allah, Tabari, Volume 9, The last years of the Prophet.
- Abu 'Azzah 'Amr bin 'Abd Allah al-Jumahi, Maret 625, Abu 'Azzah' Amr bin 'Abd Allah al-Jumahi adalah tawanan perang yang ditangkap selama Invasi Hamra al-Asad, ia sempat dilepas oleh Muhammad, tetapi ia mengangkat senjata dan melawan Muhammad lagi, akhirnya mati dipenggal. Sumber: Tabari, Volume 7, The foundation of the community.
- Muawiyah bin Al Mugheerah, Maret 625, Ia dibunuh karena dituduh oleh Muhammad sebagai mata-mata. Dia pergi ke Utsman (sepupunya) untuk berlindung, dan Utsman mengatur untuk kembali ke Mekah, tetapi dia tinggal terlalu lama di Madinah. Setelah Muhammad mendengar dia masih di Madinah, dia memerintahkan untuk membunuhnya. Sumber: Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
- Al-Harith bin Suwayd al-Ansari, Maret 625, karena menurut beberapa tradisi Islam, Allah mengungkapkan Al Qur'an 3: 86-8, yang menunjukkan bahwa mereka yang menolak Islam setelah menerimanya harus dihukum. Al-Harith bin Suwayd adalah seorang Muslim yang berperang di Perang Uhud dan membunuh beberapa Muslim, ia kemudian bergabung dengan Quraish dan meninggalkan Islam. Setelah diancam dengan ayat-ayat itu, Al-Harith mengirim saudaranya ke Muhammad untuk meminta pengampunan. Ada dua laporan yang saling bertentangan : a. Muhammad mengizinkannya kembali tetapi kemudian memutuskan untuk membunuhnya. Al-Harith dipenggal oleh Uthman. b. Allah mewahyukan Qur'an 3:89 dan Al-Harith bertobat dan "menjadi Muslim yang baik". Sumber: Qur'an 3:86-88, Ibn Hisham & Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allah.
-
Abu Sufyan, 627, Amr bin Umayyah al-Damri dikirim untuk membunuh Abu Sufyan (Pemimpin Suku Quraish), 3 orang pemuja agama lain dibunuh, Tabari, Buku ke 7.
- Suku Bani Qurayza, Februari-March 627, Nabi Muhammad menyerang suku Banu Qurayza karena menurut tradisi Muslim ia telah diperintahkan oleh malaikat Jibril untuk melakukan hal tersebut. Salah satu sahabat Muhammad memutuskan bahwa "laki-laki harus dibunuh, harta dibagi, dan perempuan dan anak-anak diambil sebagai tawanan". Muhammad menyetujui keputusan tersebut, menyebutnya mirip dengan penghakiman Allah, setelah itu semua anggota suku laki-laki yang telah mencapai pubertas dipenggal kepalanya, sebanyak 2 orang muslim gugur dan sekitar 600-900 orang Banu Qurayza dipenggal (Tabari, Ibn Hisham),
Quran 33:26, Qur'an 33:09 & 33:10, Sunan Abu Dawud 38:4390, Sahih Bukhari 4:52:68, Sahih Bukhari 4:57:66, Tabari Volume 8 Victory of Islam.
- Abdullah ibn Ubayy, Desember 627, pembunuhan Abdullah ibn Ubayy, yang dirujuk oleh ayat 63: 8, dan yang dituduh oleh Muhammad memfitnah keluarganya dengan menyebarkan desas-desus palsu tentang Aisha (istrinya). Putranya menawarkan untuk memenggal kepalanya. Muhammad berkata kepada Umar "jika aku membunuh dia (Abdullah bin Ubai), sejumlah besar pejabat akan dengan giat berperang untuknya" Kemudian dia mengungkapkan sebuah ayat Al-Quran yang melarang umat Muslim menghadiri pemakaman. orang-orang kafir dan "orang-orang munafik". Quran 63:7-8, Sahih Bukhari 6:60:424, Sahih Bukhari 5:59:462, Ibn Hisham, Sirat Rasul Allah.
- Terlalu banyak pembunuhan yang dilakukan atas nama Islam oleh Nabi Muhammad untuk dipaparkan semua disini, untuk selanjutnya silakan klik sumbernya langsung disini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemimpin Iran Ali Khomeini Mati Dibunuh Oleh Amerika Serikat dan Israel
Sudah waktunya memang dia harus mati, pembunuh rakyatnya sendiri yg menggunakan ekonomi Iran hanya untuk mendukung teroris Hamas di Palestin...
-
Jutaan orang Muslim tidak tahu siapa Muhammad sebenarnya. Mereka menganggapnya sebagai malaikat yang tidak berbuat dosa dan merupakan co...
-
Mayoritas muslim banyak yang bilang bahwa agama Islam itu agama yang mengangkat derajat wanita. Tapi coba baca beberapa ayat Al-Quran dan...
-
Mayoritas Muslim banyak yang tidak tahu bahwa Nabi Muhammad telah melakukan pembunuhan massal terhadap suku Yahudi yang disebut Banu Qur...



















